Sabtu, 18 APRIL 2026 • 08:28 WIB

Sambut 5 Abad Kota Jakarta, Pemprov dan JGTC Gelar Konser Jazz Spektakuler Tahun 2026

Author

Press Conference Jazz Goes To Campus (JGTC) 2026 (Tiyo Surya Sakti/Berita Jakarta)

JAKARTA - Siapa sangka usia Jakarta sebentar lagi menyentuh setengah milenium?

Ya, menjelang perayaan agung 500 tahun atau lima abad Kota Jakarta pada 2027 mendatang, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tengah menyiapkan gebrakan istimewa.

Tidak sekadar menggelar seremoni biasa, Pemprov DKI mengambil langkah strategis dengan menggandeng festival musik legendaris Jazz Goes to Campus (JGTC).

Kolaborasi epik bertajuk The City Series ini dirancang khusus untuk mengukuhkan posisi Jakarta sebagai kota global metropolis yang tak pernah lupa pada akar budaya lokalnya.

Penasaran bagaimana serunya perpaduan musik jazz modern dengan nuansa kental Betawi? 

Baca juga: Sambut HUT DKI Jakarta, Gubernur Pramono Anung Siap Gelar Haul Ulama Betawi di Monas hingga Tambah Sekolah Swasta Gratis!

Gagasan kolaborasi besar ini dipaparkan secara langsung oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) DKI Jakarta, Andhika Permata, dalam sebuah konferensi pers di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, pada Jumat (17/4/2026).

Andhika menegaskan bahwa Jakarta saat ini sedang dalam fase penting untuk memposisikan diri sebagai kota modern yang seimbang.

"Dalam perspektif Pemprov, Jakarta diposisikan sebagai kota global dan berbudaya," tutur Andhika.

Momen perayaan ini dinilai sangat tepat dan memiliki makna historis ganda. Jakarta akan genap berusia 499 tahun pada 22 Juni 2026, yang akan menjadi batu loncatan kemeriahan menuju lima abad pada 2027.

Menariknya, lini masa ini berjalan selaras dengan perayaan 50 tahun eksistensi JGTC. 

Oleh karena itu, sinergi yang dibangun sejak dini ini bertujuan untuk menciptakan sebuah festival berskala internasional yang mampu merepresentasikan identitas sejati Jakarta di mata dunia.

Bagi kamu yang berpikir bahwa festival ini hanyalah acara hiburan semata, bersiaplah untuk melihat gambaran yang lebih besar.

Kolaborasi yang dibungkus dalam konsep The City Series ini menitikberatkan pada pembangunan ekosistem ekonomi kreatif.

Pemprov DKI menyadari betul bahwa industri musik adalah motor penggerak ekonomi yang masif bagi ekosistem masyarakat perkotaan.

"JGTC bukan sekadar konser musik, tetapi bagian dari pembangunan ekosistem ekonomi kreatif," tegas Andhika.

Lebih jauh lagi, karakter musik jazz yang sangat inklusif dan fleksibel membuka ruang eksplorasi artistik tanpa batas.

Melalui wadah ini, Pemprov DKI menargetkan lahirnya karya revolusioner berupa penggabungan jazz dengan alunan musik tradisional khas Betawi.

Bayangkan betapa indahnya harmoni saksofon modern yang berpadu dengan ketukan rancak gambang kromong atau tiupan terompet tanjidor.

Baca juga: Jelang HUT ke-500, Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Soroti Penataan Kota agar Estetik dan Ramah Lingkungan!

Hal ini merupakan sebuah upaya nyata dan cerdas untuk memperkuat identitas budaya Jakarta di tengah derasnya arus globalisasi.

Konsep inovatif ini turut diamini dengan antusias oleh Candra Darusman, sosok visioner sekaligus penggagas lahirnya JGTC.

Menurut rencana yang telah disusun, perhelatan Jazz Goes to Campus The City Series akan menghentak panggung Taman Ismail Marzuki (TIM), Menteng, Jakarta Pusat, pada tanggal 25 April 2026 mendatang.

Pemilihan TIM sebagai lokasi acara tentu bukan tanpa alasan, mengingat kawasan tersebut merupakan episentrum atau pusat kebudayaan dan kesenian masyarakat Jakarta.

Acara ini akan dikemas menjadi sesuatu yang bermakna, tidak hanya sebagai tontonan musikal, melainkan juga sebagai ajang edukasi.

"Acara akan diawali dengan sesi talkshow pukul 18.30-19.30. Kemudian, dilanjutkan dengan konser utama yang menampilkan sejumlah musisi dan penata musik ternama Indonesia," jelas Candra.

Pendekatan dwifungsi ini sengaja dirancang agar genre jazz menjadi lebih kontekstual dan dekat dengan realitas kehidupan masyarakat kota, terutama bagi kamu para generasi muda yang aktif dan dinamis.

Program ini diharapkan mampu memfasilitasi ruang dialog lintas generasi yang interaktif.

"The City Series menjadi langkah untuk memperluas jangkauan audiens sekaligus memperkuat posisi JGTC sebagai festival jazz yang terus berkembang tanpa meninggalkan akar artistiknya," pungkas Candra.

Perpaduan antara visi kebudayaan Pemprov DKI Jakarta dan idealisme bermusik JGTC membuktikan bahwa modernisasi sebuah kota bisa berjalan harmonis dengan pelestarian tradisinya.

Bagi kamu warga Jakarta dan sekitarnya, pastikan The City Series pada bulan April 2026 ini masuk ke dalam agenda wajibmu.

Mari kita bersiap menjadi saksi sejarah bagaimana alunan musik jazz dan pesona budaya Betawi melebur sempurna, menyambut gemerlap lima abad ibu kota yang kita cintai ini!

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berita Jakarta

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU