Senin, 23 FEBRUARI 2026 • 17:09 WIB

Ngabuburit Produktif! Perpustakaan Sudin Pusip Jakarta Timur Jadi Spot Favorit Warga Selama Ramadhan 1447 H

Author

Perpustakaan di Kantor Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Sudin Pusip) Jakarta Timur (Nurito/Berita Jakarta)

JAKARTA - Momen bulan suci selalu identik dengan berbagai tradisi unik, salah satunya adalah berburu takjil atau sekadar berkeliling kota melintasi kemacetan ibukota untuk menunggu waktu berbuka.

Namun, puasa seharian di tengah cuaca Jakarta yang kerap terik tentu kadang membuat tubuh terasa lebih cepat lelah.

Jika kamu bosan dengan rutinitas sore yang penuh debu dan hiruk-pikuk jalan raya, tahukah kamu bahwa ada alternatif kegiatan yang jauh lebih sejuk, bermanfaat, dan tentunya gratis? Jawabannya adalah ngabuburit literasi.

Pada momen Ramadhan 1447 Hijriah tahun 2026 ini, sebuah fenomena menarik terjadi di Kantor Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Sudin Pusip) Jakarta Timur.

Alih-alih sepi karena warga beristirahat di rumah, perpustakaan ini justru kebanjiran pengunjung yang menjadikan buku sebagai teman setia menanti azan Magrib berkumandang.

Baca juga: Mau Liburan Tenang? Ini 5 Rekomendasi Pet Hotel Terbaik di Jakarta untuk Titip Anabul Tercinta!

Perpustakaan tidak lagi sekadar gudang buku yang kaku dan membosankan. Di Jakarta Timur, fasilitas publik ini telah bertransformasi menjadi ruang rekreasi edukatif yang sangat diminati oleh berbagai kalangan masyarakat.

Dari anak-anak yang baru pulang sekolah hingga orang dewasa yang ingin sejenak lari dari penatnya pekerjaan, semua berkumpul di bawah satu atap yang sama dengan tujuan yang serupa, menghabiskan waktu dengan cara yang berkualitas.

Kepala Seksi Perpustakaan Sudin Pusip Jakarta Timur, Fauziyah, mengonfirmasi tingginya antusiasme warga tersebut.

Menurut pengamatannya di lapangan, bulan puasa sama sekali tidak menyurutkan niat masyarakat untuk datang dan membaca.

Ia mengungkapkan bahwa selama bulan Ramadhan, jumlah pengunjung perpustakaan mencatat angka yang sangat positif dan stabil, dengan dominasi yang cukup mencolok dari kalangan anak usia sekolah.

Fauziyah menjelaskan bahwa sebagian besar pengunjung memang sengaja datang untuk memanfaatkan waktu luang mereka di sore hari.

Membaca buku sambil duduk di ruangan yang sejuk terbukti menjadi metode ngabuburit yang sangat efektif.

Menyelami berbagai kisah dari koleksi buku yang ada, mulai dari buku dongeng legendaris, novel fiksi remaja, hingga literatur pengetahuan umum, membuat waktu berjalan tanpa terasa. 

Tingkat kunjungan harian yang tercatat juga sangat mengesankan untuk ukuran fasilitas literasi lokal.

Rata-rata, perpustakaan ini menyambut kehadiran sekitar 72 hingga 85 orang setiap harinya, sebuah angka yang menunjukkan bahwa minat baca warga Jakarta Timur sejatinya sangat tinggi jika didukung oleh fasilitas yang memadai.

Bagi kamu yang khawatir perpustakaan akan tutup lebih awal atau tidak beroperasi maksimal selama bulan puasa, Sudin Pusip Jakarta Timur punya kabar baik.

Layanan perpustakaan tetap berjalan prima demi mengakomodasi semangat literasi warga.

Selama bulan Ramadhan 1447 H, pintu perpustakaan terbuka lebar mulai pukul 09.00 hingga 17.00 WIB.

Baca juga: Nongkrong di Atas Kota, Ini 5 Rekomendasi Cafe Rooftop Terbaik di Jakarta untuk "Healing" Sejenak!

