JAKARTA - Sudahkan kamu menyiapkan sepatu lari untuk akhir pekan ini? Bagi kamu warga Jakarta yang rutin berolahraga pagi atau sekadar jalan-jalan santai di area Car Free Day (CFD) atau Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) kawasan HR Rasuna Said, sebaiknya atur ulang agendamu.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta secara resmi meniadakan sementara pelaksanaan CFD di ruas jalan prestisius tersebut pada Minggu (17/5/2026) besok.
Keputusan mendadak ini diambil bukan tanpa landasan, melainkan demi evaluasi menyeluruh untuk meningkatkan fasilitas dan kenyamanan para pengunjung. Jangan terburu-buru kecewa, karena kawasan ruang terbuka ini akan segera kembali dibuka dengan wajah yang lebih tertata rapi dan aman bagi pejalan kaki maupun pesepeda.
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo, mengonfirmasi bahwa penghentian sementara ini adalah bagian dari langkah evaluasi lapangan.
Menurutnya, uji coba HBKB yang telah digelar sebelumnya masih menyisakan banyak catatan perbaikan yang tidak bisa diabaikan.
Baca juga: 5 Lokasi Parkir Strategis CFD Rasuna Said: Warga Jakarta Wajib Banget Tahu!
Namun, kamu tidak perlu menunggu terlalu lama karena Dishub sudah memiliki target waktu pemulihan kegiatan.
“HBKB di Jalan HR Rasuna Said direncanakan kembali digelar mulai Juni 2026 setiap Minggu pukul 05.30-09.00 WIB,” tegas Syafrin.
Lantas, apa saja yang menjadi PR besar dari pelaksanaan pada 10 Mei 2026 lalu? Dinas Perhubungan menyoroti beberapa titik rawan yang berpotensi membahayakan keselamatan.
Temuan utama meliputi belum tersedianya fasilitas titik putar di sisi timur dan barat koridor, absennya pembatas jalur bus Transjakarta, hingga maraknya parkir liar.
Tidak hanya itu, penataan pedagang UMKM juga menjadi sorotan tajam karena aktivitas jualan mereka meluas hingga memakan badan jalan utama, sehingga ruang gerak masyarakat yang sedang berolahraga menjadi sangat terbatas.
Selain isu ketertiban, infrastruktur jalan di kawasan tersebut juga belum sepenuhnya ideal.
Dishub DKI Jakarta mencatat masih adanya perbedaan level ketinggian aspal yang diakibatkan oleh sisa pembongkaran tiang monorel di masa lalu. Kondisi ini dinilai bisa membahayakan pelari jika tidak ekstra hati-hati.
Situasi diperparah dengan penumpukan pengunjung, terutama di titik keramaian seperti kawasan Plaza Festival.
Akibat membeludaknya antusiasme warga, banyak pelari dan pesepeda yang akhirnya terpaksa menerobos masuk dan menggunakan lajur bus Transjakarta.
Berbagai pekerjaan proyek jalan di rute alternatif juga disinyalir masih memicu kemacetan parah di sekitar lokasi, sehingga butuh rekayasa lalu lintas yang jauh lebih matang.
Untuk mengatasi rentetan kendala tersebut, Syafrin memastikan pihaknya akan menindaklanjuti seluruh temuan bersama tim kerja HBKB yang melibatkan lintas perangkat daerah.
Di saat yang sama, Pemprov DKI Jakarta juga tengah mengebut penyusunan payung hukum resmi sebagai dasar regulasi pelaksanaan HBKB di Rasuna Said.
“Perbaikan fasilitas pendukung dan pengaturan kegiatan masyarakat akan dilakukan agar pelaksanaan HBKB di Rasuna Said berlangsung lebih aman, nyaman, dan tertib,” tambahnya.
Baca juga: Sambut HUT ke-499 Jakarta, Pemprov DKI Resmikan CFD Rasuna Said dan Gerakan Pilah Sampah
Meskipun masih dalam tahap penyempurnaan, tidak bisa dimungkiri bahwa kehadiran CFD di koridor Rasuna Said telah memberikan dampak positif yang masif.
Hasil pengukuran kualitas udara di sekitar lokasi selama pelaksanaan HBKB tercatat jauh lebih bersih dan segar jika dibandingkan dengan hari kerja, memberikan kualitas lingkungan yang lebih sehat bagi warga Jakarta Selatan dan sekitarnya.
Lebih dari itu, pembukaan koridor baru ini terbukti ampuh memecah konsentrasi massa. Kamu pasti sering merasa sumpek dengan padatnya lautan manusia di CFD Sudirman-Thamrin, bukan?
Berdasarkan data resmi Dishub DKI Jakarta, jumlah pengunjung HBKB di koridor Jalan Jenderal Sudirman–MH Thamrin mengalami penurunan drastis hingga 52,97 persen.
Angkanya merosot dari 29.256 orang pada 3 Mei 2026, menjadi hanya 13.759 orang pada 10 Mei 2026.
Fakta lapangan ini menunjukkan bahwa strategi Pemprov DKI Jakarta dalam memperluas ruang publik telah berjalan di arah yang benar.
Aktivitas olahraga warga kini lebih tersebar merata dan tidak menumpuk di satu titik saja.
Mari kita manfaatkan waktu jeda singkat ini untuk bersabar, dan nantikan kembalinya CFD HR Rasuna Said di bulan Juni mendatang dengan suasana yang lebih kondusif!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berita Jakarta, Dishub DKI Jakarta