Minggu, 07 JUNI 2026 • 12:37 WIB

Bank Jakarta Siap Jadi Financial Operating System Canggih Inklusif Bagi Warga Ibu Kota

Author

Direktur Utama (Dirut) Bank Jakarta, Agus H Widodo (Berita Jakarta)

JAKARTA - Pernah nggak sih kamu ngebayangin seperti apa rupa Jakarta di masa depan?

Mungkin yang terlintas di pikiran kamu adalah deretan gedung pencakar langit yang makin aesthetic, jaringan transportasi yang makin modern, hingga teknologi kecerdasan buatan atau AI yang mengurus segala urusan.

Sayangnya, kemegahan fisik dari kota metropolitan aja nggak akan cukup kalau warganya masih kesulitan memenuhi kebutuhan esensial, seperti nyari modal usaha atau beli rumah idaman.

Nah, keresahan inilah yang membuat Bank Jakarta tampil mengambil peran krusial sebagai penghubung berbagai elemen pembangunan kota lewat sistem keuangan yang inklusif dan berkelanjutan.

Pandangan menarik ini disampaikan langsung oleh Direktur Utama Bank Jakarta, Agus H Widodo, saat mengisi sesi bertajuk "Urban Talks BUMD: Katalisator Kota, Akselerator Pembangunan".

Baca juga: Warga Jakarta Timur Sukses Kelola Sampah Lewat Biopori Jumbo, Gubernur Pramono Anung Beri Applause!

Buat kamu yang belum tahu, acara ini merupakan salah satu agenda penting dalam rangkaian Jakarta Future Festival 2026 yang digelar di Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Menteng, Jakarta Pusat.

Menurut Agus, gambaran masa depan Jakarta nggak bisa sekadar diukur dari fisiknya saja.

“Jakarta tidak kekurangan gedung, jalan, maupun teknologi. Yang masih perlu diperkuat adalah keterhubungan antara warga dengan layanan, UMKM dengan pasar, investor dengan peluang, serta pemerintah dengan masyarakat,” ungkap Agus.

Biar gampang bayanginnya, Agus ngasih perumpamaan yang relate banget buat kita yang hidup di ibu kota.

Kalau MRT Jakarta kita kenal sebagai Mobility Operating System alias platform mobilitas publik, dan PAM Jaya yang ngelola sistem layanan air warga, maka Bank Jakarta punya ambisi besar untuk menjadi Financial Operating System bagi Jakarta.

Untuk mewujudkan ambisi sebagai sistem operasi finansial ibu kota, Bank Jakarta nggak cuma sekadar wacana.

Mereka sudah menyiapkan empat strategi jitu yang dirancang khusus untuk memajukan ekosistem kota.

Strategi pertama adalah memastikan seluruh warga Jakarta bisa mengakses layanan keuangan dengan gampang, aman, dan full digital.

Kenyataannya, akses ini belum merata di semua kalangan. “Faktanya masih banyak warga Jakarta yang belum masuk ke dalam sistem keuangan formal. Ini menjadi pekerjaan besar yang harus kami selesaikan,” jelas Agus.

Anak muda Jakarta yang lagi merintis bisnis pasti senang dengar ini. Bank Jakarta sadar betul bahwa ngedukung UMKM itu nggak cukup cuma lewat sebar kredit.

Mereka mau bantu UMKM masuk ke ekosistem digital dan memperkuat rantai pasok. Seperti kata Agus, “UMKM tidak hanya membutuhkan pinjaman, tetapi juga membutuhkan kesempatan.”

Bank Jakarta paham banget kalau harga properti di ibu kota makin nggak ramah di kantong.

“Akses pembiayaan rumah harus menjadi bagian dari strategi kota karena banyak anak muda yang kesulitan menjangkau harga rumah di Jakarta,” ucapnya.

Baca juga: Meriahkan HUT ke-499 DKI Jakarta, Sebanyak 520 ASN Pemprov Jaktim Gelar Lomba Ketapel

Terakhir, ngebangun Jakarta sebagai kota global itu nggak bisa cuma ngandelin dana APBD doang. Bank Jakarta bakal aktif bangun kepercayaan investor buat nanam modal yang sustainable.

Peran bank daerah bukan cuma ngumpulin duit nasabah, tapi bener-bener jadi jembatan antara warga, UMKM, pemerintah, dan pemodal.

Dalam kesempatan itu, Agus juga memberikan sorotan penting soal prinsip no one left behind.

Di tengah gempuran transformasi digital, kemajuan nggak boleh cuma dinikmati segelintir orang. 

Teknologi harus membuka pintu kesempatan bagi semua pihak, mulai dari pedagang kaki lima, pelaku usaha kecil, sampai keluarga muda yang lagi berjuang buat punya aset pertama mereka.

“Teknologi tanpa inklusi hanya akan menciptakan kesenjangan yang semakin lebar. Karena itu, transformasi digital harus memberi manfaat bagi mereka yang selama ini tertinggal,” pesannya.

Di penghujung acara, Agus mengingatkan bahwa peran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) kini telah berevolusi menjadi penggerak ekosistem.

Ukuran sukses Jakarta bukanlah seberapa tinggi langit ditembus oleh gedung-gedungnya, melainkan seberapa banyak mimpi warganya yang berhasil diwujudkan.

Jika MRT menghubungkan jarak antarwilayah, maka Bank Jakarta hadir untuk menghubungkan kamu dengan peluang kehidupan yang lebih cerah.

Yuk, kita dukung terus langkah Bank Jakarta mewujudkan kota yang tangguh, cerdas, dan ngasih kesempatan setara buat semua warganya!

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berita Jakarta

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU