Selasa, 03 MARET 2026 • 12:08 WIB

Waspada Tawuran dan Balap Liar Selama Ramadhan 1447 H, Forkopimko Jakarta Utara Perketat Keamanan

Author

Rapat Koordinasi Kewilayahan Pemkot Jakarta Utara dan Forum Komunikasi Pimpinan Kota (Forkopimko) (utara.jakarta.go.id)

JAKARTA - Bulan suci Ramadhan seharusnya menjadi momen istimewa bagi kamu untuk memperbanyak ibadah, refleksi diri, dan mencari ketenangan batin bersama keluarga tercinta.

Sayangnya, realita di lapangan sering kali berbanding terbalik dengan harapan luhur tersebut.

Di berbagai sudut ibu kota, fenomena kenakalan remaja seperti tawuran berkedok sahur on the road, perang sarung antarkampung, hingga aksi balap liar menjelang waktu sahur kerap menjadi teror musiman yang meresahkan warga.

Menyikapi ancaman gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat pada Ramadhan 1447 Hijriah ini, Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara tidak tinggal diam dan mengambil langkah antisipatif yang sangat tegas.

Melalui kolaborasi strategis bersama jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Kota (Forkopimko), pengawasan dan patroli di seluruh titik rawan kini resmi diperketat demi memastikan kamu bisa menjalankan ibadah puasa dengan rasa aman, nyaman, dan tanpa rasa waswas.

Baca juga: Gubernur Pramono Anung Jamin Stok Pangan Aman Selama Ramadhan 1447 H Meski Ada Ancaman Global

Langkah konkret ini dikukuhkan melalui Rapat Koordinasi Kewilayahan yang digelar secara intensif pada hari Senin sore (2/3/2026).

Mengambil tempat di Ruang Fatahillah, Kantor Wali Kota Jakarta Utara, pertemuan tingkat tinggi ini secara khusus membedah kondisi keamanan wilayah selama sepuluh hari pertama bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah.

Tidak hanya sekadar melakukan evaluasi terhadap apa yang sudah terjadi, rapat ini juga merumuskan taktik dan langkah antisipasi ke depan untuk mencegah potensi gangguan yang bisa meledak kapan saja jika tidak diawasi dengan ketat.

Keseriusan dalam menangani potensi gangguan kamtibmas ini terlihat jelas dari daftar tokoh penting yang hadir dalam rapat koordinasi tersebut.

Rapat ini dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan instansi tingkat kota, yang membuktikan bahwa isu keamanan Ramadhan bukanlah perkara sepele.

Turut hadir dalam pertemuan krusial ini antara lain Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Erick Fredriz, Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Aris Wibowo, serta Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Jakarta Utara Uunk Din Parunggi.

Selain itu, rapat juga melibatkan perwakilan dari Kejaksaan Negeri Jakarta Utara, perwakilan Komandan Kodim 0502 Jakarta Utara, perwakilan Komandan Batalyon Arhanud 6, Wakil Wali Kota, dan Sekretaris Kota.

Untuk memastikan instruksi keamanan sampai ke tingkat akar rumput, seluruh camat, komandan ramil (Danramil), kepala kepolisian sektor (Kapolsek), hingga perwakilan Dewan Kota Jakarta Utara juga turut dilibatkan secara aktif.

Dalam forum tersebut, elemen Tiga Pilar dari masing-masing kecamatan secara bergiliran memaparkan hasil monitoring dan evaluasi situasi riil di wilayah mereka.

Laporan ini mencakup pemetaan potensi gangguan keamanan yang sangat meresahkan warga, terutama ancaman tawuran antarkelompok remaja, maraknya geng motor yang melakukan balap liar, serta berbagai aktivitas masyarakat yang mencurigakan pada malam hingga dini hari selama bulan puasa.

Pemetaan ini sangat penting agar aparat penegak hukum tahu persis di mana mereka harus menempatkan personel terbanyak.

Menyoroti dinamika keamanan yang terus berkembang, Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Pol Erick Fredriz, memberikan penekanan khusus pada beberapa poin vital.

Ia memaparkan bahwa kewaspadaan wilayah tidak boleh hanya terpaku pada kebiasaan lokal, tetapi juga harus peka terhadap situasi makro.

