Lahan Kumuh Disulap Jadi Kebun Urban Farming, Warga Jalan Kaca Jendela Rawajati Dukung Ketahanan Pangan DKI Jakarta
JAKARTA - Pernah nggak sih merasa risih lihat sebidang lahan kosong di sudut kompleks yang malah berakhir jadi tempat pembuangan sampah liar?
Sayangnya, pemandangan tidak sedap seperti ini masih cukup sering kita temukan di tengah padatnya ibu kota Jakarta.
Namun, cerita yang jauh berbeda dan sangat inspiratif datang dari wilayah Kelurahan Rawajati, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan.
Tepat pada Rabu (17/6/2026), pihak kelurahan secara resmi menyulap Kawasan Unggulan Triwulan II di Jalan Kaca Jendela, RT 07/RW 08, yang awalnya sangat kumuh menjadi kebun urban farming (pertanian perkotaan) yang hijau dan asri.
Langkah kreatif nan solutif ini tidak hanya memperindah lingkungan tempat tinggal warga, tetapi juga menjadi strategi jitu pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan masyarakat setempat secara berkelanjutan.
Sebelumnya, siapa sangka jika lahan seluas sekitar 80 meter persegi tersebut adalah area terbengkalai yang sama sekali tidak terawat.
Kondisi lahan yang dibiarkan begitu saja selama berbulan-bulan membuat lokasi ini kerap disalahgunakan oleh warga yang tidak bertanggung jawab.
Mereka memanfaatkannya sebagai tempat pembuangan sampah rumah tangga hingga menumpuk puing-puing sisa bangunan. Alhasil, kesan kumuh dan kotor pun tidak bisa dihindari lagi.
Meski pengurus lingkungan setempat sudah berulang kali turun tangan untuk membersihkan area tersebut, kebiasaan buruk membuang sampah sembarangan di lokasi yang sama terus saja terulang.
Menyadari lingkaran setan ini, Lurah Rawajati, Sariman, akhirnya mengambil langkah taktis.
Ia mengerahkan petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) untuk merombak total wajah kawasan tersebut agar tak lagi dijadikan tong sampah raksasa.
"Saat ini proses penataan sudah selesai dilaksanakan secara maksimal oleh para petugas PPSU kita. Penataan kawasan ini memang sengaja mengusung tema ketahanan pangan melalui program urban farming," ungkap Sariman, dikutip Berita Jakarta.
Tentunya, menyulap sebuah tempat pembuangan sampah liar menjadi kebun yang produktif dan enak dipandang membutuhkan kolaborasi yang sangat solid.
Penataan kawasan unggulan di Rawajati ini berhasil terwujud berkat kerja sama yang erat dengan berbagai pemangku kepentingan.
Salah satu mitra utamanya adalah Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Jakarta Selatan.
"Penataan kawasan ini merupakan hasil kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan yang peduli, salah satunya Suku Dinas KPKP Jakarta Selatan yang turut aktif menyediakan berbagai bibit tanaman," ujar Sariman.
Kini, lahan yang dulunya identik dengan bau tak sedap dan tumpukan sampah telah ditanami berbagai komoditas pangan yang sangat bermanfaat untuk menunjang konsumsi dapur warga sehari-hari.
Mulai dari sayuran seperti terong, cabai, dan tomat, hingga tanaman buah berumur panjang seperti pohon kelengkeng bisa kamu temukan di sini.
Baca juga: Seorang Wanita Ditemukan Tewas di Hotel Kebayoran Baru Jakarta Selatan, Ada Bekas Luka di Kepala
Menariknya lagi, pembenahan kawasan ini tidak melupakan unsur ekologi kelestarian tanah. Kawasan ini telah dilengkapi dengan instalasi lubang biopori.
Lubang resapan ini tidak hanya berfungsi krusial untuk mencegah genangan air saat hujan lebat, tetapi juga disiapkan secara khusus untuk mendukung pengelolaan limbah.
"Sampah organik yang terkumpul di sekitar area nantinya akan diolah secara mandiri menjadi pupuk kompos untuk menunjang proses pertumbuhan tanaman di lokasi tersebut," tambah Sariman.
Keberhasilan kelurahan dalam menyulap kawasan ini langsung mendapat respons yang sangat positif dari masyarakat setempat.
Ketua RW 08 Kelurahan Rawajati, Sriono, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasihnya kepada pihak kelurahan yang telah mengalokasikan anggaran khusus demi menata wilayahnya agar kembali tertata rapi.
"Melalui keberadaan taman yang asri ini, kami sangat berharap kawasan yang sudah tertata dengan baik dapat memberikan manfaat nyata bagi warga RW 08 pada khususnya, serta masyarakat Rawajati pada umumnya," tegas Sriono.
Bagi kelurahan Rawajati, meresmikan taman urban farming ini barulah sebuah langkah awal.
Tantangan yang sesungguhnya ada pada bagaimana warga bisa konsisten menjaga dan merawat fasilitas yang sudah apik tersebut.
Oleh karena itu, Sariman sangat berharap agar masyarakat bisa memiliki kesadaran kolektif untuk saling menjaga.
Lebih dari itu, ia juga mendorong warga untuk tidak ragu mengadaptasi konsep cerdas ini di pekarangan rumah mereka masing-masing.
"Kami berharap masyarakat memiliki kesadaran penuh untuk menjaga dan merawat lingkungan yang telah ditata. Warga juga dapat menerapkan metode Amati, Tiru, dan Modifikasi (ATM) untuk mengembangkan program urban farming di sekitar rumah guna memperkuat ketahanan pangan keluarga," tutupnya.
Melihat transformasi keren dan produktif di kawasan Rawajati ini, apakah kamu mulai terinspirasi untuk ikut menanam sayuran atau menerapkan konsep serupa di area sekitar rumahmu?
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berita Jakarta