Minggu, 31 MEI 2026 • 17:32 WIB

Gerai Indomaret Tutup Per Tanggal 31 Mei-1 Juni 2026, SPN Ungkap Fakta Soal Kisruh Uang Lembur

Author

Indomaret (Getty Images via detik Finance)

JAKARTA - Pernah kebayang nggak sih kalau minimarket andalan tempat kamu biasa jajan atau sekadar beli minuman dingin tiba-tiba kompak tutup serentak?

Nah, belakangan ini timeline media sosial X (dulu Twitter) lagi ramai banget ngebahas kabar soal banyaknya gerai Indomaret yang tutup operasional pada Minggu (31/5/2026) dan Senin (1/6/2026).

Kejadian mengejutkan ini tentu saja bukan tanpa alasan yang jelas. Usut punya usut, aksi tutup gerai ini adalah buntut panjang dari protes karyawan yang tergabung dalam Serikat Pekerja Nasional (SPN) terkait aturan uang lembur di hari libur nasional.

Kisruh ini bahkan sempat memanas lewat aksi demonstrasi di Menara Indomaret, Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara, pada Selasa (26/5/2026) lalu.

Merespons isu panas yang seliweran di berbagai platform medsos, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Serikat Pekerja Nasional (DPP SPN), Iwan Kusnawan, akhirnya buka suara dan spill fakta yang sebenarnya terjadi di lapangan.

Baca juga: Aksi Cepat Maling Skincare di Indomaret Jakarta Utara Rugikan Rp700 Ribu

Iwan menjelaskan bahwa penutupan massal gerai ini bukanlah hasil dari boikot buta, melainkan efek langsung dari kesepakatan perundingan ulang antara pihak pekerja dan pihak manajemen Indomaret.

Menurut Iwan, kedua belah pihak telah sepakat bahwa karyawan yang menolak masuk pada hari libur nasional tidak akan dipaksa untuk bekerja.

Artinya, mereka berhak menikmati hari libur layaknya pekerja pada umumnya.

"Jadi sebagai tindak lanjut dari kesepakatan tersebut, kedua pihak sepakat akan melakukan perundingan ulang. Sudah disepakati juga bahwa bagi karyawan yang menolak untuk masuk di tanggal libur nasional tetap tidak diwajibkan masuk, karena mereka libur seperti biasa," ungkap Iwan mempertegas posisinya.

Lalu, bagaimana jika ada yang bersedia masuk? Iwan menegaskan bahwa jika ada karyawan yang masuk bekerja saat libur nasional, maka jam kerja tersebut wajib dihitung sebagai uang lembur penuh.

"Apabila ada karyawan yang pada libur nasional masuk, maka harus diperhitungkan lemburnya sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku tanpa kecuali," tambahnya.

Iwan juga meluruskan bahwa tutupnya gerai murni karena tidak ada karyawan yang mau mengambil shift pada libur nasional tersebut.

Mengenai total pasti jumlah gerai yang tidak beroperasi, pihak SPN belum mendapatkan laporan resmi dan sementara ini masih mengacu pada data dari pihak manajemen Indomarco.

Buat kamu yang mungkin belum update, akar dari permasalahan ini bermula dari kebijakan manajemen yang kabarnya mengganti hak upah lembur pekerja di tanggal merah dengan sistem tambahan hari libur (off tambahan). Keputusan ini jelas memicu reaksi keras.

Puncaknya, massa yang tergabung dalam PUK SPAI PT Indomarco Prismatama Tangerang menggeruduk Menara Indomaret di kawasan PIK.

Dalam aksi unjuk rasa tersebut, para pegawai secara tegas membawa spanduk yang menyuarakan enam tuntutan krusial mereka kepada perusahaan, yaitu:

  1. Menolak segala bentuk pemaksaan, tekanan, dan penggiringan pernyataan terhadap para pekerja;
  2. Menegaskan hak mutlak pekerja atas upah kerja lembur yang sesuai dengan keringat mereka;
  3. Menolak tegas sistem penggantian hak lembur dengan off tambahan yang dinilai tidak sesuai ketentuan;
  4. Menuntut kepatuhan penuh perusahaan terhadap peraturan perusahaan serta Undang-undang Ketenagakerjaan;
  5. Menuntut adanya penindakan tegas terhadap oknum-oknum yang terbukti melakukan intimidasi kepada karyawan;
  6. Mengingatkan agar pihak manajemen jangan sampai merusak hubungan industrial yang selama ini sudah terjalin.

Kejadian viral tutupnya operasional Indomaret ini pastinya bikin banyak konsumen setia sedikit kerepotan mencari kebutuhan sehari-hari.

Baca juga: Tutup Pendidikan Bintara SPN, Kapolda Metro: Jadi Polisi Panggilan Hidup

Namun, dari kacamata para pekerja ritel, langkah ini adalah bentuk perjuangan nyata untuk menuntut hak yang sudah sepantasnya mereka terima.

Jadi, bagaimana menurut pandangan kamu? Apakah kamu mendukung aksi para pejuang shift ini dalam menyuarakan hak-hak mereka?

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Detik Finance

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU