Rabu, 08 JULI 2026 • 17:00 WIB

Gunungan Sampah Pasar Cakung Dikebut! Pemprov DKI Ajak Kita Mulai Pilah Sampah di Rumah

Author

Penanganan Tumpukkan Sampah di Belakang Pasar Cakung (Nurito/Berita Jakarta)

JAKARTA - Pernah nggak sih kamu merasa ilfeel pas lagi asyik jalan atau hangout di area publik, terus tiba-tiba kecium bau nggak sedap dari tumpukan limbah yang menggunung?

Masalah darurat sampah emang masih jadi concern utama buat kita warga ibu kota, khususnya bagi kamu yang makin aware dengan isu sustainability atau lingkungan berkelanjutan.

Nah, kabar baiknya nih, Jajaran Satuan Pelaksana (Satpel) Lingkungan Hidup (LH) Kecamatan Cakung baru aja gerak cepat alias gercep buat membereskan masalah klasik ini.

Pada Rabu (8/7/2026), petugas mulai mempercepat penanganan tumpukan sampah yang sempat overload di Tempat Penampungan Sementara (TPS) yang letaknya persis di belakang Pasar Cakung, Kelurahan Cakung Barat, Jakarta Timur.

Aksi responsif dan kolaboratif dari pemerintah ini jelas jadi angin segar buat perbaikan ekosistem sekaligus kenyamanan mobilitas warga Jakarta.

Baca juga: Aksi Cepat Petugas Gabungan Evakuasi 3 Pohon Tumbang di Cakung Barat demi Cegah Luapan Kali

Target Selesai Secepat Kilat Pakai Truk Compactor

Bukan rahasia lagi kalau TPS yang berlokasi di belakang area Pasar Cakung ini sering kali kewalahan menampung debit limbah harian, baik itu buangan basah dari pasar maupun sampah rumah tangga.

Tapi tenang aja, masalah ini nggak dibiarin berlarut-larut sampai mengganggu aktivitas dan kesehatan warga sekitar.

Kepala Satpel LH Kecamatan Cakung, Encep, secara tegas memastikan bahwa tumpukan sampah dari aktivitas pasar dan permukiman warga RW 01 ini ditargetkan bersih tak bersisa.

Seluruh tumpukan tersebut rencananya akan selesai diangkut pada Kamis (9/7/2026) besok.

Sebenarnya, upaya pengangkutan limbah ini merupakan rutinitas yang selalu dieksekusi setiap hari oleh petugas.

Pihak Satpel LH bahkan secara khusus mengerahkan satu armada andalan mereka, yaitu truk compactor berukuran raksasa yang kapasitas angkutnya mencapai tujuh ton. 

Jadi, kamu bisa kebayang dong seberapa masif sebenarnya effort dari jajaran Pemprov DKI Jakarta buat menjaga wilayah Cakung biar tetap bersih, aesthetic, dan bebas dari pandangan kawasan kumuh?

Lebih lanjut, Encep juga menyuarakan pesan penting buat kita semua.

"Kami mengajak warga dan pengelola pasar untuk ikut melakukan pemilahan dan pengolahan sejak dini agar volume sampah tidak banyak yang dibuang ke TPS," ungkapnya, dikutip Berita Jakarta. 

Yup, imbauan dari Pak Encep ini relate banget sama gaya hidup zero waste yang sekarang lagi marak diterapkan sama anak-anak muda!

Beban Ganda TPS Cakung Barat dan Rencana Relokasi

Mungkin kamu bertanya-tanya, kenapa sih tumpukan di sana bisa sampai overload? Usut punya usut, TPS tersebut ternyata menanggung beban operasional yang kelewat berat.

Lurah Cakung Barat, Yasir Habib Putra, menjelaskan secara detail bahwa fasilitas pembuangan itu punya fungsi ganda yang krusial.

Selain difungsikan sebagai tempat pembuangan resmi bagi warga RW 01 Kelurahan Cakung Barat, TPS ini secara bersamaan juga harus menampung limbah buangan harian dari tiga pasar berbeda di kawasan tersebut.

Baca juga: Hadiri Peresmian Rumah Sakit Primaya di Cakung, Pramono Anung: Hospitality Kunci Layanan Kesehatan, Bukan Sekadar Teknologi Canggih

Makanya wajar banget kalau kapasitasnya gampang penuh. Melihat aksi sigap dari para petugas lapangan, Yasir memberikan apresiasi penuh kepada pihak Satpel LH Kecamatan Cakung yang udah merespons cepat perlunya evakuasi supaya tumpukan nggak makin membludak.

Sebagai solusi cerdas buat jangka panjang, pihak kelurahan ternyata udah nyiapin masterplan yang lebih rapi.

Mereka berencana mengusulkan pemanfaatan lahan di kawasan perumahan atau Rusun KM 21 secara spesifik sebagai TPS baru yang dikhususkan bagi warga RW 01.

"Pemisahan lokasi pembuangan diperlukan karena pengelolaan sampah rumah tangga menjadi layanan pemerintah melalui Suku Dinas LH Jakarta Timur. Kami berharap pengelola pasar dapat menangani sampah secara mandiri," tutur Yasir, dikutip Berita Jakarta.

Pentingnya Sadar Kelola Sampah dari Lingkup Terkecil

Di sisi lain, pengelola pasar juga menyatakan komitmennya buat nggak tinggal diam.

Kepala Pasar Cakung, Ariza Roni, menyampaikan bahwa pihaknya akan terus mengupayakan perbaikan dalam penanganan sisa operasional ini. 

Tujuannya cuma satu, yaitu supaya kuota harian yang dibawa ke TPST Bantar Gebang bisa semakin berkurang dan nggak membebani fasilitas pembuangan akhir.

Namun, ia tak memungkiri batasan yang ada di lapangan saat ini.

"Sementara ini kita memang masih membuang sampah ke TPS dengan menunaikan pembayaran retribusi," tandas Ariza, dikutip Berita Jakarta.

Pernyataan ini membuktikan kalau kita emang masih butuh transisi sistem, edukasi pedagang, serta penyediaan infrastruktur pengolahan lokal yang lebih mumpuni.

Nah, dari fenomena di Cakung ini, kita bisa narik satu pelajaran berharga. Mengelola sampah itu bukan melulu jadi urusan petugas kebersihan aja, tapi kewajiban kita bersama.

Yuk, mulai sekarang biasakan bawa tas belanja sendiri, say no to plastik sekali pakai, dan coba pilah limbah organik sama anorganik dari kosan atau rumah kamu.

Langkah simpel kamu ini efeknya bakal kerasa banget lho buat masa depan bumi!

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berita Jakarta

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU