Persija Jakarta Melawan PSBS Biak (Persija Official Portal)
JAKARTA - Pernahkah kamu membayangkan sudah mempersiapkan segala strategi matang di satu kota, namun tiba-tiba jadwal dan lokasi bertanding harus berubah dalam hitungan hari?
Situasi tak terduga inilah yang tengah dihadapi oleh skuad Persija Jakarta. Menjelang laga pekan ke-29 ajang BRI Super League 2025/26, Macan Kemayoran harus menerima kenyataan bahwa pertandingan melawan PSIM Yogyakarta mengalami pemindahan lokasi secara mendadak.
Namun, di tengah dinamika jadwal yang mepet, armada ibu kota ini justru sedang berada dalam tingkat kepercayaan diri yang tinggi untuk terus mengaum dan menerkam lawan-lawannya.
Berdasarkan surat edaran resmi (circular) dari ILeague yang diterbitkan pada Sabtu (18/4/2026), duel sengit antara Persija melawan PSIM dipastikan tidak akan digelar di Pulau Jawa.
Laga yang pada rencana awalnya bakal diselenggarakan di Stadion Sultan Agung, Bantul, kini resmi digeser ke Pulau Dewata, tepatnya di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali.
Baca juga: Persija Jakarta Ditahan Imbang Dewa United Banten 1-1, Pelatih Keluhkan Buruknya Kondisi Rumput JIS
Pertandingan penting ini akan tetap dilangsungkan pada Rabu (22/4/2026) dengan waktu kick-off pukul 15.30 WIB.
Pemindahan lokasi atau venue ini bukanlah tanpa alasan yang jelas.
Keputusan tersebut diambil murni sebagai hasil koordinasi yang intens antara Panitia Pelaksana (Panpel) PSIM, aparat keamanan setempat di wilayah Bantul, serta pihak ILeague selaku operator kompetisi.
Faktor dinamika perizinan keamanan disinyalir kuat menjadi landasan utama mengapa laga yang mempertemukan dua tim dengan sejarah panjang ini harus dialihkan ke tempat netral yang lebih siap.
Bagi kubu Persija Jakarta, pemindahan lokasi ini jelas menjadi sebuah tantangan tersendiri yang menuntut penyesuaian sangat cepat.
Bagaimana tidak, seluruh fokus persiapan logistik dan taktik sebelumnya telah dikonsentrasikan untuk bertanding di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.
Terlebih lagi, Rizky Ridho dan kolega memang sengaja memilih untuk menetap di kota pelajar tersebut semenjak merampungkan pertandingan melawan PSBS Biak pada 18 April kemarin.
Keputusan menetap di Yogyakarta pada awalnya bertujuan untuk menjaga ritme istirahat tim, agar para pemain tidak kelelahan jika harus menempuh perjalanan pulang-pergi ke Jakarta.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Persija.id