JAKARTA - Pernahkah kamu membayangkan Jakarta tidak hanya sekadar sibuk dengan hiruk-pikuk aktivitas ekonomi metropolitan, tetapi juga memegang kendali sebagai pemain kunci dalam misi penyelamatan bumi dari krisis iklim?
Langkah nyata itu kini benar-benar terwujud! Pada Senin (18/5/2026), dunia internasional melalui C40 Cities secara resmi mengumumkan penunjukan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, sebagai Wakil Ketua Steering Committee.
Kabar membanggakan ini bukan sekadar gelar seremonial, melainkan bukti kuat bahwa ibu kota kita kini berada di garis depan dalam merumuskan solusi lingkungan di panggung dunia.
Bagi kamu yang mungkin belum terlalu familiar, C40 Cities adalah sebuah jaringan global bergengsi yang terdiri dari hampir 100 kota besar di berbagai benua.
Jaringan raksasa ini memiliki satu komitmen yang sangat krusial: mengatasi krisis iklim melalui kolaborasi nyata antar-kota.
Baca juga: Gubernur Pramono Anung Sambut Rute Penerbangan Langsung Jakarta-Kelantan Mulai 16 Juni Mendatang
Mereka aktif berbagi ilmu pengetahuan, merancang inovasi kebijakan terbaru, dan yang terpenting, mempercepat implementasi solusi iklim yang dampaknya bisa langsung dirasakan oleh masyarakat luas.
Bayangkan saja, kota-kota yang bernaung di bawah payung C40 ini mewakili lebih dari 700 juta penduduk dunia dan memutar sekitar seperempat dari total perekonomian global.
Fakta fantastis ini menjadikan C40 sebagai salah satu platform kerja sama paling berpengaruh dalam menentukan arah aksi iklim perkotaan di era modern.
Penunjukan posisi penting ini mendapat sambutan yang sangat positif dari jajaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Kepala Biro Kerja Sama Daerah Setda Provinsi DKI Jakarta, Marulina Dewi, menegaskan bahwa posisi ini semakin mengukuhkan peran strategis Jakarta sebagai pemimpin kawasan Asia Timur, Asia Tenggara, dan Oseania (ESEAO).
Jakarta perlahan namun pasti mulai dijadikan contoh teladan bagi kota-kota megapolitan lain yang tengah berkembang pesat.
Menurut Dewi, di bawah kepemimpinan Gubernur Pramono Anung, Jakarta terus bergerak maju menyelaraskan roda ekonomi perkotaan dengan langkah nyata pelestarian lingkungan.
“Kepercayaan yang diberikan kepada Gubernur Pramono Anung sebagai Vice Chair Steering Committee C40 Cities mencerminkan semakin kuatnya pengakuan global terhadap peran Jakarta sebagai kota yang aktif mendorong solusi iklim, pembangunan berkelanjutan, dan diplomasi kota di tingkat dunia,” jelas Dewi.
Momentum berharga ini juga menjadi pembuktian bagi Biro Kerja Sama Daerah yang sukses bertindak sebagai ujung tombak kemitraan strategis internasional.
Tujuannya, membangun masa depan kota yang lebih tangguh, inklusif, dan adil bagi seluruh lapisan masyarakat.
Sebagai Wakil Ketua di tingkat global, Gubernur Pramono Anung membawa sejumlah agenda prioritas yang langsung bersinggungan dengan kualitas hidup warga.
Terdapat tiga inisiatif utama yang saat ini tengah didorong secara maksimal, yaitu:
- Mobilitas Hijau yang Terintegrasi: Pemprov DKI terus melakukan transformasi radikal pada sistem transportasi. Contoh nyata yang bisa kamu lihat adalah percepatan elektrifikasi armada bus TransJakarta dan penguatan integrasi jalur kereta api perkotaan. Tujuannya sangat jelas, yakni menekan emisi gas buang dan mengurai kemacetan menahun;
- Adaptasi Iklim dan Ketahanan Banjir: Menyadari letak geografisnya, perlindungan kawasan pesisir menjadi harga mati. Revitalisasi sistem pengelolaan air perkotaan sedang dikebut demi melindungi warga dari risiko cuaca ekstrem dan kenaikan muka air laut yang mengancam;
- Transisi Energi Berkeadilan: Jakarta berkomitmen penuh untuk meningkatkan pemanfaatan energi terbarukan di berbagai infrastruktur publik. Langkah ini tidak hanya sehat bagi bumi, tetapi juga membuka keran ekonomi hijau yang menghasilkan lapangan pekerjaan baru secara berkelanjutan.
Tentu kamu bertanya-tanya, apa keuntungan strategis dari posisi ini bagi Jakarta?
Pertama, peran ini membuka jalan tol bagi Jakarta untuk mengakses best practices dari negara maju, mendapatkan dukungan teknis, hingga meraih peluang pendanaan internasional berskala besar.
Kedua, visibilitas global yang meroket membuat Jakarta semakin "seksi" di mata para investor hijau.
Jakarta kini berpeluang besar menarik lebih banyak mitra pembangunan yang siap menyuntikkan modal di sektor transportasi ramah lingkungan dan infrastruktur ketahanan iklim.
Ketiga, dari kacamata pembuatan kebijakan, Pemprov DKI kini memiliki "suara emas" untuk ikut membentuk standar iklim global.
Jakarta bisa memastikan bahwa tantangan khas kota berkembang, seperti laju urbanisasi yang super cepat, tidak diabaikan dalam perumusan kebijakan iklim internasional.
Dengan jabatan barunya ini, Gubernur Pramono Anung siap membawa suara kawasan ESEAO ke meja perundingan dunia.
Ia akan berkolaborasi dengan para gubernur dan wali kota global demi mewujudkan Jakarta yang bukan hanya maju secara peradaban, tapi juga lestari bagi generasi mendatang.
Bagaimana menurut kamu, sudah siapkah kamu menjadi bagian dari perubahan hijau di Jakarta?
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berita Jakarta