Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 08 JANUARI 2026 • 12:16 WIB

Wisata Religi di Jakarta Timur: Menelusuri Jejak Pangeran Jayakarta di Masjid Jami Assalafiyah yang Berusia 4 Abad!

Wisata Religi di Jakarta Timur: Menelusuri Jejak Pangeran Jayakarta di Masjid Jami Assalafiyah yang Berusia 4 Abad!Masjid Jami Assalafiyah, Jakarta Timur (Akhmad Fauzi)

JAKARTA - Di tengah hiruk-pikuk Jakarta Timur yang padat dan dinamis, tersimpan sebuah oase ketenangan yang tidak hanya menawarkan kedamaian spiritual, tetapi juga lorong waktu menuju masa lalu kejayaan Batavia.

Bagi kamu yang gemar mencari spot wisata religi bersejarah atau hanya ingin menepi sejenak dari keriuhan kota, Masjid Jami Assalafiyah di Jatinegara menjadi destinasi yang wajib masuk dalam daftar kunjunganmu.

Masjid ini merupakan saksi bisu perjuangan melawan kolonialisme yang telah berdiri kokoh selama lebih dari empat abad.

Menyingkap Makna Mendalam di Balik Nama Assalafiyah

Sebelum melangkah lebih jauh ke dalam nilai sejarahnya, ada baiknya kita memahami filosofi indah yang tersemat pada nama masjid ini.

Nama Masjid Jami Assalafiyah berasal dari kata "jami" yang berarti sebuah tempat peribadatan besar yang menjadi pusat berkumpulnya umat. Namun, esensi spiritualnya terletak pada kata "Assalafiyah".

Baca juga: Ratusan Warga Kelurahan Kartini Serbu Posyandu ILP, Menu Omelet Hingga Puding Jagung Jadi Rebutan!

Kata ini berakar dari istilah Salaf al-Salih yang merujuk pada tiga generasi emas umat Muslim terdahulu, yakni para Sahabat, Tabi'in, dan Tabi'ut Tabi'in.

Generasi ini dianggap sebagai teladan paling murni dalam menjalankan syariat Islam.

Dengan tambahan akhiran "yah" yang berarti pengikut, Masjid Jami Assalafiyah memproklamirkan dirinya sebagai simbol bagi para pengikut jejak pendahulu yang saleh. 

Filosofi ini menciptakan atmosfer yang kental akan tradisi dan kesucian, membuat siapa saja yang berkunjung merasakan getaran spiritual yang menenangkan hati, seolah diajak kembali ke masa di mana nilai-nilai agama dipegang teguh dengan penuh ketulusan.

Saksi Bisu Perjuang Sang Pangeran Jayakarta

Daya tarik utama masjid ini tentu tidak bisa dilepaskan dari sosok heroik Pangeran Jayakarta atau Achmad Jakerta.

Masjid yang mulai dibangun pada tahun 1620 ini sering disebut juga sebagai Masjid Pangeran Jayakarta. 

Penyematan julukan tersebut tentu bukan tanpa alasan. Sebab, di kompleks masjid inilah sang pahlawan dimakamkan bersama kerabat dan keturunannya.

Pangeran Jayakarta sendiri merupakan tokoh sentral yang memiliki andil besar dalam mempertahankan wilayah Jakarta dari cengkeraman penjajah Belanda.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berbagai Sumber

BERITA TERBARU

Wisata Religi di Jakarta Timur: Menelusuri Jejak Pangeran Jayakarta di Masjid Jami Assalafiyah yang Berusia 4 Abad!

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!