JAKARTA - Idul Adha sebentar lagi tiba! Buat kamu warga Jakarta yang udah siap-siap berburu sate kambing atau rendang sapi bareng bestie dan keluarga, ada info penting nih yang pantang buat dilewatkan.
Nggak cuma sekadar urusan bagi-bagi daging, perayaan kurban pada Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah atau tahun 2026 Masehi ini harus banget dibarengi dengan awareness tinggi soal kebersihan serta kelestarian lingkungan sekitar.
Sebagai kota metropolitan yang padat, Jakarta tentu punya tantangan tersendiri dalam memanajemen perayaan massal.
Biar ibadah kurban tahun ini makin berkah dan nggak ninggalin masalah baru buat warga ibu kota, Komisi E DPRD DKI Jakarta udah ngeluarin sederet guideline alias imbauan krusial yang wajib banget kita perhatikan dan terapkan bareng-bareng.
Menjelang momen suci ini, Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta, M Subki, mengingatkan dengan tegas bahwa pelaksanaan ibadah kurban harus dilakukan secara tertib dari awal sampai akhir.
Baca juga: Jadwal Transjakarta Berubah saat Idul Adha 2026, Cek Info Lengkap Jam Operasionalnya!
Artinya, effort kita harus dimulai sejak proses hunting atau pemilihan hewan kurban, hingga tahapan eksekusi penyembelihannya di hari H.
"Terkhusus pemotongan hewan kurban, tolong periksa kembali hewan kurban jangan sampai ada yang sakit, pastikan semuanya sehat, dan cara memotong yang syar’i. Tapi jangan lupa jaga kebersihan dan kesehatan," ujar Subki.
Pastikan sapi atau kambing yang kamu pilih benar-benar fit, nggak cacat, dan mengantongi surat keterangan sehat resmi dari dinas terkait.
Langkah ini super penting buat mencegah penularan penyakit hewan. Selain itu, Subki juga mengimbau supaya proses penyembelihan dilakukan di spot yang udah ditentukan secara spesifik.
Tujuannya simpel tapi esensial, yakni untuk menjaga sanitasi lingkungan. Jangan sampai sisa-sisa darah atau kotoran hewan malah mencemari selokan permukiman dan memicu sarang penyakit baru bagi warga.
Satu hal yang sering banget jadi sorotan dari tahun ke tahun adalah drama kerumunan saat sesi pembagian daging.
Ngantre berdesakan sampai chaos di tengah cuaca terik jelas bukan pemandangan yang pengen kita lihat lagi.
Mengantisipasi hal tersebut, Subki menyoroti pentingnya manajemen distribusi daging kurban yang rapi, modern, dan terorganisir biar nggak membahayakan keselamatan fisik masyarakat.
"Dalam pembagian kurban, mohon diatur dengan tertib. Jangan sampai terjadi kerumunan yang mengakibatkan korban kepada manusia," tegas Subki.
Sebagai solusi dan contoh praktis, panitia kurban di tingkat RT/RW bisa mulai ngakalin sistem ini dengan metode door-to-door delivery langsung ke rumah-rumah warga yang berhak menerima.
Kalaupun memang harus diambil di satu lokasi, gunakan sistem kupon dengan pembatasan jam kedatangan yang ketat.
Lewat cara ini, vibes berbagi berkah kurban tetap terasa intim dan aman tanpa harus ada insiden saling dorong.
Nah, ini dia poin yang paling relate buat generasi muda yang melek gaya hidup eco-friendly.
Subki mengingatkan keras agar seluruh panitia kurban mulai mengurangi secara drastis pemakaian kantong kresek sekali pakai buat membungkus daging. Kamu pasti paham dong kalau Jakarta tiap harinya udah memproduksi ribuan ton tumpukan sampah, jadi tambahan limbah dari kurban jelas bakal jadi red flag buat bumi kita.
"Jangan sampai juga memunculkan sampah-sampah yang semakin banyak. Tolong diatur alatnya supaya bisa yang didaur ulang," tandas Subki.
Sebagai gantinya, panitia kurban bisa banget berinovasi pakai wadah yang lebih ramah lingkungan.
Contohnya, bungkus daging pakai daun jati, daun pisang, atau besek dari anyaman bambu yang pastinya jauh lebih estetik dan sustainable.
Selain lebih aman dan gampang terurai oleh alam, wadah-wadah organik ini juga diklaim mampu menjaga kualitas daging segar agar nggak terkontaminasi zat kimia dari plastik.
Pada akhirnya, pelaksanaan kurban di Jakarta diharapkan bisa berjalan smooth, aman, dan pastinya tetep bawa impact positif yang luas.
Yuk, kita sama-sama wujudkan perayaan Iduladha yang nggak cuma khusyuk secara spiritual, tapi juga keren secara sosial dan peduli terhadap kelestarian lingkungan!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berita Jakarta