Minggu, 10 MEI 2026 • 18:22 WIB

Sambut HUT ke-499 Jakarta, Pemprov DKI Resmikan CFD Rasuna Said dan Gerakan Pilah Sampah

Author

Pemprov DKI Jakarta Resmikan Perayaan HUT ke-499 (Nugroho Sejati/Berita Jakarta)

JAKARTA - Pernahkah kamu membayangkan Jakarta yang lebih hijau, bebas dari tumpukan sampah, dan memiliki area ruang publik baru yang super nyaman?

Nah, mimpi itu perlahan mulai diwujudkan! Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-499 Kota Jakarta, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tidak sekadar menggelar perayaan seremonial biasa.

Pada Minggu (10/5/2026) pagi yang cerah, Pemprov resmi memulai rangkaian perayaan dengan "Deklarasi Gerakan Pilah Sampah dan Pencanangan HUT Ke-499 Kota Jakarta" di kawasan Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan.

Acara ini menjadi bukti nyata keseriusan pemerintah dalam membenahi ibu kota. Yuk, simak fakta-fakta menarik di balik acara keren ini!

Kalau selama ini kamu terbiasa menikmati Car Free Day (CFD) di kawasan Sudirman-Thamrin, bersiaplah untuk suasana baru yang nggak kalah seru!

Baca juga: Warga Kelurahan Dukuh Jakarta Timur Ikut Pelatihan Manajemen Kurban, Tak Perlu Repot Cari Tukang Jagal!

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa Jalan HR Rasuna Said dipilih sebagai lokasi pencanangan karena kawasan strategis ini sedang disulap menjadi ikon baru Jakarta.

Proyek pembenahannya pun ditargetkan rampung sepenuhnya pada bulan depan.

Menariknya lagi, kegiatan CFD di kawasan Rasuna Said ini akan beroperasi mulai pukul 05.30 WIB, sama persis dengan jadwal di jalur protokol lainnya, dan bakal diberlakukan secara efektif mulai 1 Juni mendatang.

"Ini diadakan karena memang permintaan publik yang luar biasa dan masyarakat sangat antusias," ujar Pramono.

Jadi, buat kamu yang tinggal atau hobi nongkrong di area Jakarta Selatan, bersiaplah menyambut spot jogging dan bersepeda favorit yang baru.

Selain mengenalkan spot CFD baru, fokus paling vital dari deklarasi ini adalah penanganan krisis sampah dari hulunya.

Berdasarkan instruksi gubernur dan arahan langsung dari pemerintah pusat, Pemprov DKI Jakarta kini mulai mewajibkan gerakan pilah sampah secara serentak di lima wilayah kota administrasi hingga Kabupaten Kepulauan Seribu.

Gubernur Pramono mematok target yang sangat ambisius. Jika pemilahan sampah organik dan anorganik dari level rumah tangga berjalan optimal, maka pada bulan Agustus nanti Jakarta hanya akan membuang residu akhir ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang.

"Kita mulai dengan memilah terlebih dahulu. Selain Bantar Gebang, kita juga memiliki fasilitas RDF Rorotan dan TPST 3R yang akan menjadi penampung dan pengolah sampah. Kami juga memberikan izin penuh kepada pasar-pasar di Jakarta untuk mengelola sampahnya sendiri secara mandiri, seperti yang sudah sukses diterapkan di Pasar Kramat Jati," jelas sang Gubernur.

Langkah proaktif Jakarta ini langsung mendapat apresiasi tinggi dari pemerintah pusat.

Menteri Koordinator Bidang Pangan RI, Zulkifli Hasan, yang turut hadir dalam acara tersebut menyebut bahwa memilah sampah rumah tangga adalah kunci utama untuk mengubah tumpukan masalah menjadi sumber energi listrik (waste to energy).

Zulkifli memaparkan, penanganan sampah di Bantar Gebang berskala darurat (di atas 1.000 ton) menggunakan teknologi waste to energy ditargetkan rampung pada 2028, sementara penanganan skala 100 hingga 200 ton ditargetkan selesai tahun 2029.

"Problem utama saat ini adalah bagaimana memisahkan sampah menjadi tiga jenis, yakni organik, anorganik, dan bahan berbahaya serta beracun (B3). Jika PR besar itu selesai, maka sampah dapat langsung dimanfaatkan untuk kebutuhan listrik penerangan Jakarta dan daerah lainnya," tuturnya.

Ia juga menginginkan gerakan progresif di Jakarta ini bisa menjadi role model bagi provinsi lain di Indonesia.

Di sisi lain, Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH RI, Jumhur Hidayat, mengingatkan satu poin krusial: program ini tidak boleh sekadar menjadi pajangan wacana pejabat.

Baca juga: ASN Pemprov DKI Jakarta Resmi WFH Tiap Hari Jumat, Gubernur Pramono Anung Siapkan Sanksi Tegas Bagi Pelanggar

"Ini harus menjadi gerakan warga Jakarta, bukan hanya gerakan birokrasi. Jakarta akan menjadi contoh bagi kita semua. Kami sepenuhnya mendukung agar sampah yang tadinya menjadi musuh berubah menjadi sesuatu yang sangat bernilai ekonomis," tandas Jumhur.

Nah, sudah saatnya kita sebagai warga Jakarta ikut ambil bagian secara nyata. Mulai hari ini, yuk siapkan tempat sampah terpisah di rumah untuk memisahkan sampah basah dan kering.

Langkah kecil yang kamu lakukan hari ini bisa membuat wajah Jakarta semakin bersih, sehat, dan bersinar di usianya yang ke-499!

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berita Jakarta

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU