Planetarium Jakarta Kembali Jadi Primadona Wisata Edukasi Hits Tahun 2026: Siap-Siap "War" Tiket!
JAKARTA - Bagi warga Jakarta dan sekitarnya, liburan sekolah serta momen Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025–2026 kemarin terasa sedikit berbeda.
Ada satu destinasi lawas yang mendadak kembali menjadi buah bibir dan incaran kaum muda hingga keluarga.
Bukan kafe aesthetic baru di Jakarta Selatan, melainkan Teater Bintang Planetarium di kawasan Taman Ismail Marzuki (TIM) yang sukses mencuri perhatian ribuan pengunjung.
Setelah resmi dibuka kembali dan diresmikan oleh Gubernur DKI Jakarta pada 23 Desember 2025 lalu, wajah baru Planetarium Jakarta langsung diserbu antusiasme publik yang luar biasa.
PT Jakarta Propertindo (Perseroda) atau Jakpro, selaku pengelola, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada masyarakat.
Baca juga: Antusiasme Tinggi, Tiket Planetarium Jakarta Dijual Online dan On-Site
Fenomena antrean panjang dan tiket yang ludes dalam hitungan menit menjadi pemandangan sehari-hari di Cikini belakangan ini.
Hal ini menjadi bukti nyata bahwa di tengah gempuran hiburan digital, wisata berbasis edukasi sains ternyata masih memiliki daya tarik yang sangat seksi dan relevan bagi masyarakat urban.
Tingginya minat masyarakat ini tercermin dari drama perburuan tiket yang kerap terjual habis dalam waktu singkat.
Bagi kamu yang berencana berkunjung, penting untuk memahami mekanisme pembelian agar tidak gigit jari.
Jakpro menerapkan skema penjualan tiket yang cukup adil, yaitu pembagian kuota 50 persen secara online melalui platform Loket.com dan 50 persen sisanya dijual langsung (on the spot) di lokasi.
Kebijakan pembagian kuota fifty-fifty ini diterapkan sesuai arahan langsung Gubernur DKI Jakarta.
Tujuannya sederhana, yakni memberikan akses yang setara bagi seluruh lapisan masyarakat, baik mereka yang tech-savvy maupun masyarakat umum yang datang langsung dari luar daerah.
Head of SBU Taman Ismail Marzuki Jakpro, Anya A Christiana, menegaskan bahwa seluruh mekanisme ticketing diatur sangat ketat berdasarkan ketersediaan kursi per pertunjukan.
Artinya, tidak akan ada penambahan penonton di luar kuota yang ditetapkan demi kenyamanan dan keselamatan bersama.
Jadi, jika kamu gagal "war" tiket online, opsi datang lebih pagi untuk antre tiket langsung bisa menjadi solusi.
Kembalinya Planetarium Jakarta sebagai destinasi favorit bukan hanya soal hype semata.
Anya A Christiana mengungkapkan rasa bangganya melihat antusiasme warga yang membuktikan bahwa Teater Bintang bukan sekadar tempat hiburan semata.
Lebih dari itu, tempat ini berfungsi sebagai sarana literasi astronomi yang krusial bagi generasi muda.
Baca juga: Pramono Pastikan Akses Tiket Planetarium Lebih Mudah untuk Warga
Pengalaman visual menatap simulasi langit Jakarta yang bebas polusi cahaya menjadi momen magis yang mengedukasi sekaligus menghibur.
Jakpro berkomitmen penuh menjaga kualitas pelayanan agar pengalaman belajar luar angkasa ini tetap aman, nyaman, dan berkesan.
Berbagai langkah antisipatif telah dilakukan untuk menghadapi lonjakan pengunjung, mulai dari optimalisasi sistem reservasi daring untuk mengurai antrian panjang, hingga penyesuaian jadwal pertunjukan.
Kabar baiknya, jam pertunjukan kini telah ditambah hingga sore dan malam hari, memberikan fleksibilitas lebih bagi pengunjung yang sibuk di siang hari.
Pihak pengelola juga telah meningkatkan kebersihan area publik dan kesiagaan petugas di lapangan untuk memastikan kelancaran alur kunjungan.
Jakpro mengajak seluruh pengunjung untuk turut serta menjaga ketertiban dan kenyamanan selama berada di area Teater Bintang.
Mengingat tingginya animo masyarakat yang diprediksi masih akan berlanjut di awal tahun 2026 ini, ada baiknya kamu terus memantau informasi terkini.
Bagi kamu yang tidak ingin ketinggalan info soal jadwal pertunjukan atau ketersediaan tiket, sangat disarankan untuk memantau kanal media sosial resmi Taman Ismail Marzuki di @tim.cikini serta akun resmi Jakpro.
Dengan persiapan yang matang, pengalaman menjelajahi semesta di jantung kota Jakarta ini pasti akan menjadi memori yang tak terlupakan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berita Jakarta