Minggu, 07 JUNI 2026 • 12:29 WIB

Warga Jakarta Timur Sukses Kelola Sampah Lewat Biopori Jumbo, Gubernur Pramono Anung Beri Applause!

Author

Pencanangan Pengolahan Sampah Organik dengan Metode Biopori Jumbo di Pondok Kelapa (Nugroho Sejati/Berita Jakarta)

JAKARTA - Ngomongin soal isu sampah di Jakarta emang nggak pernah ada habisnya.

Bayangin aja, tiap hari ribuan ton sampah diproduksi, dan kalau nggak diurus dengan benar, pasti bakal jadi masalah besar buat kita semua ke depannya.

Tapi, gimana jadinya kalau warga lokal justru ambil inisiatif super keren buat nyelesaiin masalah ini langsung dari halaman rumah mereka sendiri?

Nah, langkah inspiratif inilah yang lagi happening di Jakarta Timur, lho. Warga Pondok Kelapa sukses bikin Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, takjub dengan effort nyata mereka mengelola sampah organik pakai metode biopori jumbo.

Pada Minggu (7/6/2026), Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, nyempetin hadir langsung dalam acara pencanangan pengolahan sampah organik dengan metode biopori jumbo yang berlokasi di Jl Palem Indah Utama, Kelurahan Pondok Kelapa, Jakarta Timur.

Baca juga: Gubernur Pramono Anung Resmi Jadi Wakil Ketua C40 Cities, Jakarta Pimpin Iklim Global!

Inisiatif cerdas yang digerakkan oleh warga ini dapet apresiasi penuh dari sang gubernur karena dinilai sangat efektif untuk mengatasi permasalahan sampah langsung dari hulunya.

"Kami mengapresiasi apa yang dilakukan oleh RW 14 dengan jumlah 6 RT ya, yang melakukan inisiasi untuk mengelola metode biopori jumbo untuk sampahnya," kata Pramono.

Menurutnya, kalau kolaborasi warga ini bisa terus berjalan konsisten, wilayah RW 14 bisa banget diangkat jadi role model atau percontohan untuk penanganan sampah di seluruh penjuru Jakarta.

Fakta yang paling bikin salut, warga RW 14 ternyata nggak cuma nunggu disuruh sama pemerintah, lho.

Ketua RW 14, Tengku Husaini, cerita kalau warganya udah mulai habit ngolah sampah organik ini sejak tiga tahun lalu.

Artinya, mereka udah bergerak jauh sebelum Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 5 Tahun 2026 soal pengelolaan sampah diterbitkan.

"Kita sudah coba mulai. Dengan adanya Ingub ini kita lebih serius lagi, sampai bikin biopori jumbo. Jadi kita harap nanti sampah organik, sampah dapur, sampah rumah tangga itu bisa masuk ke dalam itu jadi nol sampah kita," jelas Tengku.

Nggak cuma peduli sama sisa makanan, buat sampah anorganik kayak botol plastik dan kardus yang bisa jadi cuan, warganya udah punya sistem pengumpulan lewat Bank Sampah.

Dengan sistem yang well-managed ini, cuma sampah residu yang benar-benar nggak bisa diolah aja yang bakal dikirim ke TPST Bantar Gebang.

Saat ini, RW 14 udah menyiapkan 130 titik biopori jumbo dan berencana menambah sekitar 200 titik lagi. Benar-benar next level!

Melihat antusiasme warganya yang luar biasa, Pramono Anung makin optimis dan menegaskan komitmen kuat Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta buat membereskan isu sampah di ibu kota.

Gerakan pilah sampah dari hulu kini jadi fokus utama yang digarap dengan sangat serius.

"Kami secara sungguh-sungguh melakukan itu karena apa yang menjadi arahan Pemerintah Pusat bagi Pemerintah Jakarta pasti kita jalankan sepenuhnya, termasuk penanganan nantinya untuk Bantar Gebang, juga untuk Rorotan, dan juga penanganan di lapangan," ungkap Pramono.

Baca juga: Pemkot Jakarta Timur Wajibkan Panitia Kurban Pakai Wadah Ramah Lingkungan untuk Daging Kurban, Bye-Bye Kantong Plastik!

Buat backup plan skalanya kota, Pemprov DKI udah menyiapkan sederet infrastruktur mumpuni.

Mulai dari pengoperasian Refuse Derived Fuel (RDF) Plant di Rorotan, pembangunan Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL), sampai penanganan intensif di TPST Bantar Gebang. 

Menariknya lagi, Pramono membocorkan bahwa ia sudah memberikan persetujuan prinsip penggunaan lahan di Ciangir, Provinsi Banten, sebagai tempat menampung hasil kompos dari Jakarta.

Lewat kombinasi epic antara movement warga seperti biopori jumbo dan kesiapan fasilitas canggih dari pemerintah ini, target untuk menangani sekitar 9.000 ton sampah harian Jakarta perlahan tapi pasti bakal terealisasi.

Kalau warga Pondok Kelapa aja bisa kompak bikin lingkungan mereka eco-friendly, masa kamu mau kalah?

Yuk, mulai dari hal simpel kayak misahin sampah kamar dan dapur kamu, biar Jakarta makin nyaman buat ditinggali bareng-bareng!

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berita Jakarta

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU