Rabu, 29 APRIL 2026 • 18:23 WIB

Pemprov DKI Jakarta Siap Bangun Pengolahan Air Raksasa di Cengkareng, Target Rampung Agustus!

Author

Plt Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, di Lokasi Pembangunan WTP Cengkareng (Andri Widiyanto/Berita Jakarta)

JAKARTA - Pernahkah kamu merasa frustrasi saat keran di rumah tiba-tiba mampet atau hanya menetes pelan di tengah teriknya cuaca Jakarta?

Ketersediaan air bersih memang masih menjadi pekerjaan rumah (PR) besar di beberapa sudut ibu kota, tak terkecuali di wilayah Jakarta Barat.

Namun, buat kamu yang tinggal di daerah Cengkareng dan sekitarnya, bersiaplah untuk segera bernapas lega.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berkolaborasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU) siap mengeksekusi proyek infrastruktur raksasa.

Mereka akan membangun Instalasi Pengolahan Air (Water Treatment Plant/WTP) sekaligus reservoir (penampungan air) berkapasitas masif di Jalan Raya Kresek, Kelurahan Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat.

Baca juga: Wagub Rano Karno Sapa Warga Kemayoran, Janji Tuntaskan Masalah Lahan Setneg yang Bikin Pusing!

Sebagai langkah awal yang taktis dan solutif, Plt Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, baru saja meresmikan pengoperasian fasilitas WTP Portabel tepat pada Rabu (29/4/2026).

Kehadiran instalasi pengolahan air berukuran mini ini layaknya oase di tengah gurun bagi masyarakat sekitar yang memang sangat membutuhkan pasokan air jernih dalam keseharian mereka secara mendesak.

Meski demikian, Rano Karno secara blak-blakan menegaskan bahwa fasilitas portabel ini hanyalah solusi jangka pendek.

Dengan kapasitas pengolahan air sekitar dua hingga empat liter per detik (LPS), WTP ini dirancang untuk mengatasi masalah darurat.

"Yang pasti kalau teknologinya portable, itu sementara," ujar sang Plt yang akrab disapa "Bang Doel".

Fasilitas plug-and-play ini ditujukan semata-mata untuk menutup celah kebutuhan pasokan air selagi pihak pemerintah mengebut penyelesaian proyek utamanya yang jauh lebih komprehensif.

Lalu, seperti apa rencana jangka panjang yang sedang digodok? Pemprov DKI rupanya tidak main-main dalam berinvestasi untuk kesejahteraan warga.

Rano menjelaskan bahwa ketika infrastruktur penampungan air permanen sudah berdiri kokoh, WTP portabel tersebut akan langsung direlokasi ke titik lain yang lebih membutuhkan.

"Kita sedang membangun yang reservoir itu. Nah, kalau itu jadi, pasti ini akan bisa kita pindah ke tempat yang lain," sambungnya.

Rencana besar ini juga diamini secara langsung oleh Direktur Umum Perseroda PAM Jaya, Arief Nasrudin.

Menurut Arief, langkah monumental selanjutnya adalah peletakan batu pertama atau groundbreaking untuk pembangunan WTP berskala raksasa yang akan dilaksanakan pada pertengahan tahun ini.

"Kapasitasnya 200 LPS akan di-groundbreaking sekitar Agustus. Mudah-mudahan tidak ada hambatan," tandas Arief.

Angka 200 liter per detik ini jelas merupakan lompatan kapasitas yang luar biasa tajam dibandingkan versi portabelnya.

Baca juga: Wagub Rano Karno Optimistis Jakarta Youth Film Festival 2026 Jadi Role Model Sineas Nasional

Kapasitas sebesar ini menjanjikan aliran air bersih yang jauh lebih deras, bersih, dan stabil langsung menuju perumahan warga setiap harinya.

Selain unit pengolahan air (WTP), infrastruktur penunjang yang tak kalah krusial adalah pembangunan reservoir atau bak penampungan air dalam skala besar.

Kemen PU dan PAM Jaya ternyata telah merancang masterplan reservoir dengan total kapasitas akhir mencapai angka yang sangat fantastis, yakni hingga 24 juta liter!

Untuk tahap pelaksanaannya, Arief memaparkan bahwa saat ini timnya tengah fokus merampungkan pembangunan satu unit tampungan pertama.

Unit awal ini didesain tangguh dan mampu menampung hingga delapan juta liter air sekaligus. 

"Diperkirakan, pembangunan reservoir tahap awal itu akan rampung pada Mei ini," tuturnya.

Keberadaan waduk penampungan buatan ini dinilai sangat vital perannya guna memastikan stok suplai air bersih tetap aman terkendali, terutama ketika memasuki jam-jam puncak pemakaian oleh ribuan masyarakat Jakarta Barat.

Dengan kolaborasi yang apik dan terstruktur antara Pemprov DKI, Kemen PU, dan PAM Jaya, masa depan ketahanan air bersih di ibu kota kini terlihat sangat menjanjikan.

Langkah proaktif dan nyata ini menjadi bukti bahwa keluhan dasar masyarakat tak hanya didengar, tapi langsung dieksekusi dengan solusi teknis yang tepat sasaran.

Kini, mari kita kawal bersama berjalannya proyek ini agar target bulan Mei dan Agustus nanti bisa terealisasi dengan mulus tanpa kendala!

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berita Jakarta

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU