Senin, 13 JULI 2026 • 18:51 WIB

Taman Bendera Pusaka: Sejarah dan Transformasi Epik Wajah Baru RTH Hits di Jakarta Selatan

Author

Taman Bendera Pusaka, Jakarta Selatan (Reza Pratama Putra/Berita Jakarta)

JAKARTA - Pernah kebayang nggak kalau tempat nongkrong favorit kamu di Jakarta Selatan dulunya adalah pasar burung yang super padat?

Kalau kamu sering main ke kawasan Blok M akhir-akhir ini pasti sudah nggak asing dengan Taman Bendera Pusaka.

Ruang terbuka hijau raksasa satu ini sekarang menjelma jadi spot paling hits buat warga ibu kota yang butuh pelarian udara segar. 

Tapi, siapa sangka kalau taman estetik ini punya riwayat sejarah yang panjang serta proses transformasi penuh drama dari masa ke masa. 

Artikel ini bakal ngebahas tuntas asal mula terbentuknya lahan ini sampai akhirnya berubah menjadi area hijau kekinian yang wajib banget kamu kunjungi bareng teman akhir pekan ini.

Asal Usul Tiga Taman di Kota Mandiri Kebayoran Baru

Jauh sebelum disatukan menjadi satu kawasan raksasa seperti sekarang, wilayah ini awalnya terdiri dari tiga taman terpisah yaitu Taman Ayodya, Taman Langsat, dan Taman Leuser.

Baca juga: Menelusuri Jejak Pekojan, Kampung Arab Pertama di Jakarta yang Menyimpan Sejarah Panjang

Ketiga lahan ini lahir dari desain tata kota Kebayoran Baru yang sejak awal dirancang khusus sebagai kota taman.

Pembangunan wilayah selatan ini mulai dikembangkan secara masif pasca Perang Dunia Kedua tepatnya saat perang kemerdekaan ketika Jakarta masih dikuasai oleh Belanda.

Konsep utamanya adalah menciptakan kota mandiri terencana yang terpisah dari Batavia kuno.

Pemerintah saat itu sengaja mendominasi tata ruangnya dengan ruang terbuka hijau yang berfungsi krusial sebagai kawasan resapan air demi mencegah banjir.

Sejarah Pasar Barito yang Berubah Menjadi Taman Ayodya

Perjalanan paling berliku dialami oleh Taman Ayodya yang pada zaman dahulu dikenal luas masyarakat sebagai Taman Barito.

Pada tahun 1970 Gubernur DKI Jakarta saat itu Ali Sadikin meresmikan tempat ini menjadi sentra pasar bunga dan ikan hias.

Lahan bagian depan taman dipenuhi kios pedagang yang secara otomatis menutup cantiknya pemandangan asri dari arah jalan raya.

Rencana pengembalian fungsi lahan sebenarnya sudah digaungkan sejak tahun 1998 untuk memenuhi target ketersediaan lahan hijau sesuai amanat Undang-undang Penataan Ruang Nomor 26 Tahun 2007.

Sayangnya baru pada bulan Januari 2008 era Gubernur Fauzi Bowo pasar tersebut resmi dinonaktifkan. Sekitar 150 kios dibongkar meski sempat diwarnai kericuhan warga.

Sebagian pedagang burung kemudian diberikan fasilitas kios baru di sepanjang pagar sisi timur Taman Langsat.

Setelah proses panjang itu taman akhirnya diresmikan kembali pada 15 Maret 2009 sekaligus berganti nama menjadi Taman Ayodya.

Proyek Epik Gubernur Pramono Anung Menuju Wajah Baru

Melompat jauh ke bulan Juli 2025 Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mencanangkan sebuah proyek besar yang awalnya diberi nama Taman ASEAN.

Baca juga: Intip Keseruan 200 Fotografer Bidik Satwa Liar di Taman Bendera Pusaka Jaksel dalam IAPVC 2026!

Tujuannya sangat ambisius yakni memperkuat posisi kawasan Blok M yang hanya berjarak 400 meter sebagai ibu kota ASEAN.

Rencana ini diwujudkan lewat revitalisasi dan penggabungan ketiga taman bersejarah tersebut. Di tengah jalan pemerintah sepakat mengubah nama proyek ini menjadi Taman Bendera Pusaka.

Kabar ini sempat memicu ketegangan karena pedagang burung eks Pasar Barito dihimbau segera pindah namun mereka menolak keras.

Demi menghindari protes lanjutan pemerintah menggelar upacara peletakan batu pertama secara tertutup pada 8 Agustus 2025.

Akhirnya kios pedagang berhasil dibongkar pada akhir Oktober 2025 dan mereka resmi direlokasi ke tempat baru di sebelah Stasiun Lenteng Agung.

Peresmian dan Kondisi Terkini Taman Bendera Pusaka 

Proses penyatuan dan revitalisasi ketiga taman tersebut terbukti menelan biaya yang fantastis yaitu sekitar Rp 100 miliar.

Menariknya seluruh dana tersebut murni berasal dari program tanggung jawab sosial perusahaan tanpa membebani kas daerah.

Pada tanggal 14 Maret 2026, Gubernur Pramono Anung bersama mantan Presiden Megawati Soekarnoputri meresmikan Taman Bendera Pusaka secara langsung. Kini, tempat tersebut menjadi primadona baru warga Jakarta.

Fasilitasnya sangat memanjakan anak muda mulai dari jalur lari yang super mulus, area piknik kekinian, hingga amfiteater keren untuk acara komunitas lokal.

Suasana sejuk pepohonan rindang yang dipadukan dengan desain arsitektur ramah lingkungan menjadikan taman ini sebagai lokasi pelarian terbaik dari penatnya rutinitas ibu kota.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berbagai Sumber

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU