Senin, 13 JULI 2026 • 19:24 WIB

MPLS SDN Srengseng 15 di Jakarta Selatan Dikejutkan Teror Bom via WhatsApp, Ini Kronologinya

Author

Situasi MPLS di SDN Srengseng 15 Jakarta Selatan (detik News)

JAKARTA - Pernah kebayang nggak sih momen hari pertama masuk sekolah yang harusnya seru malah berubah jadi menegangkan karena ancaman teror bom menakutkan.

Buat kamu para orang tua yang baru saja mengantar anaknya di hari pertama pasti bakal syok berat mendengar kabar ini.

Yap, kejadian nyata yang bikin jantungan ini baru saja menimpa SDN Srengseng Sawah 15 Pagi di Jagakarsa Jakarta Selatan pada hari Senin.

Saat para siswa baru dan guru sedang asyik mengikuti upacara Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah atau biasa kita sebut MPLS tiba-tiba ada pesan WhatsApp misterius yang sukses bikin panik satu sekolah.

Kepanikan Saat Upacara Bendera

Suasana upacara bendera yang biasanya berjalan khidmat dan penuh tawa khas anak-anak mendadak berubah menjadi momen penuh kewaspadaan tinggi.

Baca juga: Gubernur Pramono Anung Sebut SPMB Jakarta 2026 Lancar Tanpa Kendala Serta Minim Keluhan

Subekhi yang merupakan salah satu guru di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi menceritakan detik-detik kepanikan luar biasa tersebut.

Berdasarkan penuturannya teror bermula ketika salah satu guru kelas satu dan seorang pegawai tata usaha menerima pesan WhatsApp tidak dikenal.

Kejadiannya berlangsung persis saat seluruh warga sekolah sedang berkumpul melaksanakan upacara di lapangan.

Isi pesan tersebut sungguh mengerikan karena mengklaim ada bom yang sudah dipasang di beberapa titik dalam lingkungan sekolah.

Menghadapi situasi darurat yang mencekam pihak sekolah berusaha keras menjaga situasi tetap kondusif agar ratusan siswa tidak mengalami trauma atau panik berlebihan.

Subekhi menjelaskan bahwa para guru langsung bergerak cepat melaporkan kejadian mengerikan tersebut kepada Ketua RT setempat dan aparat kepolisian sektor Jagakarsa.

Sembari menunggu bantuan profesional datang pihak kepolisian dari ujung telepon memberikan instruksi tegas.

Mereka meminta agar seluruh anak-anak beserta guru tetap berada di lapangan terbuka dan dilarang keras memasuki ruang kelas satupun.

Langkah evakuasi strategis ini diambil semata-mata untuk memastikan keselamatan jiwa seluruh murid.

Setelah situasi dinilai mulai terkendali barulah anak-anak dipulangkan secara perlahan sementara para guru masih bertahan di luar area sekolah menunggu informasi lanjutan.

Tim Gegana Turun Tangan Menyisir Seluruh Sudut Sekolah

Mendapat laporan genting pada pukul setengah delapan pagi pihak kepolisian merespons dengan sangat cepat dan langsung meluncur ke lokasi kejadian.

Semua elemen sekolah mulai dari para guru hingga staf segera dievakuasi keluar menjauh dari area bangunan sekolah demi keamanan maksimal.

Demi memastikan ancaman tersebut bisa diatasi dengan standar operasional terbaik Tim Penjinak Bom dari Gegana dan Densus 88 Antiteror diterjunkan langsung ke lapangan.

Baca juga: Cegah Korupsi Anggaran, Pemkot Jakarta Selatan Terapkan 4 Prinsip Tegas Ini Bareng BPKP DKI

Mereka melakukan penyisiran menyeluruh di berbagai sudut bangunan kelas ruang guru hingga kantin.

Situasi di sekitar SDN Srengseng Sawah 15 Pagi pun berubah layaknya adegan film aksi yang menegangkan.

Pengamanan super ketat ini tidak hanya dilakukan oleh polisi tetapi juga dibantu oleh petugas Dinas Perhubungan serta Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI Jakarta.

Mereka semua bersiaga penuh di sekitar lokasi untuk mengantisipasi segala kemungkinan terburuk yang bisa terjadi kapan saja.

Kerja sama antar instansi ini membuktikan betapa seriusnya penanganan ancaman teror di lingkungan pendidikan terutama di wilayah ibu kota yang sangat padat penduduk.

Identitas Pelaku Teror Berhasil Dikantongi Polisi

Setelah proses penyisiran yang panjang dan menegangkan selesai dilakukan kabar baik akhirnya datang dari aparat penegak hukum.

Polisi tidak butuh waktu lama untuk melacak dalang tidak bertanggung jawab di balik kepanikan massal ini.

Kapolsek Jagakarsa Kompol Nurma Dewi memastikan bahwa pihaknya sudah berhasil mengantongi identitas pengirim teror WhatsApp mengerikan tersebut.

Menurut Nurma pelaku mengirimkan ancaman langsung secara spesifik ke perangkat seluler milik guru dan pegawai tata usaha.

Dalam pesan ancamannya pelaku dengan berani mengaku telah menyiapkan sebelas titik bom di area sekolah tersebut.

Lebih lanjut, pelaku bahkan memberikan ancaman waktu terkait kapan bom tersebut diklaim akan meledak.

Tentu saja tindakan ini sangat meresahkan dan mengganggu ketenangan masyarakat luas. 

Saat ini, kepolisian sedang melakukan pengejaran intensif untuk menangkap sang pelaku.

Polisi memastikan bahwa pelaku teror yang telah mengacaukan momen penting hari pertama sekolah ini akan ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku di Indonesia. 

Kamu yang tinggal di sekitar Jagakarsa atau punya adik bersekolah di sana sekarang bisa sedikit bernapas lega karena situasi sudah berada di bawah kendali penuh aparat keamanan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU