Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Senin, 11 MEI 2026 • 16:30 WIB

Tragedi Trisakti 12 Mei 1998: Kilas Balik Sejarah Kelam Mahasiswa Menuju Era Reformasi

Tragedi Trisakti 12 Mei 1998: Kilas Balik Sejarah Kelam Mahasiswa Menuju Era ReformasiTragedi Trisakti 1998 (Wikipedia)

JAKARTA - Pernahkah kamu membayangkan bagaimana rasanya berada di tengah pusaran sejarah yang mengubah nasib sebuah bangsa?

Setiap tanggal 12 Mei, bangsa Indonesia, khususnya kalangan mahasiswa, tertunduk pilu mengenang sebuah peristiwa kelam yang dikenal sebagai Tragedi Trisakti.

Pada hari itu di tahun 1998, sebuah demonstrasi damai yang menyuarakan keadilan berujung pada pertumpahan darah di dalam kampus.

Peristiwa penembakan mahasiswa ini bukan sekadar catatan kelam, melainkan tonggak penting yang kelak memicu gelombang demonstrasi massal dan melahirkan era Reformasi di Indonesia.

Mari kita kilas balik sejenak untuk memahami bagaimana dan mengapa tragedi ini bisa terjadi.

Krisis Multidimensi Sebagai Pemicu Utama

Tragedi Trisakti tidak terjadi secara tiba-tiba. Latar belakang dari peristiwa ini adalah runtuhnya stabilitas negara di akhir masa pemerintahan Orde Baru.

Pada tahun 1998, kondisi Indonesia sedang sangat kacau dan terpuruk. Masyarakat dan mahasiswa harus menghadapi krisis multidimensi yang merembet ke segala sektor, mulai dari krisis ekonomi, krisis politik, krisis hukum, hingga krisis kepercayaan terhadap para pemangku kebijakan.

Kondisi yang serba sulit ini membuat rakyat menderita dan merasa tidak puas dengan kinerja pemerintahan Presiden Soeharto.

Sebagai kaum intelektual, mahasiswa dari berbagai penjuru tanah air bersatu untuk menggelar aksi demonstrasi besar-besaran.

Tuntutan mereka sangat jelas dan tunggal: mendesak Presiden Soeharto agar segera mundur dari jabatannya demi menyelamatkan masa depan bangsa dari kehancuran.

Baca juga: Jebol Gerbang DPR, Rektor Trisakti Ingatkan Mahasiswanya Jangan Anarkis dan Timbulkan Kerugian

Kronologi Berdarah 12 Mei 1998

Merujuk pada catatan resmi Universitas Trisakti, aksi demonstrasi pada 12 Mei 1998 awalnya berjalan dengan sangat tertib dan damai.

Sekitar pukul 10.30 WIB, ribuan mahasiswa berkumpul di area parkir depan Gedung Syarif Thayeb. Tidak hanya mahasiswa, barisan massa saat itu juga diisi oleh para dosen, pejabat fakultas, hingga deretan karyawan kampus.

Suasana haru menyelimuti saat demonstran menurunkan bendera Merah Putih menjadi setengah tiang pada pukul 10.45 WIB, yang diiringi dengan nyanyian lagu kebangsaan Indonesia Raya serta momen hening cipta.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berbagai Sumber

BERITA TERBARU

Tragedi Trisakti 12 Mei 1998: Kilas Balik Sejarah Kelam Mahasiswa Menuju Era Reformasi

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!