Ondel-Ondel Jakarta (Getty Images via HaiBunda.com)
JAKARTA - Pernahkah kamu menyadari bahwa di balik hingar-bingar gedung pencakar langit dan kemacetan ibu kota yang seolah tak pernah tidur, tersimpan sebuah "nyawa" budaya yang begitu hidup, jenaka, dan penuh warna?
Jakarta bukan hanya soal metropolitan yang sibuk, tetapi juga rumah bagi budaya Betawi yang kaya akan seni musik.
Irama gambang kromong dan lirik pantun yang bersahutan adalah identitas yang tak lekang oleh waktu.
Lagu-lagu daerah DKI Jakarta tidak hanya hiburan semata, melainkan rekaman sejarah dan nasihat bijak para leluhur yang dibalut dalam nada riang gembira.
Mari kita telusuri lebih dalam kisah di balik melodi yang mungkin sering kamu dengar namun belum sepenuhnya kamu pahami maknanya.
Karakteristik utama dari lagu daerah Jakarta adalah sifatnya yang egaliter, terbuka, dan sering kali mengajak pendengarnya untuk melupakan kesedihan.
Tidak ada kesan menggurui yang kaku, semuanya disampaikan melalui pantun yang cerdas dan irama yang mengajak tubuh bergoyang.
Di sinilah letak kejeniusan seniman Betawi masa lampau dalam mewariskan nilai-nilai luhur.
Siapa yang tidak mengenal lagu Ondel-Ondel? Lagu yang dipopulerkan oleh seniman legendaris Benyamin Sueb ini menceritakan tentang boneka raksasa khas Betawi yang menjadi maskot Jakarta.
Secara sejarah, ondel-ondel awalnya difungsikan sebagai penolak bala atau pengusir roh jahat yang berkeliaran di desa.
Namun, lewat lagu ini, makna mistis tersebut bertransformasi menjadi hiburan rakyat yang jenaka.
Liriknya yang menggambarkan tingkah lucu ondel-ondel mengajarkan kita untuk merayakan tradisi dengan sukacita, bukan dengan rasa takut.
Lagu ini menjadi simbol keramahan warga Jakarta yang selalu bisa menemukan kebahagiaan di tengah keramaian.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber