Rabu, 20 AGUSTUS 2025 • 09:13 WIB

UIN Jakarta Tegaskan Komitmen Pendidikan Berbasis Cinta untuk Dunia yang Damai

Author

Forum akademik bertajuk “Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta untuk Dunia yang Damai” di kampus UIN Jakarta Ciputat Tangerang, Selasa. (HO-UIN Jakarta)

JAKARTA – Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta kembali menegaskan tekadnya untuk menjadi pusat pengembangan gagasan dan praktik pendidikan yang menempatkan cinta, kedamaian, dan keberlanjutan sebagai landasan utama.

Dalam forum akademik bertema “Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta untuk Dunia yang Damai” yang digelar di kampus Ciputat, Selasa (19/8), Rektor UIN Jakarta, Prof. Asep Saepudin Jahar, menyampaikan bahwa pendidikan berbasis cinta bisa membentuk lingkungan belajar yang lebih manusiawi dan inklusif.

 "Kalau cinta dijadikan pondasi kurikulum, sekolah dan madrasah bukan hanya tempat menuntut ilmu, tapi juga menjadi rumah yang melahirkan generasi penuh kasih, toleran, dan berintegritas," ucap Prof. Asep.

Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, kampus, dan para pemangku kebijakan dalam membangun sistem pendidikan yang lebih humanis.

Pendidikan Islam, lanjutnya, harus mampu menjadi kekuatan moral yang mendorong perdamaian global, sesuai dengan nilai-nilai Islam rahmatan lil-‘alamin yang sarat kasih sayang dan manfaat universal.

"Kampus harus menjadi tempat menanamkan nilai-nilai cinta, empati, dan kemanusiaan tanpa melepas akar keislaman," tambahnya. Generasi Cinta, Ilmiah, dan Toleran Menurut Prof. Asep, peserta didik masa kini perlu dibentuk sebagai pribadi berkarakter kuat, berakhlak mulia, serta mampu mengaplikasikan ilmu pengetahuan untuk membangun peradaban yang damai dan saling menghargai.

Dengan pendekatan kurikulum berbasis cinta, siswa didorong menginternalisasi nilai spiritual sekaligus berpikir terbuka dalam menghadapi keberagaman.

Sementara itu, Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN Jakarta, Prof. Siti Nurul Azkiyah, menjelaskan bahwa gagasan ini bukanlah impian belaka.

Ia mencontohkan bahwa cinta bisa ditanamkan lewat keseharian—mulai dari sikap penuh kasih guru, pendekatan kolaboratif dalam pembelajaran, hingga ruang kelas yang menghargai perbedaan.

Transformasi Pendidikan Lewat Kurikulum Baru Dr. Yogi Anggraena dari Pusat Kurikulum Kemendikdasmen menyampaikan bahwa arah kebijakan pendidikan kini bergerak menuju pembelajaran mendalam (deep learning) sebagaimana diatur dalam Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025.

 "Siswa harus dilatih bukan sekadar menguasai teori, tetapi mampu merefleksi dan mengaplikasikan ilmunya dalam kehidupan nyata," jelas Yogi.

Ia juga menyoroti kebijakan baru yang akan memperkenalkan mata pelajaran pilihan seperti Koding dan Kecerdasan Artifisial (AI) mulai tahun ajaran 2025/2026.

Tujuannya adalah menciptakan generasi digital yang tidak hanya cerdas secara logis dan kritis, tapi juga memiliki etika dan kesadaran sosial yang kuat.

Kegiatan kokurikuler dan ekstrakurikuler juga diperkuat lewat program "Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat" untuk menanamkan karakter, kreativitas, dan kemandirian siswa.

Cinta sebagai Akar Pembelajaran di Madrasah Kementerian Agama juga tak tinggal diam. Zulkifli, Kepala Subdirektorat Kurikulum Madrasah Kemenag, menegaskan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) telah disusun sebagai panduan pendidikan di madrasah.

Langkah ini, kata dia, sejalan dengan arahan Menteri Agama, Nasaruddin Umar, yang menekankan bahwa harmoni kehidupan harus berakar pada cinta.

“KBC bukan hanya soal akademik. Penilaiannya juga mencakup bagaimana siswa menerapkan nilai-nilai kasih sayang, empati, dan tanggung jawab dalam kesehariannya,” ujar Zulkifli.

Menurutnya, keberhasilan KBC sangat bergantung pada kerja sama semua pihak: guru, kepala sekolah, orang tua, dan masyarakat.

Pendidikan berbasis cinta tidak boleh berhenti di atas kertas, tapi harus menjadi praktik nyata dalam kehidupan bersama.

Baca juga: BPS Siapkan Sensus Ekonomi 2026 untuk Catat Aktivitas Usaha Non-Pertanian

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU