Ketua Pansus CSR DPRD DKI Jakarta, Ghozi Zulazmi (Fakhrizal Fahri/Berita Jakarta)
JAKARTA - Pernah kepikiran nggak, ke mana sebenarnya larinya dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan-perusahaan milik daerah di Jakarta?
Logikanya, dana miliaran rupiah tersebut harusnya kembali lagi untuk menunjang kesejahteraan warga lokal. Sayangnya, realita di lapangan justru berkata lain.
Baru-baru ini, Panitia Khusus (Pansus) CSR DPRD DKI Jakarta menemukan fakta mengejutkan bahwa sebagian program CSR dari Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) malah disalurkan ke luar wilayah ibu kota.
Padahal, warga Jakarta sendiri masih dihantui berbagai isu krusial setiap harinya, mulai dari tumpukan sampah yang belum terkelola maksimal hingga masalah sanitasi dasar.
Lewat rapat evaluasi terbaru, jajaran dewan kini menuntut agar prioritas pendanaan tersebut ditarik kembali untuk menuntaskan problem nyata yang ada di depan mata kita.
Baca juga: DPRD DKI Jakarta Desak Dinas Lingkungan Hidup Segera Susun Roadmap Penanganan Sampah Ibu Kota
Ketua Pansus CSR DPRD DKI Jakarta, Ghozi Zulazmi, angkat bicara dengan sangat tegas mengenai temuan ini.
Menurutnya, distribusi dana CSR selama ini belum sepenuhnya berfokus pada kepentingan dan kesejahteraan warga Jakarta.
Temuan timnya di lapangan membuktikan secara nyata bahwa ada anggaran BUMD yang justru mengalir jauh untuk mendanai program-program di luar ibu kota.
Tentu saja hal ini memicu tanda tanya besar. Ghozi mengingatkan kembali muruah dari perusahaan daerah itu sendiri, di mana BUMD adalah entitas bisnis yang modal utamanya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta.
Artinya, uang tersebut pada hakikatnya adalah uang rakyat Jakarta. Oleh karena itu, sudah sepatutnya penggunaan dana CSR diprioritaskan sebagai solusi atas berbagai permasalahan yang selama ini meresahkan warga kota.
"Masih banyak kebutuhan publik lain yang sangat memerlukan dukungan pendanaan CSR, mulai dari sektor pendidikan hingga sosial," ungkap Ghozi.
Ia menekankan bahwa dana ini bisa menjadi penyokong penting bagi kemajuan kota jika memang disalurkan dengan target yang tepat sasaran.
Agar insiden salah sasaran ini tidak terulang, pengawasan dari dewan tentu harus diperketat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berita Jakarta