Rabu, 15 JULI 2026 • 21:01 WIB

Gubernur Pramono Anung Pastikan Tumpukan Sampah di Rusun Waduk Pluit Bersih dalam Waktu 10 Hari

Author

Kondisi di TPS Rusun Waduk Pluit, Jakarta Utara (Anita Karyati/Berita Jakarta)

JAKARTA - Pernah kebayang nggak gimana rasanya beraktivitas di dekat tumpukan sampah yang menggunung dengan aroma menyengat setiap hari?

Buat kamu warga Jakarta Utara khususnya yang sering nongkrong atau lewat di sekitar Rusun Waduk Pluit pasti belakangan ini merasa kurang nyaman dengan pemandangan tersebut.

Masalah penumpukan sampah memang selalu jadi pekerjaan rumah yang cukup berat buat kota metropolitan super sibuk seperti Jakarta. 

Tapi tenang saja, karena Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung sudah turun tangan langsung untuk memastikan tumpukan limbah di Tempat Penampungan Sementara Rusun Waduk Pluit segera beres.

Beliau berjanji masalah ini bakal kelar dalam waktu maksimal sepuluh hari ke depan supaya warga bisa kembali beraktivitas dengan nyaman tanpa gangguan bau tak sedap dan lingkungan kembali asri.

Baca juga: Gubernur Pramono Anung Pastikan JPO Jalan Kapten Tendean Dibangun Ulang Pasca Insiden Truk Alat Berat

Langkah Cepat Pemprov DKI Atasi Sampah

Keseriusan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam menangani masalah kebersihan ini bukan hanya janji manis belaka yang sering kita dengar.

Pramono Anung atau yang akrab disapa “Mas Pram” menyampaikan komitmennya tersebut secara langsung dari Balai Kota Jakarta pada Rabu (15/7/2026). 

Beliau dengan tegas menargetkan persoalan tumpukan limbah di kawasan Penjaringan Jakarta Utara itu bisa diselesaikan selambat-lambatnya delapan sampai sepuluh hari kerja.

Langkah taktis langsung diambil oleh dinas terkait pada hari itu juga untuk memastikan target waktu tersebut benar-benar bisa tercapai dengan baik.

Untuk saat ini, pihak Pemprov DKI sudah menerjunkan sejumlah armada tempur demi mengurai gunungan kotoran di lokasi kejadian.

Tercatat, ada satu unit alat berat berukuran besar beserta tiga truk pengangkut yang disiagakan penuh waktu.

Tidak ketinggalan ada sepuluh personel kebersihan andalan yang terus bekerja keras di lapangan siang dan malam.

Rencananya, jumlah armada dan personel ini bakal terus ditambah dalam satu hingga dua hari ke depan supaya proses pembersihan bisa berjalan jauh lebih cepat dan efisien mengejar tenggat waktu.

Alasan Dibalik Penumpukan Sampah

Kamu mungkin sempat penasaran kenapa sampah di Tempat Penampungan Sementara (TPS) Rusun Waduk Pluit bisa sampai menumpuk sebegitu banyaknya hingga viral di media sosial.

Menurut penjelasan detail dari sang gubernur, akar masalahnya ternyata ada pada sistem antrean logistik pembuangan.

Terjadi keterlambatan pergerakan truk pengangkut di berbagai titik TPS yang kemudian berimbas parah pada penumpukan antrean pembuangan akhir di kawasan Bantargebang.

Rantai distribusi yang sempat macet inilah yang akhirnya membuat kapasitas penampungan di Waduk Pluit membludak tak karuan melampaui batas wajarnya.

Meski ada kendala sistemik seperti itu pihak pemerintah tetap optimis timnya bisa menyelesaikan pembersihan tepat pada waktunya.

Baca juga: Gunungan Sampah Pasar Cakung Dikebut! Pemprov DKI Ajak Kita Mulai Pilah Sampah di Rumah

Kerja keras para pahlawan kebersihan di lapangan sangat patut diapresiasi karena mereka berpacu dengan batas waktu untuk memindahkan berton-ton limbah rumah tangga masyarakat.

Dengan penambahan personel yang segera direalisasikan pada minggu ini, diharapkan ritme pengangkutan menuju Bantargebang bisa kembali normal dan lancar seperti sedia kala.

Perbaikan Tata Kelola Waduk Pluit Ke Depan

Pembersihan area penampungan secara instan tentu saja belum cukup untuk menyelesaikan akar permasalahan jangka panjang.

Agar insiden serupa nggak terulang lagi di masa mendatang, Pramono juga memberikan instruksi khusus terkait pengelolaan tata ruang di Waduk Pluit secara keseluruhan. 

Menurutnya, tata kelola area tersebut harus dibenahi secara menyeluruh dengan payung aturan yang jauh lebih tegas.

Sistem pengelolaan kawasan yang tertib otomatis akan mencegah terjadinya penumpukan liar dan menjamin estetika ruang publik agar tetap nyaman buat tempat kumpul warga.

Sebagai Gen Z atau Milenial yang peduli pada kelestarian lingkungan, kamu juga sangat bisa ikut ambil bagian dalam menjaga kebersihan ibu kota.

Mulai dari langkah sederhana seperti memilah sampah plastik dari rumah dan mengurangi gaya hidup konsumtif yang boros kemasan.

Sinergi antara pemerintah yang bekerja cepat merespons keluhan dan warga yang sadar kebersihan adalah kunci utama mewujudkan Jakarta yang lebih bersih.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berita Jakarta

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU