JAKARTA - Pernahkah terbayang di benak kamu, bagaimana jika obat yang seharusnya menyembuhkan justru menjadi racun bagi tubuh?
Isu peredaran obat ilegal dan tren penyalahgunaan obat-obatan tertentu, terutama di kalangan generasi muda, bukanlah sekadar berita lalu yang bisa diabaikan begitu saja.
Ancaman ini nyata dan masih bergerilya di tengah masyarakat, mengintai siapa saja yang lengah dalam memilih produk kesehatan.
Situasi ini tentu menjadi lampu merah bagi kita semua, mengingat dampaknya yang bisa fatal bagi kesehatan jangka panjang, bahkan mengancam nyawa.
Kesadaran ini menuntut adanya kolaborasi aktif antara pemerintah dan masyarakat, karena pengawasan obat tidak bisa hanya dilakukan satu arah, melainkan butuh mata dan telinga dari warga yang peduli.
Menjawab keresahan tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Jakarta mengambil langkah proaktif dengan terjun langsung ke tengah masyarakat.
Pada Jumat (13/2/2026) lalu, sebuah kegiatan edukasi bertajuk "Cerdas Konsumsi Obat yang Aman" digelar di kawasan Cilandak Barat, Jakarta Selatan.
Langkah jemput bola ini bukan sekadar sosialisasi biasa, melainkan sebuah upaya strategis untuk membentengi warga Jakarta dari serbuan produk berbahaya.
Kehadiran sekitar 300 warga dalam acara tersebut menunjukkan betapa tingginya antusiasme dan kebutuhan masyarakat akan informasi yang valid di tengah banjirnya informasi kesehatan yang sering kali simpang siur di media sosial.
Dalam kesempatan tersebut, Evi Citraprianti selaku Ketua Tim Kerja Kelompok Substansi Informasi dan Komunikasi BBPOM di Jakarta, menekankan poin krusial yang sering kali luput dari perhatian kita sehari-hari.
Evi menegaskan bahwa masyarakat sejatinya adalah garda terdepan dalam sistem pengawasan obat dan makanan. Logikanya sederhana, jika konsumen cerdas dan menolak membeli produk yang mencurigakan, maka pasar bagi obat ilegal akan mati dengan sendirinya.
Keesokan harinya, Evi kembali mengingatkan bahwa literasi keamanan obat adalah kunci utama agar setiap individu mampu melindungi diri sendiri, keluarga, dan lingkungan sekitarnya dari risiko fatal konsumsi bahan berbahaya.
Salah satu jurus ampuh yang diperkenalkan BBPOM kepada warga Cilandak Barat adalah metode "Cek KLIK". Istilah ini mungkin terdengar sederhana, namun dampaknya sangat besar jika diterapkan secara konsisten setiap kali kamu hendak membeli produk.
Cek KLIK merupakan singkatan dari Cek Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa.
Evi menjelaskan bahwa sebelum kamu memutuskan untuk membayar atau mengonsumsi obat, pastikan kemasannya dalam kondisi baik dan tidak rusak.
Selanjutnya, baca label dengan teliti, pastikan produk memiliki izin edar resmi dari BPOM, dan yang tak kalah penting, periksa tanggal kedaluwarsanya.
Dengan menerapkan langkah sederhana ini, kamu sudah meminimalisir risiko terpapar produk ilegal yang tidak memenuhi standar keamanan.
Lebih jauh lagi, peran kamu tidak berhenti hanya pada saat membeli. BBPOM mengajak masyarakat untuk aktif memutus mata rantai pasok peredaran produk ilegal dengan cara yang lebih berani.
Evi mengimbau agar warga tidak ragu melaporkan temuan produk mencurigakan melalui kanal resmi BPOM.
Keberanian warga untuk melapor adalah bantuan besar bagi pihak berwenang dalam menindak oknum-oknum tidak bertanggung jawab.
Selain itu, tempat pembelian juga menjadi faktor penentu keselamatanmu. Evi sangat menyarankan agar kamu selalu membeli obat di sarana resmi seperti toko obat berizin, apotek, atau rumah sakit.
Membeli obat di sembarang tempat, apalagi yang menawarkan harga miring tanpa kejelasan asal-usul, sama saja dengan berjudi pada nyawa sendiri.
Edukasi yang diberikan tidak hanya melulu soal cara mendapatkan obat, tetapi juga bagaimana memperlakukan obat tersebut setelah sampai di tangan, hingga saat harus membuangnya.
Masih banyak dari kita yang belum paham bahwa membuang sampah obat sembarangan bisa dimanfaatkan oleh pihak-pihak nakal untuk didaur ulang menjadi obat palsu.
Oleh karena itu, Evi menekankan pentingnya pengelolaan limbah obat rumah tangga.
Jika kamu memiliki obat yang sudah kedaluwarsa atau rusak, pastikan untuk membuangnya dengan cara yang benar, misalnya dengan merusak kemasan atau menghancurkan obatnya terlebih dahulu agar tidak bisa digunakan kembali.
Melalui kegiatan di Jakarta Selatan ini, pesan yang ingin disampaikan sangat jelas, yakni kesehatan adalah aset paling berharga yang harus dijaga dengan kecerdasan.
Jangan sampai ketidaktahuan atau kelalaian membuat kamu dan orang-orang tersayang menjadi korban. Jadilah konsumen yang kritis, selalu ingat Cek KLIK, dan pastikan sumber obatmu terpercaya.
Dengan begitu, kamu turut berkontribusi dalam menciptakan Jakarta yang lebih sehat dan bebas dari jeratan obat ilegal.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berita Jakarta