Selasa, 19 MEI 2026 • 17:45 WIB

Sebanyak 709 Pelajar Ramaikan Pekan Olahraga Tradisional Jakarta Barat 2026, Siap Rebut Juara Provinsi!

Author

Pekan Olahraga Tradisional Jakarta Barat 2026 (Bilal Nugraha Ginanjar/Berita Jakarta)

JAKARTA - Tahukah kamu bahwa permainan tradisional masa kecil seperti enggrang dan terompah kini bukan sekadar hiburan semata, tapi bisa menjadi "tiket emas" untuk masuk ke sekolah impian?

Ya, pesona olahraga warisan leluhur ini kembali menggema dan dipertandingkan secara profesional di wilayah ibu kota.

Sebanyak 709 atlet pelajar penuh semangat berkumpul untuk memperebutkan posisi terbaik melalui ajang Pekan Olahraga Tradisional Kota Administrasi Jakarta Barat 2026.

Ajang kompetisi bergengsi ini tidak hanya menjadi wadah pelestarian budaya bangsa, tetapi juga medan pembuktian prestasi akademik dan non-akademik bagi generasi muda di DKI Jakarta.

Suasana meriah dan penuh semangat sportivitas sangat terasa di GOR Cendrawasih, Jalan Cendrawasih IX, Kalideres, Cengkareng, pada Selasa (19/5/2026).

Baca juga: Sebanyak 550 Peserta Ramaikan Pekan Olahraga Tradisional Jakarta Timur, Lestarikan Budaya Bangsa di Era Maraknya Game Online!

Ratusan pelajar bersorak mendukung perwakilan sekolah mereka masing-masing.

Kepala Seksi Olahraga Suku Dinas Pemuda dan Olahraga (Pora) Jakarta Barat, Tomi Ari Sudewo, menjelaskan bahwa antusiasme tahun ini sangat luar biasa.

Peserta yang terlibat merupakan pelajar terpilih dari 150 sekolah yang tersebar di wilayah Jakarta Barat, mulai dari jenjang Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA/SMA).

"Kegiatan ini kami laksanakan satu hari ini dan sekaligus menjadi ajang pemilihan atlet untuk mewakili Jakarta Barat ke tingkat provinsi," terang Tomi.

Total terdapat sembilan jenis olahraga tradisional yang dilombakan. Bagi kamu yang penasaran, kategorinya pun disesuaikan dengan tingkatan usia.

Untuk anak-anak SD, cabang yang dilombakan adalah lari balok putra dan putri, serta terompah pendek.

Sementara itu, kategori usia SMA menghadirkan tantangan yang lebih kompleks seperti enggrang putra dan putri, terompah putra dan putri, hadang putri, hingga sumpitan campuran.

Satu hal yang membuat kompetisi ini berbeda dari perlombaan biasa adalah sistem seleksi untuk maju ke tingkat provinsi.

Pihak panitia tidak serta-merta mengirimkan peraih juara pertama saja, melainkan menggunakan sistem pantauan bakat khusus.

"Pemilihan atlet untuk mewakili Jakarta Barat ke lomba tingkat provinsi dilakukan melalui mekanisme telescouting (pemantauan bakat). Jadi belum tentu juara yang dipilih, tapi hasil tim telescouting yang menentukan. Rencana tingkat provinsi digelar Juni mendatang," urai Tomi.

Sistem ini memastikan bahwa atlet yang diberangkatkan adalah mereka yang benar-benar memiliki teknik, ketahanan fisik, dan mental bertanding yang paling siap, terlepas dari hasil akhir lomba hari itu.

Di balik sorak-sorai perlombaan, ajang ini membawa misi yang sangat penting.

Plt Kepala Suku Dinas Pora Jakarta Barat, Yunus Burhan, menegaskan bahwa pekan olahraga ini adalah langkah nyata dari pemerintah daerah untuk melestarikan permainan warisan leluhur di tengah gempuran gadget dan era digital.

Baca juga: Wali Kota Jakarta Barat Jadikan Program Sedekah Sampah Meruya Selatan Target RW Percontohan!

"Diharapkan ini juga bisa memotivasi dan membiasakan anak berolahraga sedari dini," tuturnya.

Lebih lanjut, Yunus menyampaikan fakta penting yang wajib diketahui oleh warga Jakarta. Saat ini, olahraga tradisional telah diakui secara resmi menjadi jalur prestasi pendidikan.

Oleh karena itu, ia sangat mengharapkan agar para orang tua tidak lagi ragu untuk mendukung penuh jika anak mereka ingin menekuni olahraga tradisional.

Sertifikat kejuaraan dari ajang seperti ini bisa menjadi modal berharga bagi kamu untuk masuk ke sekolah rujukan tujuan melalui Jalur Prestasi (Japres).

Menatap gelaran kompetisi tingkat Provinsi DKI Jakarta pada bulan Juni 2026 mendatang, Suku Dinas Pora Jakarta Barat membawa target yang tidak main-main.

Sejarah mencatat bahwa pada tahun 2024 lalu, kontingen Jakarta Barat sukses keluar sebagai juara umum.

"Tahun ini kami berharap bisa comeback menjadi yang terbaik di tingkat provinsi," pungkas Yunus. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berita Jakarta

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU