Senin, 18 MEI 2026 • 16:27 WIB

Wali Kota Jakarta Barat Jadikan Program Sedekah Sampah Meruya Selatan Target RW Percontohan!

Author

Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainah, Tinjau Kegiatan Sedekah Sampah di Meruya Selatan (Budhi Firmansyah Surapati/Berita Jakarta)

JAKARTA - Pernahkah kamu menyadari seberapa banyak tumpukan limbah yang dihasilkan rumah tanggamu dalam sehari?

Di tengah hiruk-pikuk ibu kota Jakarta yang terus berdenyut, krisis pengelolaan limbah perlahan menjadi bom waktu yang siap meledak jika tidak ditangani dengan serius. Namun, secercah harapan baru saja muncul dari Jakarta Barat.

Belum lama ini, Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainah, turun langsung meninjau kegiatan inspiratif bernama 'Sedekah Sampah' di lingkungan RW 03, Kelurahan Meruya Selatan, Kecamatan Kembangan.

Ditemani oleh Anggota DPRD DKI Jakarta, Inad Luciawaty, kunjungan lapangan ini membawa satu misi besar: mendorong pengurangan limbah langsung dari sumbernya.

Lewat program kolaborasi ini, pemerintah menargetkan agar pengelolaan barang sisa pakai tak lagi membebani Tempat Pembuangan Akhir (TPA), melainkan tuntas diselesaikan mulai dari entitas terkecil.

Baca juga: Perpustakaan SMAN 84 Jakarta Barat Hangus Terbakar, 14 Mobil Pemadam Dikerahkan

Menurut Iin Mutmainah, persoalan tumpukan limbah di ibu kota tidak akan pernah selesai jika kita hanya berpangku tangan mengandalkan petugas kebersihan.

Perubahan yang nyata wajib dimulai dari titik paling awal. Hal ini mencakup komitmen seluruh elemen masyarakat, mulai dari permukiman warga, sekolah, kompleks perkantoran, area pasar, hingga taman-taman publik di lingkungan sekitar.

"Persoalan sampah harus dimulai dari sumbernya. Semua entitas di wilayah, baik permukiman, sekolah, kantor maupun pasar harus mulai melakukan pemilahan sampah,” tegas Iin.

Pesan yang disampaikan yakni kamu memegang peran kunci dalam kelestarian kota ini.

Pemilahan di tahap paling awal adalah langkah fundamental yang krusial sebelum limbah masuk ke tahap pengolahan akhir.

Lalu, bagaimana langkah praktis yang bisa kamu terapkan? Iin menjelaskan konsepnya dengan sangat sederhana. Kuncinya terletak pada pemisahan tiga kategori utama: organik, anorganik, dan residu.

Sebagai contoh nyata, sisa makanan dapur atau dedaunan kering (organik) tidak boleh lagi dibuang menyatu dengan kantong plastik.

Jenis limbah organik ini sangat potensial untuk disulap menjadi pupuk kompos yang akan menyuburkan tanaman hias di pekarangan rumahmu. 

Sementara itu, barang anorganik seperti botol minuman, kardus bekas, atau kaleng besi bisa didaur ulang.

Kamu bisa mengumpulkannya dan menyetorkannya ke bank sampah setempat. Di RW 03, kegiatan ini bahkan dikemas menjadi program Sedekah Sampah yang memiliki nilai sosial tinggi.

“Ketika sampah dipisahkan antara organik, anorganik dan residu, maka pengolahannya menjadi lebih mudah," tambah Iin.

Dengan memisahkan dua jenis barang bernilai tersebut, volume limbah residu, yakni sisa yang benar-benar tidak bisa diolah kembali yang berakhir menumpuk di bantargebang akan berkurang secara drastis.

Tentu saja, Pemerintah Kota Jakarta Barat tidak membiarkan warganya berjuang sendirian.

Baca juga: Warga Meruya Selatan Serbu 1.000 Sembako Murah di Acara Spektakuler Agape 2 Jakarta Barat

Iin memastikan bahwa pihaknya akan terus melakukan pendampingan dan pembinaan berkelanjutan melalui jajaran Suku Dinas Lingkungan Hidup hingga ke tingkat Rukun Warga (RW).

Kegiatan di Meruya Selatan ini diproyeksikan menjadi gaya hidup jangka panjang bagi warganya.

Lebih jauh, Iin memiliki visi strategis untuk menjadikan lingkungan yang telah sukses mengelola kebersihannya sebagai tolok ukur bagi wilayah lain.

“RW yang sudah bagus akan kita jadikan percontohan agar wilayah lain bisa belajar. Selain mempererat silaturahmi antarwilayah, ini juga menjadi sarana berbagi pengalaman pengelolaan sampah,” tandasnya.

Langkah konkret yang diambil oleh warga RW 03 ini membuktikan bahwa masalah sebesar apapun bisa diurai lewat gotong royong dan kesadaran kolektif.

Mulai detik ini, yuk perhatikan lagi tempat sampah di rumahmu! Jangan malas untuk memisahkan sisa sayuran dan botol plastik.

Siapa tahu, langkah sederhana yang kamu biasakan hari ini akan mengantarkan lingkunganmu menjadi RW percontohan berikutnya di Jakarta Barat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berita Jakarta

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU