Sabtu, 13 JUNI 2026 • 18:21 WIB

Gulkarmat Gabungan Evakuasi 29 Penumpang KM Sumber Makmur di Kepulauan Seribu, Cuaca Buruk Jadi Faktor Utama

Author

Proses Evakuasi Penumpang dan Awak KM Sumber Makmur di Kepulauan Seribu (Anita Karyati/Berita Jakarta)

JAKARTA - Pernah kebayang nggak sih, gimana rasanya terjebak di tengah laut saat cuaca tiba-tiba memburuk dan ombak mulai mengamuk?

Kejadian menegangkan ini baru saja dialami oleh puluhan penumpang dan awak Kapal Motor (KM) Sumber Makmur.

Buat kamu yang sering bepergian melintasi perairan teluk Jakarta, insiden ini pastinya jadi pengingat yang sangat penting.

Beruntungnya, berkat kesigapan petugas Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu, tragedi ini berhasil dihindari tanpa menelan korban jiwa.

Pada Sabtu (13/6/2026), seluruh penumpang berhasil dievakuasi dengan selamat setelah kapal mereka nyaris tak bisa melanjutkan perjalanan akibat kendala teknis dan alam. 

Baca juga: Daftar Landmark Ikonik di Kepulauan Seribu yang Wajib Dikunjungi Para Wisatawan!

Kisah penyelamatan ini bermula pada hari Sabtu pagi yang mendadak berubah menjadi kepanikan.

Kepala Seksi Operasi Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu, Gatot Sulaeman, menjelaskan bahwa pihaknya menerima panggilan darurat tepat pada pukul 06.50 WIB. 

Laporan tersebut datang langsung dari salah satu penumpang kapal yang merasa panik karena kondisi kapal yang terus terombang-ambing tak terkendali di sekitar perairan Kelurahan Pulau Panggang, Kecamatan Kepulauan Seribu Utara.

Mendengar laporan darurat tersebut, tim Gulkarmat tidak membuang waktu sedetik pun.

"Setelah menerima informasi, unit kami segera bergerak pada pukul 06.55. Setibanya di lokasi, petugas langsung melakukan proses evakuasi," ujar Gatot, dikutip Berita Jakarta.

Satu unit kapal penyelamat andalan milik Sudin Gulkarmat, yakni KM Satria Biru, langsung dikerahkan ke titik koordinat kapal yang bermasalah, diiringi oleh enam personel yang sudah sangat terlatih untuk menjalankan misi operasi penyelamatan di laut lepas.

Lalu, apa sebenarnya akar masalah yang membuat KM Sumber Makmur sampai harus meminta pertolongan evakuasi secara darurat?

Diketahui, kapal tersebut baru saja memulai perjalanannya dari wilayah pelabuhan Rawasaban, Tangerang, dengan tujuan akhir ke wilayah Kepulauan Seribu Utara.

Kapal ini membawa total 29 orang, yang terdiri dari 26 penumpang dan tiga orang awak kapal, termasuk sang nakhoda yang memimpin pelayaran.

Masalah fatal mulai muncul di tengah perjalanan ketika kondisi cuaca tiba-tiba berubah ekstrem. Namun, cuaca buruk ternyata bukanlah satu-satunya faktor penentu.

Gatot Sulaeman mengungkapkan bahwa kapal tersebut diduga membawa muatan yang jauh melebihi standar kapasitas aman pelayaran. 

Kombinasi antara ombak yang cukup tinggi, embusan angin kencang, dan overkapasitas membuat kapal kehilangan keseimbangan.

Hal ini tentu sangat berisiko tinggi jika kapten tetap memaksakan kapal berlayar menembus gelombang.

Baca juga: Lebih dari 6 Ribu Wisatawan Serbu Kepulauan Seribu Saat Libur Panjang, Cek Akses Keberangkatannya!

Demi keselamatan nyawa semua orang di dalamnya, perjalanan dihentikan sebelum situasi bertambah parah.

Berkat ketenangan para petugas di lapangan dan kerja sama yang baik dari para penumpang, proses pemindahan dari kapal yang bermasalah menuju kapal penyelamat berlangsung sangat mulus.

"Seluruh penumpang berhasil dievakuasi ke KM Satria Biru dalam keadaan selamat. Sementara itu, KM Sumber Makmur ditarik menuju Pulau Panggang untuk penanganan lebih lanjut," jelas Gatot.

Tepat pada pukul 07.30 WIB, seluruh rombongan dan awak kapal sudah menapakkan kaki dengan aman di daratan Pulau Panggang tanpa kekurangan satu apa pun.

Nakhoda KM Sumber Makmur, Sobri, tak luput menyampaikan rasa syukurnya atas insiden yang berakhir dengan melegakan ini.

Ia sangat mengapresiasi kecepatan tim penyelamat yang langsung tanggap merespons panggilannya.

"Saya mengucapkan terima kasih kepada petugas yang telah membantu kami. Berkat respons cepat petugas, seluruh penumpang dapat dievakuasi dengan selamat," ungkap Sobri.

Insiden mendebarkan ini menjadi pelajaran berharga bagi siapa pun yang sering beraktivitas di perairan.

Gatot kembali mengimbau agar para nelayan maupun warga yang menggunakan transportasi laut untuk selalu mengecek prakiraan cuaca terkini.

Memastikan kelayakan mesin, kelengkapan keselamatan, dan fisik kapal juga menjadi kewajiban mutlak.

"Keselamatan adalah yang utama. Jangan memaksakan berlayar apabila muatan kapal sudah melebihi kapasitas," tegas Gatot.

Buat kamu yang berencana liburan akhir pekan ke Kepulauan Seribu, pastikan kamu selalu naik kapal resmi yang mematuhi standar keamanan, ya!

Lebih baik telat sedikit atau menunda perjalanan daripada harus menantang maut di tengah laut yang sedang tidak bersahabat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berita Jakarta

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU