Jalan Daan Mogot Ditutup Sampai Tahun Depan, DPRD DKI Jakarta Desak Tambah Armada Transjakarta!
JAKARTA - Pernah nggak sih kamu ngebayangin terjebak macet berjam-jam di Jalan Daan Mogot?
Nah, siap-siap deh, karena ruas jalan krusial di Jakarta Barat ini bakal mengalami penutupan sebagian hingga tahun depan!
Kebijakan penutupan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta ini bertujuan untuk mendukung pengerjaan proyek sistem tata air pompa.
Merespons hal ini, Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta, William Aditya Sarana, pada Minggu (24/5/2026), memberikan peringatan keras kepada Pemprov DKI agar rekayasa lalu lintasnya nggak cuma sekadar wacana, melainkan benar-benar efektif menekan volume kemacetan harian.
Bukan rahasia lagi kalau Jalan Daan Mogot memang sudah menjadi salah satu titik langganan macet paling parah di kawasan Jakarta Barat.
Volume kendaraan bermotor yang membeludak setiap harinya membuat jalur ini selalu padat merayap.
Baca juga: DPRD DKI Jakarta Desak Dana CSR BUMD Difokuskan Untuk Atasi Masalah Sampah Warga Ibu Kota
William menilai, adanya pengerjaan infrastruktur tata air pompa ini jelas berpotensi membuat jalanan makin chaos kalau tidak dimitigasi dengan perhitungan yang matang.
Apalagi, proyek ini ditargetkan baru akan rampung pada tahun depan.
"Oleh karena itu, rekayasa lalu lintas dan penutupan jalan ini harus direncanakan secara serius dan dijalankan dengan baik. Pasti akan terjadi kemacetan, maka itu harus dimitigasi agar tidak menjadi terlalu parah," tegas William.
Kebijakan manajemen lalu lintas yang asal-asalan hanya akan mengorbankan waktu dan tenaga warga yang harus struggle pergi ke kantor atau kampus setiap harinya.
Biar warga benar-benar mau switch dari motor atau mobil pribadi ke angkutan umum, Pemprov DKI Jakarta tentu harus memberikan effort lebih.
William menekankan bahwa imbauan agar masyarakat meninggalkan kendaraan pribadi akan menjadi omong kosong jika fasilitas transportasi publiknya tidak ditingkatkan.
"Jangan sampai nanti warga hanya diminta mengurangi penggunaan kendaraan pribadi kalau tidak ingin macet, tetapi dari Pemprov DKI sendiri juga tidak ada solusinya," tambahnya.
Salah satu solusi paling rasional dan konkret yang didorong oleh politisi muda ini adalah dengan meningkatkan frekuensi layanan transportasi umum di area yang terdampak pengerjaan proyek.
Mengingat sepanjang koridor Daan Mogot sudah terintegrasi dengan layanan bus Transjakarta dan angkot Jaklingko, Pemprov DKI dinilai hanya perlu menambah kuantitasnya saja.
"Di sepanjang Jalan Daan Mogot ada Transjakarta dan angkot Jaklingko. Untuk sementara waktu selama pembangunan berjalan, mungkin layanannya bisa ditambah," usulnya.
Dengan waktu tunggu alias headway yang lebih dipersingkat, kamu pasti lebih tertarik untuk naik transportasi umum karena lebih efisien, hemat waktu, dan pastinya bebas stres di tengah kemacetan panjang.
Selain urusan kelancaran lalu lintas, ada satu poin penting lagi yang ditekankan oleh Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta tersebut, yakni kedisiplinan jadwal pengerjaan proyek.
Baca juga: Flyover Latumenten Mulai Pasang Girder, Ini Rekayasa Lalu Lintasnya Biar Nggak Kena Macet!
Seringkali, proyek infrastruktur di ibu kota mengalami kemunduran target waktu penyelesaian.
Untuk kasus penutupan Jalan Daan Mogot ini, William mewanti-wanti dengan tegas agar proyek sistem tata air pompa tidak berlarut-larut.
"Kalau memang hanya diperlukan sampai tahun depan, maka pelaksanaannya juga cukup sampai tahun depan saja. Rekayasa lalu lintas dan penutupan jalan ini tidak dapat dilakukan terlalu lama," tandasnya.
Pesan ini menjadi pengingat bahwa kenyamanan mobilitas publik tetap harus diprioritaskan.
Warga Jakarta Barat tidak semestinya menanggung beban kemacetan ekstra lebih lama dari janji awal yang ditetapkan oleh pemerintah.
Jadi, buat kamu yang sehari-hari harus melewati jalur Daan Mogot, ada baiknya mulai mempersiapkan diri dari sekarang.
Kamu bisa mulai mencari rute jalan tikus alternatif yang lebih bersahabat melalui aplikasi navigasi, atau justru mencoba saran dari DPRD untuk beralih sepenuhnya menggunakan armada Transjakarta dan Jaklingko.
Mari kita kawal bareng-bareng komitmen Pemprov DKI ini agar penanganan macet benar-benar mulus dan proyek pompanya cepat selesai!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berita Jakarta