Ketua TP PKK Jakarta Selatan Minta RPTRA Terus Inovatif: Bukan Cuma Tempat Main, Tapi Jadi Tempat Grow Up Warga
JAKARTA - Pernah nggak sih kamu mikir kalau Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) itu cuma diperuntukkan buat anak kecil main perosotan atau ayunan?
Kalau iya, kamu harus mulai update persepsi dari sekarang! Di era yang serba dinamis ini, RPTRA di Jakarta nggak mau ketinggalan zaman.
Di tengah padatnya hiruk-pikuk ibu kota, ruang terbuka hijau seperti RPTRA justru diproyeksikan menjadi oase tersendiri bagi warga yang butuh tempat bersantai tanpa harus bepergian jauh.
Melihat potensi besar tersebut, Pemerintah Kota Jakarta Selatan kini tengah gencar mendorong para pengelola RPTRA untuk terus berinovasi.
Tujuannya, agar ruang publik ini bisa menjadi basecamp edukatif yang membawa manfaat konkret buat masyarakat, termasuk menyediakan space yang nyaman bagi warganya.
Baca juga: Ketua TP PKK Jakarta Selatan Kunjungi Pengrajin Batik Betawi, Targetkan Tembus Pasar Internasional
Dorongan ini disampaikan langsung oleh Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Jakarta Selatan, Azizah Syafrin.
Dalam pertemuan rutin bersama pengelola RPTRA se-Jakarta Selatan yang digelar di Ruang Dirgantara, Kantor Wali Kota setempat pada Kamis (9/7/2026), Azizah memberikan atensi khusus.
Ia menegaskan bahwa inovasi adalah kunci utama supaya RPTRA tidak mati suri dan tetap menjawab ragam kebutuhan warga urban masa kini.
Bukan Cuma Tempat Main Tapi Ruang Tumbuh Bersama
Bagi Azizah, RPTRA harus terus bertransformasi seiring berjalannya waktu.
Tempat ini tidak lagi terbatas sebagai area bermain anak-anak saja, melainkan memiliki fungsi ganda sebagai ruang pembinaan keluarga, ajang pemberdayaan masyarakat, hingga pusat berbagai kegiatan sosial dan edukasi warga sekitar.
Sebagai contoh nyata, RPTRA idealnya bisa dimanfaatkan oleh anak muda untuk latihan menari, area membaca terbuka, jogging track sore hari, hingga pusat kegiatan ibu-ibu PKK.
Fungsi yang komprehensif inilah yang membuat RPTRA benar-benar hidup.
"RPTRA bukan hanya tempat bermain anak, tetapi juga ruang tumbuh bagi keluarga dan masyarakat," ujar Azizah, dikutip Berita Jakarta.
Ia juga menyoroti pentingnya maintenance fasilitas secara berkala. Para pengelola diwanti-wanti untuk selalu memastikan alat-alat di lokasi aman dipakai, menjaga lingkungan agar tetap bersih, dan aktif membangun koordinasi.
Dengan begitu, jika ada keluhan dari pengunjung, masalah di lapangan bisa ditangani dengan gercep alias gerak cepat.
Wajib Melek Digital Lewat Optimalisasi Medsos
Nah, poin ini yang paling relate dengan gaya hidup kita sehari-hari. Azizah menekankan betapa pentingnya pemanfaatan media sosial (medsos) bagi para pengelola RPTRA.
Di era di mana hampir semua orang mencari referensi tempat hangout atau kegiatan seru lewat Instagram maupun TikTok, RPTRA juga wajib go digital.
"Saya berharap media sosial dapat dijadikan sebagai etalase informasi, ruang edukasi, dan media komunikasi yang mampu mengajak masyarakat memanfaatkan RPTRA secara lebih optimal," terangnya.
Bayangkan saja jika tiap RPTRA memiliki akun medsos yang aktif, estetik, dan interaktif. Pastinya warga, khususnya anak muda, bakal lebih antusias untuk berkunjung.
Konten yang dibagikan bisa berupa jadwal workshop gratis, keseruan lomba warga, hingga tips pelestarian lingkungan.
Medsos juga mempermudah komunikasi dua arah. Artinya, kamu bisa dengan gampang ngasih saran atau kritik langsung lewat DM atau kolom komentar!
Sinergi Jadi Kunci Ciptakan Inovasi Kekinian
Sejalan dengan pernyataan Azizah, Ketua Kelompok Khusus (Poksus) TP PKK Jakarta Selatan, Laksmi, menambahkan bahwa pertemuan rutin antar-pengelola RPTRA ini bukan sekadar ajang kumpul biasa.
Forum tersebut menjadi wadah strategis untuk memperkuat sinergi serta sharing session seputar pengelolaan fasilitas publik.
Menurut Laksmi, koordinasi yang nyambung akan membuat fungsi RPTRA makin optimal.
RPTRA bisa disulap menjadi lokasi penyuluhan program-program seru, seperti urban farming (pertanian perkotaan) yang saat ini lagi tren di kalangan anak muda yang peduli lingkungan hidup.
"Melalui forum ini kita dapat saling bertukar pengalaman, mengevaluasi pengelolaan, dan melahirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Melalui koordinasi yang semakin kuat, kualitas layanan RPTRA juga akan semakin optimal," pungkas Laksmi, dikutip Berita Jakarta.
Intinya, RPTRA di Jakarta Selatan sedang dipersiapkan untuk menjadi ruang publik yang jauh lebih fresh dan multifungsi.
Jadi, buat kamu yang selama ini belum pernah melirik RPTRA di dekat rumah, yuk mulai mampir dan manfaatkan fasilitasnya secara positif!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berita Jakarta