Waktu tutup pada pukul lima sore ini dinilai sangat ideal, karena memberikan jeda waktu yang pas bagi para pengunjung untuk segera bersiap pulang ke rumah atau mencari hidangan berbuka puasa yang dijajakan di sekitar lokasi.

Kebijakan operasional ini tidak dibuat secara sembarangan, melainkan merujuk pada regulasi resmi pemerintah.

Fauziyah memaparkan bahwa jadwal tersebut mengacu pada Keputusan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi DKI Jakarta Nomor e-0012 Tahun 2026 yang mengatur secara spesifik tentang Jam Layanan Perpustakaan Umum Selama Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah.

Menariknya lagi, layanan ini tidak hanya terbatas pada hari kerja. Perpustakaan tetap melayani pengunjung pada akhir pekan, yakni hari Sabtu dan Minggu.

Fasilitas ini hanya akan ditutup pada saat hari libur nasional, sehingga warga memiliki fleksibilitas waktu yang sangat luas untuk berkunjung, terutama bagi mereka yang hanya memiliki waktu luang di akhir pekan.

Untuk memastikan kenyamanan setiap pengunjung, tata letak perpustakaan juga telah diatur sedemikian rupa dengan memisahkan area berdasarkan kelompok usia.

Pengunjung dengan kategori anak-anak difasilitasi dengan ruang membaca khusus yang berada di lantai dua.

Ruangan ini didesain lebih interaktif dan ramah anak, dipenuhi dengan koleksi buku dongeng dan cerita bergambar yang memantik imajinasi.

Sementara itu, bagi pengunjung remaja dan dewasa, tersedia area membaca di lantai tiga yang suasananya lebih tenang dan kondusif untuk membaca buku-buku fiksi tebal atau literatur yang membutuhkan konsentrasi lebih tinggi.

Nyatanya, inisiatif Sudin Pusip Jakarta Timur dalam menyediakan fasilitas yang nyaman ini mendapatkan respons yang sangat hangat dari masyarakat.

Hal ini tercermin dari pengalaman langsung para pemustaka yang rutin datang.

Salah seorang pengunjung setia, Shinta, seorang remaja berusia 16 tahun, membagikan ceritanya mengapa ia lebih memilih perpustakaan dibandingkan tempat nongkrong lainnya.

Bagi pelajar seperti Shinta, perpustakaan menawarkan sebuah sanctuary atau tempat pelarian yang sempurna dari rasa haus dan lapar saat berpuasa.

Ia mengaku sengaja datang ke perpustakaan untuk mengisi waktu menjelang berbuka dengan aktivitas yang memberinya ketenangan.

Baca juga: Bosan di Rumah? Ini 3 Spot Ngabuburit Hits di Jakarta yang Wajib Kamu Kunjungi Ramadhan Tahun Ini!

Lokasi perpustakaan yang strategis juga menjadi nilai tambah yang tak terbantahkan.

Karena jaraknya yang sangat dekat dari rumah, Shinta hanya perlu berjalan kaki santai untuk mencapai gedung perpustakaan, menghemat energi yang sangat berharga saat sedang berpuasa.

Daya tarik utama yang membuat Shinta betah berlama-lama tentu saja adalah kenyamanan fasilitasnya.

Membaca buku di dalam ruangan yang dilengkapi dengan pendingin udara yang sejuk membuatnya merasa sangat relaks.

Sensasi tenggelam dalam alur cerita novel fiksi sambil menikmati hembusan AC membuat rasa lapar seolah menguap begitu saja.

Saking asyiknya membaca dalam kondisi yang nyaman tersebut, Shinta sering kali tidak menyadari bahwa waktu sudah beranjak sore dan azan Magrib sudah hampir berkumandang.

Kisah Shinta dan puluhan pengunjung lainnya setiap hari di Perpustakaan Sudin Pusip Jakarta Timur membuktikan bahwa ngabuburit tidak melulu harus identik dengan kegiatan konsumtif atau bermacet-macetan di jalan.

Dengan fasilitas publik yang dikelola dengan baik, bersih, dan nyaman, warga kota memiliki opsi hiburan yang cerdas dan menyehatkan pikiran.

Jadi, bagaimana dengan kamu? Apakah kamu tertarik untuk mencoba sensasi ngabuburit berbalut literasi ini di sisa hari bulan Ramadhan?

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berita Jakarta

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU