Sabtu, 18 JULI 2026 • 08:39 WIB

Pramono Anung Pastikan Stok Aman dan Inflasi Terkendali di Tengah Kenaikan Harga Sayur Jakarta

Author

Kenaikan Harga Sayuran di DKI Jakarta (Nugroho Sejati/Berita Jakarta)

JAKARTA - Fluktuasi harga sayuran di pasar tradisional maupun swalayan akibat faktor cuaca tak menentu kerap mengejutkan dan menjadi beban pikiran tersendiri bagi warga ibu kota.

Setiap kali ancaman kekeringan dan musim kemarau melanda tanah air, kenaikan harga bahan pokok harian selalu memicu kekhawatiran.

Kendati demikian, masyarakat Jakarta kini dapat menyikapi situasi belanja dapur dengan lebih tenang dan tanpa kepanikan.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, telah memberikan kepastian bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berkomitmen untuk segera meredam lonjakan harga pada sejumlah komoditas sayuran saat ini.

Kebijakan taktis ini diputuskan pada Jumat (17/7/2026) merespons laporan mengenai merosotnya suplai sayuran dari berbagai wilayah sentra pertanian yang terdampak oleh cuaca ekstrem.

Baca juga: Gubernur Pramono Anung Siapkan Zebra Cross Sementara di JPO Tendean Serta Sanksi Truk Tersangkut di Matraman

Langkah Cepat Tim Pengendalian Inflasi Daerah Jakarta

Menanggapi kelangkaan pasokan komoditas sayuran, Pramono langsung memberikan instruksi tegas kepada seluruh jajarannya untuk segera mengambil tindakan cepat.

Tim Pengendalian Inflasi Daerah kini telah dikerahkan ke berbagai pasar guna mengecek secara langsung penyebab utama lonjakan harga tersebut.

Pramono menegaskan bahwa pemerintah tidak akan tinggal diam melihat situasi yang memberatkan keuangan warga, dan tim ahli akan terus melakukan pengawasan ketat demi merumuskan solusi efektif agar harga pangan kembali stabil.

Pramono juga memastikan bahwa pengawasan lapangan oleh tim gabungan ini dilakukan secara menyeluruh dan bukan sekadar formalitas belaka.

Pemerintah provinsi akan mengontrol titik-titik distribusi yang mengalami kendala besar guna memformulasi kebijakan intervensi pasar yang tepat sasaran berdasarkan pantauan harga harian.

Langkah ini menjadi bukti nyata dari komitmen penuh jajaran pemerintah daerah dalam menjaga daya beli warga Jakarta di tengah tantangan cuaca ekstrem yang melanda berbagai wilayah pemasok utama.

Tingkat Inflasi DKI Jakarta Paling Rendah se-Pulau Jawa

Walaupun harga sejumlah komoditas sayuran tengah mengalami kenaikan, masyarakat tidak perlu cemas berlebih mengenai stabilitas ekonomi ibu kota secara makro.

Pramono mengungkapkan kabar positif bahwa inflasi di Jakarta masih terjaga dengan aman dan terkendali.

Bahkan, hingga bulan Juni 2026 lalu, DKI Jakarta sukses menorehkan prestasi sebagai provinsi dengan laju inflasi terendah di seluruh Pulau Jawa. 

Capaian ekonomi ini menjadi sinyal kuat bahwa stabilitas harga kebutuhan pokok secara keseluruhan masih berada dalam kondisi yang baik.

Berdasarkan data statistik resmi per Juni 2026, inflasi bulanan di Jakarta tercatat sebesar 0,41 persen.

Meski angka tersebut sedikit meningkat dibanding bulan sebelumnya, persentasenya masih berada di bawah tingkat inflasi nasional yang mencapai 0,44 persen. 

Data tersebut membuktikan ketahanan fundamental ekonomi Jakarta yang mampu meredam gejolak harga pangan musiman yang diperkirakan hanya berlangsung sementara.

Baca juga: Soroti Liga Aspal Menteng, Gubernur Pramono Anung Janjikan Fasilitas Olahraga di Jakarta

Di sisi lain, inflasi tahunan Jakarta berada di angka 2,78 persen, yang juga lebih rendah daripada inflasi nasional sebesar 3,34 persen.

Pramono menyatakan optimismenya bahwa keberhasilan menjaga inflasi terendah se-Pulau Jawa sepanjang semester pertama ini merupakan bukti efektivitas strategi pengendalian pasar oleh pemerintah daerah, sehingga daya beli masyarakat tetap terlindungi dengan optimal.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berita Jakarta

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU