JAKARTA - Bagi kamu yang sering melintasi kawasan Jakarta Barat, bersiaplah mencari jalur alternatif pekan ini.
Kemacetan di sekitar perlintasan sebidang kereta api memang kerap menjadi keluhan utama warga ibu kota yang menghambat produktivitas.
Namun, ada kabar baik! Proyek pembangunan Flyover Latumenten yang dinanti-nanti kini telah memasuki tahap krusial, yaitu girder erection atau proses pengangkatan dan pemasangan balok beton pracetak sebagai struktur utama jalan layang.
Dengan dimulainya fase penting ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan rekayasa lalu lintas sementara untuk memastikan keamanan pekerja dan kelancaran mobilitas warga di sekitar lokasi proyek.
Pekerjaan pemasangan balok raksasa ini tentu tidak dilakukan sembarangan, melainkan dibagi ke dalam dua tahap utama pada malam hari agar tidak terlalu mengganggu aktivitas harian warga.
Baca juga: Pembangunan Flyover Latumenten Dimulai Agustus 2025, Siap Atasi Macet Kereta Api
Tahap pertama difokuskan pada sisi barat Jalan Prof. Dr. Latumenten yang telah dimulai sejak 18 Mei dan akan terus berlangsung hingga 26 Mei 2026 mendatang.
Selanjutnya, pengerjaan akan bergeser ke sisi timur di Jalan Dr. Makaliwe Raya yang dijadwalkan pada 29 Mei sampai 5 Juni 2026.
Kedua tahap pengerjaan ini dilakukan secara intensif mulai pukul 22.00 hingga 04.00 WIB.
Hingga pertengahan Mei 2026, progres proyek strategis ini tercatat sudah mencapai 41,28 persen.
Jalan layang ini didesain cukup megah dengan panjang sisi barat mencapai 435 meter dan sisi timur sepanjang 426 meter, serta memiliki lebar keseluruhan 11 meter. Dimensi ini dirancang secara khusus untuk menampung volume kendaraan yang tinggi di kawasan tersebut.
Pembangunan Flyover Latumenten bukan sekadar proyek infrastruktur jalan biasa. Kepala Pusat Data dan Informasi Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Siti Dinarwenny, menegaskan bahwa Pemprov DKI memastikan seluruh tahapan konstruksi berjalan sesuai standar keselamatan operasional tinggi dan mematuhi target waktu yang telah ditetapkan.
Tujuan utama dari proyek ini adalah untuk menghilangkan risiko kecelakaan yang selama ini sering terjadi di pelintasan kereta api sebidang.
Dengan memisahkan arus kendaraan bermotor dan jalur kereta, waktu tempuh masyarakat secara otomatis akan jauh lebih singkat.
Lebih dari itu, infrastruktur ini dirancang untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi kawasan melalui aksesibilitas yang jauh lebih efisien.
Siti Dinarwenny juga menambahkan bahwa kehadiran jalan layang ini akan mempermudah pengguna saat harus berpindah antar moda transportasi.
Konsep Transit Oriented Development (TOD) akan mengintegrasikan Stasiun Grogol dengan halte bus Transjakarta, layanan Jaklingko, serta angkutan umum lainnya secara mulus tanpa hambatan.
Demi mendukung kelancaran pekerjaan alat berat dan keselamatan pengguna jalan, Dinas Bina Marga telah menyiapkan skema pengalihan arus lalu lintas.
Pada pengerjaan sisi barat, lalu lintas kendaraan besar dari arah selatan (Flyover Grogol), timur (Roxy), dan barat (Jalan Daan Mogot) yang menuju utara akan dialihkan sepenuhnya melalui Jalan Daan Mogot menuju Jalan Pangeran Tubagus Angke.
Sementara itu, untuk kendaraan kecil, kamu bisa melewati rute alternatif mulai dari Jalan Hadiah berlanjut ke Jalan Hadiah 1, Jalan Hadiah 2, hingga Jalan Prof Dr Latumenten Barat 3.
Rute alternatif lainnya untuk kendaraan kecil adalah melintasi Jalan Dr Susilo I, berbelok ke Jalan Dr Muwardi I, Jalan Dr Muwardi II, lalu ke Jalan Dr Muwardi, dan tembus ke Jalan Semeru. Kabar baiknya, lalu lintas dari arah utara ke selatan tetap bisa beroperasi normal.
Pengaturan berbeda akan diterapkan saat pengerjaan bergeser ke sisi timur. Kendaraan besar dari arah utara ke selatan akan diarahkan untuk memutar balik di bundaran sebelum Season City, kemudian melewati Jalan Prof Dr Latumenten, mengarah ke Jalan Pangeran Tubagus Angke, dan berakhir di Jalan Daan Mogot, atau kamu juga bisa mengambil opsi belok kanan di simpang Jembatan Dua.
Untuk pengguna kendaraan kecil, rute pengalihan akan diarahkan melewati Jalan Semeru menuju Jalan Dr Muwardi, masuk ke Jalan Dr Susilo 1, atau bisa langsung melintasi Jalan Dr Semeru I.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin timbul selama proses konstruksi ini berlangsung.
Dukungan dan pengertian dari masyarakat sangat dibutuhkan agar Flyover Latumenten bisa segera rampung dan manfaatnya langsung dirasakan oleh warga Jakarta.
Oleh karena itu, pastikan kamu selalu menyesuaikan waktu perjalanan dan mematuhi rambu serta arahan petugas di lapangan!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berita Jakarta