Baca juga: Ratusan Tempat Hiburan Malam di Jakarta Selatan Wajib Tutup Selama Ramadhan 1447 H, Sudin Parekraf Terjunkan Tim Gabungan!

Ia juga menyinggung adanya eskalasi situasi keamanan di Timur Tengah yang berpotensi memunculkan riak-riak di dalam negeri. 

Seluruh pemangku kepentingan di wilayah diinstruksikan untuk meningkatkan radar kewaspadaan mereka hingga batas maksimal.

Kombes Pol Erick menegaskan bahwa aparat dan pemerintah harus mampu mengantisipasi kemungkinan dampak dari isu-isu nasional maupun manuver kelompok tertentu agar tidak memancing provokasi yang menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan di Jakarta Utara.

Di luar isu berskala besar tersebut, fokus utama kepolisian tetap tertuju pada pengamanan penyakit masyarakat yang kerap kambuh di bulan puasa.

Aparat penegak hukum telah memetakan dengan saksama daerah-daerah yang rawan dijadikan arena tawuran dan sirkuit dadakan untuk balap liar.

Segala bentuk kegiatan berkumpul pada malam hari yang berpotensi mengganggu keamanan dan kenyamanan warga yang sedang fokus beribadah akan langsung ditindak secara tegas dan terukur.

Lebih lanjut, pihak kepolisian menyadari bahwa memasuki pertengahan hingga akhir Ramadhan, intensitas pergerakan masyarakat akan melonjak drastis, baik untuk kegiatan perbelanjaan persiapan Lebaran maupun arus mudik awal.

Oleh karena itu, rasio pengamanan dan patroli di jalan raya serta pemukiman warga akan terus dipertebal setiap harinya.

Menyambung arahan dari pihak kepolisian, Wali Kota Jakarta Utara, Hendra Hidayat, memberikan pandangan yang sangat komprehensif mengenai pentingnya gotong royong dalam menjaga stabilitas kota.

Ia menyadari sepenuhnya bahwa pemerintah daerah tidak akan pernah bisa bekerja sendirian dalam menciptakan lingkungan yang bebas dari ancaman kejahatan.

Menurutnya, koordinasi dan kolaborasi lintas sektor adalah kunci utama yang tidak bisa ditawar lagi.

Pemerintah Kota Jakarta Utara sangat membutuhkan dukungan penuh dari aparat keamanan, para tokoh agama, tokoh masyarakat, dan yang paling krusial adalah peran aktif dari seluruh warga masyarakat itu sendiri.

Jika kamu melihat adanya indikasi sekelompok remaja yang berkumpul dan dicurigai akan melakukan tawuran, atau melihat persiapan balap liar di sekitar tempat tinggalmu, pemerintah mendesak kamu untuk segera melapor melalui saluran pengaduan yang telah disediakan.

Partisipasi aktif dari masyarakat adalah mata dan telinga terbaik bagi aparat penegak hukum di lapangan.

Baca juga: Ngabuburit Produktif! Perpustakaan Sudin Pusip Jakarta Timur Jadi Spot Favorit Warga Selama Ramadhan 1447 H

Wali Kota juga menginstruksikan dengan tegas agar seluruh jajaran birokrasi, mulai dari tingkat kota, kecamatan, kelurahan, hingga tingkat rukun tetangga, terus meningkatkan komunikasi tanpa henti.

Respons cepat terhadap setiap laporan atau potensi gangguan keamanan sekecil apa pun harus menjadi standar operasional yang baku.

Melalui konsolidasi dan rapat koordinasi yang matang ini, Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara bersama seluruh elemen Forkopimko telah membulatkan komitmen mereka.

Pengawasan yang berlapis dan kerja sama lintas sektor akan terus digenjot siang dan malam. 

Tujuan akhirnya hanya satu, yaitu memastikan kamu dan seluruh masyarakat Jakarta Utara dapat menjalankan ibadah puasa serta merayakan Ramadhan 1447 Hijriah dalam balutan suasana yang aman, damai, dan penuh keberkahan.

Jangan ragu untuk turut serta menjadi agen keamanan di lingkunganmu sendiri, karena kota yang aman berawal dari kepedulian warganya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Utara.jakarta.go.id

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU