Senin, 18 AGUSTUS 2025 • 18:23 WIB

PKS Serap Aspirasi 13 Asosiasi Haji dan Umrah Terkait RUU PIHU

Author

Presiden PKS Almuzzammil Yusuf (tengah) memberikan keterangan kepada wartawan usai menerima masukan 13 asosiasi penyelenggara haji dan umrah di Kantor DPP PKS, Jakarta, Senin (18/8/2025). (Fianda Sjofjan Rassat.)

JAKARTA— DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menerima masukan dari 13 asosiasi penyelenggara haji dan umrah dalam sebuah pertemuan di kantor pusat PKS, Jakarta Selatan, Senin (18/8).

Pertemuan itu fokus membahas masukan terhadap Rancangan Undang-Undang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah (RUU PIHU) yang sedang dalam proses legislasi.

Presiden PKS, Almuzzammil Yusuf, menjelaskan bahwa para pelaku usaha dan penyelenggara haji telah menyampaikan berbagai catatan kritis, termasuk Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) yang lengkap.

 “Pasal-pasal yang sudah disahkan pun mereka beri catatan. Ada yang berkaitan dengan porsi haji khusus, umrah mandiri, dan lainnya. Tapi saya tidak ingin membahas poinnya secara terpisah,” ujarnya kepada wartawan.

Meski RUU tersebut telah disahkan di tingkat Komisi VIII DPR, PKS tetap membuka ruang dialog publik untuk penyempurnaan.

Almuzzammil menegaskan bahwa mendengar aspirasi dari pelaku lapangan yang berpengalaman adalah langkah penting demi melahirkan regulasi yang lebih relevan dan aplikatif. 

“Memang idealnya masukan disampaikan di awal. Tapi kalau pun setelah diketok palu, kami yakin masih ada ruang untuk mendengarkan,” katanya.

Ia juga menampik kekhawatiran sebagian pihak bahwa RUU tersebut akan menyulitkan penyelenggaraan ibadah.

 Menurutnya, justru rancangan ini ditujukan untuk menjamin kenyamanan, keamanan, serta keberlangsungan ibadah bagi para jemaah.

 “Tujuan kita satu: jamaah bisa berangkat, beribadah dengan tenang, aman, dan kembali membawa predikat haji mabrurserta menjaga nama baik bangsa di mata dunia,” tambahnya.

Sementara itu, Firman M. Nur, perwakilan dari Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI), menyampaikan apresiasinya atas sikap terbuka PKS. 

“Diskusi kami sangat konstruktif. Kami menyampaikan pasal-pasal yang kami nilai penting, dan semua diterima dengan baik. Harapan kami tentu untuk tata kelola haji dan umrah yang lebih baik, berpihak pada umat,” ujar Firman.

Baca juga: Aji Santoso: IGK Manila Itu Simbol Disiplin di SEA Games 1991

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU