Ilustrasi Bandara Kemayoran dari dalam pesawat (alchetron.com)
JAKARTA - Jika kamu melintasi kawasan Jakarta Pusat, khususnya di sekitar area Pekan Raya Jakarta (PRJ), kamu mungkin tidak menyadari bahwa tanah yang sedang kamu pijak menyimpan sejarah besar bagi dunia penerbangan Indonesia.
Jauh sebelum Bandara Soekarno-Hatta menjadi gerbang utama nusantara, dan sebelum Halim Perdanakusuma sibuk melayani penerbangan militer dan VIP, Jakarta memiliki satu kebanggaan bernama Bandara Kemayoran.
Sebagai bandara internasional pertama di Indonesia, tempat ini pernah menjadi saksi bisu kejayaan dirgantara tanah air yang kini sisa-sisa kemegahannya mulai terlupakan oleh generasi muda.
Ilustrasi Bandara Kemayoran di Tahun 1940-an (Star Magazine)
Mungkin sulit bagi kamu untuk membayangkan bahwa di tengah padatnya pemukiman dan gedung bertingkat di Kemayoran saat ini, dahulu pernah mendarat pesawat-pesawat berbadan lebar dari berbagai penjuru dunia.
Sejak resmi beroperasi penuh pada tahun 1940, Bandara Kemayoran menjadi hub sibuk yang menghubungkan Indonesia dengan kota-kota besar di Eropa dan Asia. Reputasi bandara ini sangat mentereng pada masanya.
Baca juga: Mengenal Tari Vaganza: Ikon Baru Budaya Kepulauan Seribu yang Memikat Hati Wisatawan
Deretan maskapai legendaris dunia tercatat pernah membuka rute penerbangan dari dan ke bandara ini.
Kamu bisa membayangkan betapa sibuknya apron bandara saat itu yang diisi oleh burung besi milik Aeroflot dari Rusia, British Airways dari Inggris, hingga Japan Airlines yang membawa tamu dari Negeri Sakura.
Tidak ketinggalan, maskapai asal Belanda, KLM, dan maskapai Jerman, Lufthansa, juga menjadi pelanggan tetap landasan pacu Kemayoran.
Kehadiran maskapai-maskapai kelas kakap ini membuktikan betapa strategisnya posisi Jakarta di mata dunia internasional pada pertengahan abad ke-20.
Bandara ini bukan sekadar tempat transit, melainkan simbol modernitas Indonesia yang baru merdeka.
Adventure of Tintin Flight 714 to Sydney (imdb.com)
Ketenaran Bandara Kemayoran tidak hanya tercatat dalam buku sejarah penerbangan, tetapi juga abadi dalam budaya populer dunia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber