JAKARTA - Pernah kepikiran nggak sih, di balik megahnya gedung-gedung pencakar langit Jakarta, ternyata ibu kota masih punya PR besar soal kebersihan lingkungan?
Yup, masalah sanitasi dan kebiasaan buang air besar sembarangan (BABS) nyatanya masih jadi tantangan nyata di beberapa titik yang padat penduduk.
Sebagai generasi yang peduli dengan isu lingkungan dan sustainability, tentu kita sepakat kalau masalah ini harus segera dituntaskan.
Tapi kamu nggak perlu overthinking, karena Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bareng komunitas dan akademisi lagi ngebut membereskan masalah ini secara konkret!
Baru-baru ini, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, memberikan apresiasi besar buat dunia kampus yang mau turun gunung untuk langsung membantu warga.
Baca juga: Wagub Rano Karno Beberkan Visi Masa Depan Menuju Kota Global Berkualitas
Tepatnya pada Senin (29/6/2026), berlangsung deklarasi Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) di RPTRA Mandala, RW 04, Kelurahan Tomang, Jakarta Barat.
Acara ini bukan cuma seremonial potong pita, tapi jadi bukti nyata kolaborasi lintas sektor yang sukses bikin kualitas hidup warga Jakarta makin upgrade.
Rano Karno mengaku sangat bangga melihat langkah inisiatif yang diambil oleh Universitas Trisakti.
Menurut Wagub yang akrab disapa “Bang Doel” ini, ke depannya peran kampus diharapkan nggak cuma stuck di urusan sanitasi dasar.
Ia punya visi besar agar keterlibatan akademisi bisa meluas ke berbagai inisiatif kesehatan masyarakat dan kesejahteraan warga secara menyeluruh.
"Alhamdulillah, Universitas Trisakti mengambil inisiatif pertama yang tentu saja kami dukung penuh. Kerja sama kita dengan pihak kampus bukan cuma soal membangun toilet atau fasilitas cuci tangan komunal, tapi ini murni demi meningkatkan kualitas hidup warga sekitar agar lebih layak," ujar Rano Karno, dikutip Berita Jakarta.
Tentu saja, gerakan inovatif yang dimotori oleh warga lokal ini nggak berjalan sendirian.
Inisiatif keren ini juga mendapat dukungan penuh dari mitra-mitra strategis lainnya seperti JNE, PAL Jaya, dan BAZNAS Bazis Jakarta.
Lewat gotong royong ini, Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainah, memaparkan bahwa kolaborasi tersebut sukses membangun lima fasilitas mandi cuci kakus (MCK) komunal baru dan merenovasi dua unit MCK yang sudah ada. Kini, fasilitas higienis tersebut bisa dinikmati langsung oleh 1.278 warga di Tomang.
"Kami sangat terbuka dan menyambut baik para mitra yang ingin berkontribusi. Kolaborasi ini mewakili sinergi kuat yang membawa perbaikan nyata bagi kehidupan warga kami," jelas Iin Mutmainah, dikutip Berita Jakarta.
Usaha bareng-bareng ini ternyata bawa dampak luar biasa buat wajah urban Jakarta secara keseluruhan.
Berdasarkan data terbaru Pemprov DKI di tahun 2026, ibu kota sukses bertransformasi secara signifikan.
Bayangkan saja, kawasan permukiman kumuh berhasil ditekan drastis dari yang awalnya menyentuh 468 titik, sekarang menyusut menjadi 211 titik saja!
Baca juga: Bertemu di Bali, Wagub Rano Karno dan Netflix Siap Jadikan Jakarta Kota Film Terbaik di Asia!
Selain itu, progres warga Jakarta buat hidup lebih bersih juga makin kelihatan hilalnya.
Dari total 297 kelurahan yang ada di Jakarta, sebanyak 194 kelurahan (sekitar 72,6%) di antaranya sudah resmi mendeklarasikan komitmen bebas BABS atau Open Defecation Free (ODF).
"Praktik buang air besar sembarangan memang masih menjadi tantangan tersendiri di Jakarta. Makanya, kami akan terus mendorong keterlibatan berbagai pemangku kepentingan untuk menuntaskan masalah ini untuk selamanya," tegas Wagub Rano Karno.
Nah, buat kamu, apa sih impact-nya transformasi ini buat kita?
Jawabannya ada di posisi ibu kota di mata dunia. Rano Karno menekankan bahwa semua program revitalisasi berkelanjutan ini berkontribusi langsung pada kenaikan peringkat Jakarta di Global City Index.
Faktanya, posisi Jakarta di indeks kota global tersebut sudah melesat dari urutan 74 ke urutan 71 cuma dalam kurun waktu dua tahun terakhir.
Sebuah pencapaian yang patut diapresiasi tinggi.
"Saya yakin kita akan melihat peningkatan lebih lanjut pada bulan Agustus ini. Peringkat ini adalah kunci agar Jakarta diakui sebagai pusat metropolitan global papan atas," pungkasnya.
Jadi, inisiatif memperbaiki sanitasi bareng pihak kampus dan swasta ini bukan sekadar bikin lingkungan makin aesthetic dan sehat, tapi juga jadi modal kuat biar kota kita makin stand out di kancah internasional.
Yuk, mulai sekarang kita juga ikut andil menjaga kebersihan ibu kota dari langkah-langkah terkecil di sekitar kita!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berita Jakarta