Ratusan Peserta Ikuti MTQ Piala Gubernur DKI 2026, Sekko Jakut: Ajang Mempererat Ukhuwah Islamiah, Bukan Sekadar Juara
JAKARTA - Bayangkan ratusan talenta muda berkumpul di sebuah gedung megah, mengumandangkan ayat suci dengan suara emas mereka yang syahdu.
Pemandangan penuh kekhusyukan tersebut tersaji dalam kemeriahan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Piala Gubernur Tingkat Kota Jakarta Utara Tahun 2026.
Digelar di Gedung Balai Yos Sudarso Kantor Wali Kota setempat pada Senin (20/7/2026), kompetisi bernuansa religi ini bukan sekadar perlombaan biasa.
Ajang bergengsi ini menjadi kawah candradimuka bagi 123 peserta pilihan untuk memperebutkan tiket ke tingkat provinsi, sekaligus menjadi benteng spiritual yang tangguh di tengah derasnya arus modernisasi metropolitan.
Pondasi Kuat Menangkal Pengaruh Negatif
Mengingat besarnya tantangan dalam membangun mental dan moral generasi muda di kota metropolitan seperti Jakarta, Sekretaris Kota Administrasi Jakarta Utara, Iyan Sopian Hadi, menilai kompetisi bernuansa religi ini sebagai langkah strategis menanamkan nilai agama sejak dini.
Baca juga: Ratusan Warga Kalibaru Padati Program Jemput Bola Skrining TB Gratis dari Sudinkes Jakarta Utara
Menurutnya, pembentukan karakter yang baik di masa depan sejatinya bermula dari kebiasaan kecil di lingkungan keluarga.
Membiasakan anak melafalkan doa harian serta menghafal surat pendek di rumah menjadi pondasi utama dalam proses tersebut.
Iyan juga menyampaikan apresiasi luar biasa kepada para orang tua, guru mengaji, serta jajaran ustaz dan ustazah yang tanpa lelah mendedikasikan waktu demi membimbing anak didik.
Ia sangat meyakini bahwa ketenangan dan keberkahan kota ini salah satunya bersumber dari lantunan ayat suci para pembaca serta penghafal Al-Quran.
Lebih dari sekadar arena untuk mengejar piala, ajang keagamaan ini diharapkan mampu mempererat tali persaudaraan antarwarga, sementara doa tulus dari seluruh lapisan masyarakat dipercaya dapat menjadi perisai tangguh penolak bala yang melindungi Jakarta Utara dari berbagai ancaman marabahaya.
Total Hadiah Jutaan Rupiah Menanti di Enam Cabang Lomba
Pelaksanaan ajang mulia ini berhasil diwujudkan berkat adanya sokongan dana hibah Pemprov DKI Jakarta yang berkolaborasi dengan Baznas Bazis Jakarta Utara.
Ketatnya persaingan dalam kompetisi tahun ini sudah bisa dipastikan lantaran seluruh peserta merupakan utusan terbaik yang lolos seleksi di tingkat kecamatan serta kelurahan.
Sekretaris Umum Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran Jakarta Utara, Halimi Muhammad Yasin, memaparkan bahwa terdapat enam cabang perlombaan yang resmi dipertandingkan, yakni Murattal Umum, Murattal Anak-anak, Tilawah Remaja, Tilawah Anak-anak, Tahfiz Lima Juz, dan Tahfiz Satu Juz.
Kejutan menarik pun telah dipersiapkan oleh pihak penyelenggara untuk memacu motivasi bertanding para talenta muda ini.
Hasil sinergi erat antara Pemerintah Kota Jakarta Utara dengan Kantor Wilayah Kementerian Agama setempat berwujud pemberian bonus tambahan senilai lima juta rupiah bagi peraih juara di tiap kategori.
Bila digabungkan dengan hadiah utama, jumlah uang pembinaan yang berpotensi dibawa pulang oleh masing-masing pemenang bisa mencapai total 10 juta rupiah.
Halimi pun menaruh ekspektasi besar agar para pemenang kelak dapat menyajikan performa terbaik mereka sebagai utusan daerah demi membawa keharuman bagi wilayahnya pada kompetisi tingkat provinsi yang digelar bulan depan.
Kegigihan dan Motivasi Tinggi dari Kafilah Muda
Atmosfer kompetisi yang penuh semangat turut menyelimuti para pembaca Al-Quran belia di arena perlombaan.
Semangat membara salah satunya ditunjukkan oleh Fatimah Sekar Arum, perwakilan andalan kafilah Kelurahan Semper Barat pada cabang Tilawah Anak-anak.
Remaja putri yang kini menginjak usia 13 tahun itu menatap babak perlombaan dengan rasa percaya diri yang tinggi.
Ia mengusung misi besar untuk menebus hasil kurang memuaskan pada tahun sebelumnya, di mana perjuangannya terpaksa terhenti di tingkat provinsi sebelum berhasil membawa pulang piala.
Dengan raut wajah penuh kegembiraan, Fatimah mengisahkan bahwa latihan yang ia jalani menjelang perlombaan kali ini dipersiapkan dengan jauh lebih matang.
Di tengah padatnya aktivitas menuntut ilmu di sekolah, ia tetap konsisten meluangkan waktu untuk mengasah kemampuannya setiap hari demi merebut gelar juara di tingkat provinsi, sekaligus mengamankan tiket menuju tingkat nasional.
Kegigihan yang ditunjukkan oleh Fatimah menjadi cerminan bahwa generasi muda tetap memegang teguh dan melestarikan syiar keagamaan.
Diharapkan ajang berkala ini dapat terus melahirkan generasi baru yang inspiratif serta mampu mengharumkan nama kota Jakarta.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berita Jakarta