Memperingati Satu Tahun Rute S61, Transjakarta Tambah 30 Bus Listrik Demi Mobilitas Hijau di Jabodetabek
JAKARTA - Pernahkah kamu membayangkan betapa melelahkannya rutinitas perjalanan setiap pagi dari kawasan penyangga menuju pusat kota Jakarta?
Kemacetan lalu lintas, biaya bensin yang terus menguras kantong, hingga stres di jalan sering kali menjadi teman akrab bagi para pekerja komuter.
Namun, seiring berjalannya waktu, wajah transportasi publik kita terus berbenah ke arah yang jauh lebih positif.
PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) kini tidak hanya fokus melayani jalanan ibu kota secara internal, tetapi juga secara konsisten menegaskan komitmennya dalam memperluas jangkauan layanan lintas wilayah sekaligus mempercepat transisi menuju energi hijau yang lebih ramah lingkungan.
Tepat pada bulan ini, operasional rute Transjabodetabek S61 yang menghubungkan kawasan Alam Sutera di Tangerang Selatan dengan Terminal Blok M di Jakarta Selatan telah genap berusia satu tahun.
Baca juga: Panduan Daftar dan Ganti Kartu Layanan Gratis Transjakarta Secara Online bagi Warga DKI Jakarta
Siapa sangka, rute yang melintasi perbatasan provinsi ini kini telah menjelma menjadi tulang punggung mobilitas yang sangat diandalkan bagi warga kawasan penyangga Jakarta.
Sejak pertama kali diluncurkan, jumlah pelanggannya tercatat terus mengalami grafik pertumbuhan yang sangat impresif.
Fakta di lapangan membuktikan bahwa kebutuhan masyarakat akan akses transportasi publik yang aman, terjangkau, nyaman, dan efisien sudah melampaui sekat-sekat administratif antar kota.
Hal tersebut turut diamini secara langsung oleh Direktur Bisnis dan Pemanfaatan Aset Transjakarta, Fadly Hasan.
Menurutnya, integrasi antarwilayah merupakan kunci utama dalam merancang ekosistem transportasi masa depan yang ideal.
“Kami tidak lagi melihat batas wilayah sebagai sekat, melainkan peluang untuk terus membangun konektivitas yang andal bagi semua,” ujar Fadly pada Senin (27/4/2026).
Keberhasilan rute S61 selama setahun terakhir ini adalah bukti nyata betapa dinamisnya pergerakan dan mobilitas masyarakat di kawasan Jabodetabek setiap harinya.
Komitmen untuk terus menghadirkan inovasi dan berbenah rupanya membuahkan hasil yang sangat manis.
Layanan bus andalan warga ini sukses mencatatkan tren pertumbuhan penumpang yang luar biasa.
Hingga awal tahun 2026 ini, volume pelanggan Transjakarta telah menyentuh angka fantastis, yakni 1,4 juta perjalanan pelanggan per hari. Bahkan, per Februari 2026, jangkauan layanannya telah berhasil menyentuh 92,4 persen wilayah Jakarta.
“Adapun total pelanggan Transjakarta mencapai 413 juta orang sepanjang 2025, meningkat dua kali lipat dibandingkan tahun 2022,” ungkap Fadly.
Lonjakan angka tersebut menjadi sinyal kuat bahwa warga Jabodetabek semakin percaya dan mulai beralih meninggalkan kendaraan pribadi mereka demi menggunakan angkutan umum massal.
Selain berekspansi memperluas jangkauan rute, Transjakarta juga tidak menutup mata terhadap tanggung jawabnya pada pelestarian lingkungan.
Baca juga: Bangga! PT Transjakarta Raih Dua Penghargaan Tertinggi di TOP BUMD Awards 2026
Sebagai bagian dari strategi jangka panjang menuju tata kota rendah emisi, manajemen baru saja meresmikan penambahan 30 unit bus listrik terbaru di tahun 2026 ini.
Sangat membanggakan, ke-30 armada bus listrik tersebut merupakan karya nyata hasil rakitan dalam negeri yang kualitasnya bahkan ditinjau langsung oleh Presiden Republik Indonesia.
“Penambahan unit bus listrik ini tepat di Hari Angkutan Umum Nasional ini yang menggenapkan total armada bus listrik yang beroperasi menjadi 500 unit,” ucap Fadly.
Langkah agresif ini tentu memberikan jaminan kenyamanan tanpa polusi suara dan minim emisi gas buang bagi kamu yang mendambakan udara ibu kota yang lebih bersih.
Upaya pengadaan armada ramah lingkungan ini bukanlah kebijakan sesaat, melainkan manifestasi dari peta jalan besar Pemprov DKI Jakarta dalam mewujudkan target elektrifikasi armada yang sangat ambisius.
Pada tahun 2027 mendatang, pemerintah menargetkan 50 persen dari total armada Transjakarta sudah sepenuhnya berbasis listrik.
Puncaknya pada tahun 2030, mereka membidik elektrifikasi 100 persen atau sekitar 10.047 elektrifikasi seluruh armada agar bisa mencapai target Net Zero Emission.
Untuk mewujudkan visi besar tersebut, peran aktif dari kamu dan seluruh masyarakat tentu menjadi kunci kesuksesan yang tak tergantikan.
“Transjakarta mengajak seluruh masyarakat untuk terus menggunakan transportasi publik sebagai pilihan utama mobilitas sehari-hari. Kota maju dimulai dari sistem transportasi yang baik dan masyarakat yang aktif memanfaatkannya,” tandasnya.
Kini, masa depan transportasi Jabodetabek yang minim macet dan ramah lingkungan sudah ada di depan mata.
Mari mulai biasakan diri naik transportasi umum demi kualitas hidup yang lebih baik!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berita Jakarta