JAKARTA - Pindah ke Jakarta sering kali menjadi impian besar bagi banyak orang yang ingin mengubah nasib atau mengejar karir yang lebih cemerlang.
Namun, di balik euforia menaklukkan ibu kota, ada satu hal yang sering kali membuat kening berkerut, yaitu urusan administrasi kependudukan.
Bayangan tentang antrean panjang, birokrasi yang berbelit, hingga ketakutan akan biaya yang mahal sering menghantui para perantau.
Padahal, memiliki identitas resmi sesuai domisili adalah kunci utama untuk mengakses berbagai layanan publik, mulai dari perbankan, kesehatan, hingga bantuan sosial pemerintah.
Jika kamu adalah salah satu pendatang yang masih ragu atau bingung harus mulai dari mana, kamu berada di halaman yang tepat.
Ternyata, mengurus perpindahan identitas tidak sesulit dan semenyeramkan cerita orang-orang terdahulu, asalkan kamu tahu alurnya.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) terus berinovasi untuk memudahkan warganya, termasuk bagi kamu yang baru saja memutuskan untuk menetap di kota metropolitan ini.
Satu hal paling krusial yang perlu kamu ketahui adalah bahwa penerbitan KTP elektronik (KTP-el) bagi pendatang dari luar daerah kini memiliki mekanisme yang lebih terintegrasi.
Menurut informasi resmi dari Disdukcapil, proses penerbitan KTP baru kamu nantinya akan diberikan bersamaan dengan penerbitan Kartu Keluarga (KK).
Artinya, kamu tidak lagi mengurus dua dokumen ini secara terpisah dalam jangka waktu yang berjauhan.
Integrasi ini dilakukan untuk memastikan data kependudukan tercatat rapi dalam satu sistem.
Selain itu, transparansi pelayanan kini sangat diutamakan. Kamu tidak perlu merogoh kocek sepeser pun karena seluruh proses pembuatan KTP di Jakarta bagi pendatang sama sekali tidak dipungut biaya alias gratis.
Jadi, buang jauh-jauh kekhawatiran tentang pungutan liar dan fokuslah pada persiapan berkas yang benar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Disdukcapil