Jumat, 17 JULI 2026 • 19:14 WIB

Soroti Liga Aspal Menteng, Gubernur Pramono Anung Janjikan Fasilitas Olahraga di Jakarta

Author

Ilustrasi Anak-anak Bermain Sepakbola (Berita Jakarta)

JAKARTA - Kawasan permukiman yang padat di Jakarta membuat pemandangan anak-anak bermain sepak bola di jalanan ibu kota yang sempit menjadi hal yang biasa kita jumpai.

Namun, di tengah keterbatasan lahan tersebut, semangat luar biasa mereka tidak pernah surut.

Belakangan ini, perhatian publik tengah tersedot oleh fenomena viral Liga Aspal Menteng, sebuah turnamen sederhana yang penuh makna.

Kompetisi sepak bola jalanan ini bahkan mendapat atensi langsung dari Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.

Fenomena Liga Aspal Menteng di Mata Pramono Anung

Perkembangan turnamen Liga Aspal Menteng terus diikuti secara saksama oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung.

Baca juga: Pramono Anung Pastikan Proyek Jalan Pasar Minggu Selesai Awal 2027 Demi Atasi Kemacetan

Kompetisi sepak bola jalanan ini diprakarsai secara swadaya oleh warga RW 08 Kelurahan Menteng, Jakarta Pusat, dengan melibatkan anak-anak berusia tujuh tahun ke atas yang dipenuhi semangat juang tinggi.

Pramono menangkap adanya pancaran energi positif yang sangat luar biasa dari gelaran tersebut.

Di matanya, ajang ini sukses menyuguhkan kegembiraan murni bagi masyarakat setempat, yang tetap berupaya menyalurkan hobi bermain bola dengan mengoptimalkan ruang seadanya.

Saat memberikan pandangan terbukanya di Balai Kota DKI Jakarta pada Jumat (17/7/2026), Pramono mengungkapkan rasa bahagia melihat senyuman para pemain cilik tersebut.

Ia memberikan apresiasi tinggi bagi Liga Aspal karena mampu menghadirkan keceriaan yang tulus di tengah pemanfaatan ruang bermain yang terbatas.

Fenomena ini seolah menjadi bukti nyata bahwa daya kreativitas warga Jakarta tidak pernah padam, sekalipun mereka harus berhadapan dengan keterbatasan lahan di ibu kota yang kian menyempit.

Keterbatasan Fasilitas Olahraga Jadi Tantangan Utama

Kelangkaan ruang terbuka di ibu kota tidak lepas dari tingginya kepadatan penduduk Jakarta yang kini menembus angka 11 juta jiwa, sehingga lahan kosong semakin sulit dicari.

Pramono mengungkapkan bahwa area aspal yang dipakai warga tersebut sejatinya merupakan aset milik PT. Kereta Api Indonesia. 

Kendati berstatus menumpang lahan, ia menegaskan bahwa motivasi anak muda untuk berolahraga tidak sepatutnya dilarang begitu saja tanpa disertai pemberian solusi yang jelas.

Walau sangat mengapresiasi determinasi warga, Pramono tetap memberikan catatan khusus mengenai faktor keselamatan lokasi yang digunakan.

Jalanan beraspal dinilai bukan tempat yang aman atau ideal untuk sepak bola karena risiko cedera parah akibat terjatuh jauh lebih tinggi dibanding bermain di lapangan rumput atau tanah lapang.

Ia pun menyadari betul bahwa maraknya fenomena Liga Aspal ini merupakan imbas langsung dari sangat terbatasnya lapangan terbuka yang layak di Jakarta.

Janji Pemerintah Hadirkan Ruang Bermain yang Layak

Pemprov DKI Jakarta berkomitmen untuk tidak tinggal diam dalam merespons fenomena sosial ini.

Baca juga: Gubernur Pramono Anung Pastikan Tumpukan Sampah di Rusun Waduk Pluit Bersih dalam Waktu 10 Hari

Melalui pernyataan sang gubernur, pemerintah dipastikan tengah berupaya keras merumuskan solusi terbaik dalam waktu singkat.

Hal ini dilakukan demi menyediakan ruang terbuka yang layak bagi generasi muda untuk berolahraga dan mengasah potensi mereka secara optimal.

Saat ini, perencanaan serta penambahan fasilitas publik baru terus dipacu oleh jajaran pemerintah kota.Penyediaan fasilitas olahraga yang aman bagi masyarakat tetap menjadi prioritas Pemerintah DKI Jakarta.

Meski Pramono mengakui bahwa realisasi seluruh rencana tersebut memerlukan proses dan tidak bisa instan, beberapa fasilitas olahraga lama kini telah mulai diperbaiki dan direvitalisasi agar kembali layak guna.

Melalui langkah bertahap ini, penggunaan jalan raya sebagai tempat bermain diharapkan dapat berkurang di masa mendatang.

Ajang Liga Aspal Menteng menjadi sebuah pengingat bagi semua pihak mengenai krusialnya keberadaan ruang publik yang memadai.

Diharapkan, atensi langsung dari Gubernur dapat mempercepat terwujudnya impian generasi muda Jakarta untuk memiliki lapangan sepak bola yang sesungguhnya. 

Masyarakat pun diimbau untuk turut berpartisipasi aktif dengan menjaga dan merawat fasilitas umum yang ada agar manfaatnya dapat dirasakan lebih lama.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berita Jakarta

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU