Rabu, 20 MEI 2026 • 16:56 WIB

Pramono Anung Lantik 891 Pejabat DKI Jakarta, Pastikan Tak Ada Lagi Posisi Plt

Author

Pelantikan Pejabat di DKI Jakarta (Berita Jakarta)

JAKARTA - Pernahkah kamu merasa urusan administrasi atau pelayanan publik di Jakarta kadang terasa terhambat?

Kalau ditelisik lebih jauh, salah satu biang kerok utamanya sering kali adalah kursi kepemimpinan yang dibiarkan kosong atau sekadar diisi oleh pejabat sementara.

Nah, buat kamu warga ibu kota yang mendambakan birokrasi cepat dan sat-set, ada kabar gembira hari ini!

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, siap melakukan pergerakan besar-besaran sore ini guna memastikan mesin pemerintahan Pemprov DKI berjalan dengan kecepatan dan kapasitas penuh.

Tepat pada Rabu (20/5/2026) sore, bertempat di Balai Kota DKI Jakarta, Pramono Anung dijadwalkan bakal melantik ratusan pejabat baru di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

Baca juga: Gubernur Pramono Anung Resmi Jadi Wakil Ketua C40 Cities, Jakarta Pimpin Iklim Global!

Pelantikan massal ini bukan sekadar rutinitas atau acara seremonial belaka. Ini adalah langkah taktis sang gubernur agar seluruh lini pelayanan masyarakat, dari tingkat dinas hingga ke wilayah terdekat dengan warga, tidak lagi mengalami hambatan struktural akibat kekosongan kepemimpinan.

Ketika mendengar kata "pelantikan pejabat", mungkin yang terlintas di pikiran kamu adalah mutasi bagi para petinggi tingkat atas saja.

Namun, agenda sore ini memiliki fokus yang sedikit berbeda dan sangat krusial bagi kehidupan warga sehari-hari.

Gubernur yang akrab disapa Mas Pram ini memastikan bahwa perombakan dan pengisian jabatan justru menyentuh langsung ke urat nadi operasional Pemprov DKI Jakarta.

Ia menyebutkan secara rinci bahwa pelantikan sore ini tidak hanya diperuntukkan bagi pejabat tingkat elit atau Eselon II.

Porsi terbesar dan perhatian utama justru tertuju pada pengisian posisi pejabat Eselon III dan Eselon IV. Merekalah yang bersentuhan langsung dengan warga, mengeksekusi program di lapangan, serta mengurus kebijakan di tingkat suku dinas, kecamatan, hingga kelurahan.

Total, terdapat sekitar 891 pejabat yang akan mengambil sumpah jabatan hari ini.

"Memang nanti sore seperti biasa hari Rabu. Bukan hanya Eselon II, tapi lebih banyak Eselon III dan Eselon IV. Jumlahnya 891," ujar Mas Pram.

Salah satu penyakit birokrasi yang paling sering dikeluhkan oleh publik adalah menumpuknya posisi strategis yang berstatus Pelaksana Tugas atau Plt.

Seperti yang mungkin kamu sadari, seorang Plt memiliki keterbatasan kewenangan yang membuat pengambilan keputusan penting kerap tersendat.

Pramono Anung sangat memahami betul bahwa kelemahan sistemikal ini merugikan warga yang butuh pelayanan cepat.

Oleh karena itu, ia menegaskan pentingnya menempatkan pejabat definitif pada setiap jabatan yang kosong.

Melalui langkah ini, pemerintahan bisa merespons berbagai dinamika kota Jakarta dengan lebih lugas dan efektif.

Baca juga: Gubernur Pramono Anung Sambut Rute Penerbangan Langsung Jakarta-Kelantan Mulai 16 Juni Mendatang

"Jadi saya memang berkeinginan semua jabatan itu jangan sampai ada idle (menganggur) dan ada kosong. Karena organisasi itu tercermin bagaimana berjalan dengan baik, sudah tidak ada lagi Plt," ucapnya.

Gubernur juga menggarisbawahi komitmen utamanya terkait hal ini.

"Hampir selama kepemimpinan saya tidak ada Plt lagi, semua begitu ada kekosongan jabatan itu langsung diisi," tegas Pramono.

Selain urusan birokrasi yang dipercepat, ada sisi humanis dan unik di balik pemilihan jadwal pelantikan ini. Mengapa sengaja digelar pada hari Rabu?

Jawabannya erat kaitannya dengan komitmen gaya hidup berkelanjutan dan pelestarian budaya lokal.

Hari Rabu bertepatan dengan aturan Pemprov DKI Jakarta yang menginstruksikan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk beraktivitas menggunakan transportasi publik.

Pramono ingin momentum pelantikan ini menjadi contoh nyata. Ia mewajibkan 891 pejabat tersebut untuk berangkat ke Balai Kota menggunakan transportasi umum dan hadir dengan membalut diri dalam pakaian tradisional khas Betawi sebagai kebanggaan identitas Jakarta.

"Saya sengaja dalam melantik itu biasanya hari Rabu supaya ASN yang dilantik naik transportasi umum memakai identitas Betawi, ujung serong, encim, dan sebagainya," tandas Pramono.

Perpaduan antara percepatan layanan publik, pelestarian budaya lokal, serta dukungan nyata terhadap transportasi massal ini tentu menjadi lembaran baru yang menjanjikan.

Semoga saja semangat positif dari ratusan pejabat baru hari ini benar-benar mewujud dalam bentuk pelayanan yang makin ramah dan gesit bagi kamu dan seluruh warga DKI Jakarta!

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berita Jakarta

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU