Rabu, 15 JULI 2026 • 20:40 WIB

HUT ke-50 LKB Jadi Bukti Budaya Betawi Makin Eksis Saat Jakarta Bertransisi Jadi Kota Global

Author

Perayaan HUT Lembaga Kebudayaan Betawi (LKB) yang ke-50 (Lembaga Kebudayaan Betawi)

JAKARTA - Bayangkan kamu hidup di kota metropolis super sibuk yang sebentar lagi merayakan hari ulang tahunnya yang ke-499.

Di tengah gemerlap gedung bertingkat dan status Jakarta yang kini sedang bertransisi mantap menuju kota global, eksistensi kebudayaan aslinya rupanya tidak luntur sama sekali. 

Hal ini dibuktikan secara langsung saat Lembaga Kebudayaan Betawi (LKB) yang menggelar sebuah acara megah bertajuk “Pagelaran Seni Budaya Betawi”.

Event seru ini diselenggarakan di Teater Besar Taman Ismail Marzuki Jakarta Pusat pada Selasa (14/7/2026) lalu. 

Atraksi Seni dan Momen Reuni Seniman Legendaris

Mengusung semangat pelestarian budaya yang relevan buat anak muda zaman sekarang, event ini menyuguhkan berbagai kesenian khas yang pasti bikin kamu bangga jadi warga Jakarta.

Baca juga: Jakarta Resmi Jadi Kota Paling Padat di Dunia, Kalahkan Tokyo!

Panggung megah Teater Besar TIM sukses dimeriahkan oleh beragam penampilan apik, mulai dari tari tradisional, alunan musik Betawi yang syahdu, hingga irama keroncong Betawi. 

Suasana acara malam itu makin pecah berkat kehadiran deretan seniman senior kesayangan warga.

Tokoh seniman kenamaan seperti Mak Tonah, Munaroh, Sabar Bokir, Burhan, Opie Kumis, dan Bang Kubil sukses mengocok perut penonton lewat aksi pertunjukan lenong yang sangat kocak. 

Setelah puas tertawa lepas, para penonton langsung diajak bernostalgia lewat lantunan Keroncong Betawi pimpinan Yoyo Muhtar. Sesi ini dipandu secara interaktif oleh MC kondang Bang Aden dan Mpo Amira.

Tidak ketinggalan, ada juga momen manis yang penuh haru ketika finalis Abang None Cilik naik ke atas panggung.

Mereka mendapat sambutan meriah sebagai bukti nyata bahwa regenerasi budaya lokal terus berjalan dengan baik.

Jakarta Kota Global Identitas Betawi Tetap Tuan Rumah

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum LKB Beky Mardani menyampaikan rasa bangganya atas perjalanan panjang lima dekade lembaga ini.

Sejak resmi berdiri pada tahun 1976, LKB secara konsisten selalu menjadi mitra strategis Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk memajukan budaya asli ibu kota. 

Beky menegaskan dengan penuh keyakinan bahwa budaya Betawi sudah sangat teruji ketahanannya dalam menghadapi zaman.

Sejak ratusan tahun lalu, budaya ini terbiasa hidup berdampingan dengan beragam budaya lain dan terbukti mampu berakulturasi secara luwes tanpa kehilangan jati dirinya sama sekali. 

Beky menuturkan bahwa berbagai kajian dan rekomendasi dari LKB telah banyak membantu penyusunan kebijakan pelestarian budaya lokal.

Dirinya juga sangat berharap bahwa revisi regulasi pemajuan kebudayaan di Jakarta ke depannya bisa memberikan ruang gerak yang jauh lebih luas. 

Harapannya pelestarian bahasa asli, sastra lisan, kuliner, pakaian adat, hingga permainan rakyat bisa terus dioptimalkan.

Baca juga: Wagub Rano Karno Beberkan Lima Poin Ubah Aturan Pajak Jakarta Termasuk Pembebasan UMKM

Beky merasa sangat bersyukur karena pihak Pemprov DKI Jakarta telah menegaskan komitmen mereka bahwa budaya Betawi merupakan budaya inti dari kota ini.

Regenerasi Berkelanjutan Sorotan Dunia Internasional

Perjalanan panjang membesarkan kebudayaan lokal yang berharga ini tentu melibatkan sumbangsih banyak tokoh penting di baliknya.

Budayawan Betawi Yahya Andi Saputra menceritakan bahwa kesuksesan eksistensi LKB tidak bisa dilepaskan dari peran besar Gubernur DKI Jakarta periode 1966 sampai 1977, yakni Bapak Ali Sadikin. 

Sang mantan gubernur memang diakui sebagai salah satu tokoh sentral dalam sejarah kebangkitan budaya Betawi.

Yahya lalu menegaskan kembali komitmen kuat LKB untuk terus melakukan regenerasi budaya lewat berbagai program edukasi.

Beberapa langkah nyatanya termasuk menghidupkan lagi tradisi ngebuleng, seni sohibul hikayat, serta kompetisi Abang None Cilik yang tahun ini kembali digelar lewat kerja sama dengan pihak PT Pembangunan Jaya Ancol. 

Acara ini juga terasa makin spesial karena dihadiri oleh Gubernur DKI Jakarta periode 2007 sampai 2012, Fauzi Bowo.

Sosok yang akrab disapa Bang Foke ini mengajak semua warga untuk selalu merawat persatuan. Paling membanggakan, pagelaran ini tidak cuma dinikmati warga lokal semata.

Delegasi Women International Club yang beranggotakan para istri duta besar negara sahabat, serta perwakilan organisasi Soka Gakkai dari Jepang juga ikut hadir.

Kehadiran para tamu mancanegara ini membuktikan dengan jelas bahwa daya tarik dan pesona budaya Betawi kini semakin diakui secara luas di tingkat global.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berita Jakarta

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU