Sebanyak 550 Peserta Ramaikan Pekan Olahraga Tradisional Jakarta Timur, Lestarikan Budaya Bangsa di Era Maraknya Game Online!
JAKARTA - Masih ingatkah kamu dengan serunya bermain egrang, terompah panjang, atau hadang bersama teman-teman di lapangan terbuka saat sore hari?
Di tengah gempuran gadget dan game online yang mendominasi keseharian anak muda zaman now, ternyata semangat untuk melestarikan permainan lawas ini masih menyala terang di ibu kota.
Tepat pada Selasa (28/4/2026), atmosfer meriah menyelimuti Gelanggang Olahraga (GOR) Ciracas.
Sebanyak 550 peserta dengan antusiasme tinggi ambil bagian dalam ajang Pekan Olahraga Tradisional Tingkat Kota Jakarta Timur, sebuah inisiatif luar biasa yang sukses menyedot perhatian dan membuktikan bahwa budaya lokal tak lekang oleh waktu.
Kegiatan seru yang berlangsung selama satu hari penuh ini bukan sekadar ajang kumpul-kumpul biasa.
Baca juga: Wali Kota Jakarta Pusat Takziah ke Rumah Kader PKK Utan Panjang Korban Tragedi KRL Bekasi Timur
Pesertanya sangat beragam, mulai dari pelajar jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) dan sederajat.
Tidak hanya itu, kategori umum untuk rentang usia 16 hingga 21 tahun juga turut unjuk gigi memeriahkan acara.
Mewadahi ratusan anak muda dalam satu arena kompetisi tradisional tentu memberikan energi positif tersendiri bagi warga Jakarta Timur, sekaligus menjadi ajang pembuktian ketangkasan fisik.
Kepala Suku Dinas Pemuda dan Olahraga (Kasudin Pora) Jakarta Timur, Suyoto, membeberkan bahwa event ini digelar dengan misi khusus.
Menurutnya, Pekan Olahraga Tradisional bukan hanya tentang siapa yang paling cepat menyentuh garis finis, melainkan sebagai langkah strategis untuk menumbuhkan kembali kecintaan generasi muda terhadap warisan budaya bangsa yang perlahan mulai terpinggirkan.
"Pekan Olahraga Tradisional ini juga menjadi ruang partisipasi inklusif bagi pelajar dan masyarakat untuk mengembangkan minat dan bakat di bidang olahraga tradisional," ujar Suyoto.
Ia menambahkan, antusiasme peserta yang membeludak menjadi bukti valid bahwa olahraga tradisional masih memiliki daya tarik yang kuat jika difasilitasi dengan wadah yang tepat.
Lebih lanjut, Suyoto menjelaskan bahwa ajang ini memiliki peran ganda yang krusial. Selain sebagai kompetisi yang menyenangkan, acara ini juga didesain sebagai tahapan awal proses seleksi pencarian bibit atlet pelajar berbakat.
"Para peserta terbaik nantinya akan dibina melalui program pelatihan intensif untuk memperkuat kontingen Jakarta Timur dalam menghadapi event serupa di tingkat provinsi," terangnya.
Bagi kamu yang penasaran jenis permainan apa saja yang dipertandingkan, Kepala Seksi Keolahragaan Sudin Pora Jakarta Timur, Faisal Norman, memberikan rincian detailnya.
Terdapat sembilan nomor pertandingan yang sukses memacu adrenalin para peserta sekaligus mengundang sorak-sorai penonton di tribun.
Cabang-cabang tersebut meliputi lari balok beregu putra dan putri, terompah pendek beregu putra, egrang beregu putra dan putri, terompah panjang beregu putra dan putri, sumpitan beregu campuran, hingga hadang beregu putri.
"Para pemenang akan mendapatkan medali, piala, dan piagam penghargaan," ungkap Faisal.
Di sisi lain, Ketua Sub Kelompok Olahraga Rekreasi dan Tradisional Dinas Pemuda dan Olahraga DKI Jakarta, Tina Martina, menekankan kedalaman makna dari kompetisi ini.
Menurutnya, kegiatan ini adalah upaya konkret dari pemerintah daerah dalam merawat nilai-nilai luhur budaya lokal yang tidak ternilai harganya.
"Olahraga tradisional mencerminkan kebersamaan, kearifan lokal, serta semangat gotong royong yang telah mengakar dalam kehidupan masyarakat Indonesia," ucap Martina.
Sebagai tindak lanjut dari kesuksesan acara di GOR Ciracas ini, Martina memastikan bahwa perjuangan para peserta tidak akan berhenti sampai di sini.
Sebanyak 55 atlet pelajar terbaik dari berbagai jenjang pendidikan akan disaring secara ketat untuk mengikuti pemusatan latihan (training camp) selama satu bulan penuh.
"Mereka diproyeksikan menjadi bagian dari kontingen Jakarta Timur dalam ajang Pekan Olahraga Tradisional tingkat Provinsi DKI Jakarta," tandasnya.
Melalui event ini, kita diajak untuk kembali menyadari bahwa kekayaan budaya bangsa bisa dinikmati dengan cara yang sangat menyehatkan dan menyenangkan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berita Jakarta