JAKARTA– Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan pentingnya mempercepat program imunisasi guna menekan penyebaran kasus campak yang kini merebak di beberapa daerah, termasuk Sumenep, Madura.
Dalam keterangannya kepada pers di Jakarta, Rabu (27/8), Menkes menyatakan bahwa penyakit menular yang dapat berakibat fatal seperti campak seharusnya bisa dicegah jika cakupan imunisasi di masyarakat memadai.
“Sama halnya dengan kejadian luar biasa polio yang sempat muncul kembali, lonjakan kasus campak ini juga erat kaitannya dengan tertundanya imunisasi selama masa pandemi COVID-19,” ujarnya.
Menkes dijadwalkan mengunjungi Sumenep pada Kamis (28/8) untuk memantau langsung situasi di lapangan.
Ia menyebut daerah tersebut sebagai salah satu wilayah dengan kasus tertinggi, selain sejumlah kabupaten dan kota lain yang juga menghadapi situasi serupa.
Data Kementerian Kesehatan per 24 Agustus 2025 mencatat terdapat 2.139 suspek campak di Sumenep, dengan 205 kasus terkonfirmasi dan 17 kematian.
Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, menyampaikan bahwa pemerintah pusat telah mengirim tim untuk melakukan penyelidikan epidemiologi serta mendampingi Dinas Kesehatan dalam pelaksanaan survei cepat untuk menetapkan target sasaran imunisasi tanggap wabah (ORI).
ORI direncanakan berlangsung pada 25 Agustus hingga 12 September 2025, dengan sasaran anak-anak usia 9 bulan hingga 6 tahun.
Selain itu, Kemenkes juga mengintensifkan pemantauan dan surveilans aktif terhadap kasus-kasus suspek, melakukan pemetaan kelompok rentan seperti balita, ibu hamil, dan anak dengan malnutrisi, serta memastikan ketersediaan vaksin dan logistik penunjangnya.
Aji juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu membawa anak yang menunjukkan gejala ruam merah ke fasilitas layanan kesehatan terdekat dan tetap menjaga pola hidup bersih serta gizi seimbang.
“Masyarakat juga kami minta untuk tidak mudah terpengaruh informasi menyesatkan terkait imunisasi. Pastikan mendapatkan informasi hanya dari sumber resmi seperti Kemenkes, Dinas Kesehatan, atau tenaga medis terpercaya,” tegasnya.
Baca juga: Makna Tanda Kehormatan dari Presiden: Jenis dan Filosofinya
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA