JAKARTA - Pernahkah kamu membayangkan bagaimana wajah Jakarta saat usianya menyentuh angka 499 tahun nanti?
Di balik megahnya deretan gedung pencakar langit dan deru aktivitas yang seakan tak pernah tidur, warga ibu kota tentu mendambakan satu hal esensial, yakni kualitas hidup yang jauh lebih baik dan manusiawi.
Menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Kota Jakarta, harapan untuk menjadikan kota ini bukan sekadar pusat ekonomi elit, tetapi juga rumah yang nyaman, semakin kuat disuarakan.
Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta, Farah Savira, pada Jumat (19/6/2026), secara tegas menyampaikan visinya agar Jakarta terus berkembang menjadi kota global yang tak hanya maju secara fisik, tetapi juga terbukti mampu menyejahterakan, mencerdaskan, dan menghadirkan rasa aman bagi seluruh lapisan masyarakat.
Bertransformasi menjadi kota global berskala internasional tentu bukan hanya urusan membangun infrastruktur yang mentereng.
Baca juga: DPRD DKI Jakarta Dorong Disbud Optimalkan Setu Babakan dan Ratakan Hibah Seni Budaya untuk Warga
Bagi Farah, fondasi utama dari sebuah kota yang maju adalah rasa aman yang dirasakan oleh setiap individu yang tinggal di dalamnya.
Di usia yang hampir mencapai lima abad ini, Jakarta dituntut tidak hanya untuk berdaya saing tinggi, tetapi juga wajib menghadirkan ketenteraman batin bagi warganya.
"Jakarta harus menjadi rumah yang nyaman, aman, dan tenteram bagi seluruh warganya," ujar Farah dalam keterangannya, dikutip Berita Jakarta.
Pernyataan ini tentu sangat relevan dengan realita harian yang sering kamu temui. Tingkat kriminalitas dan kekerasan yang terkadang masih membayangi sudut-sudut ibu kota harus segera ditekan secara maksimal.
Farah berharap, ke depannya pelayanan dasar dapat terus diperkuat sehingga Jakarta bisa sepenuhnya terbebas dari berbagai tindak kriminal yang meresahkan.
Sebab, kota semaju apa pun tidak akan pernah terasa layak huni jika warganya masih merasa was-was saat beraktivitas di ruang publik.
Selain faktor keamanan lingkungan, aspek krusial lain yang menjadi sorotan tajam Komisi E DPRD DKI Jakarta adalah pelayanan dasar di bidang pendidikan.
Menuju usia setengah milenium, ironis rasanya jika masih ada anak di ibu kota yang tidak bisa mengecap bangku sekolah akibat kendala biaya atau sulitnya akses.
Menurut Farah, akses pendidikan harus dibuat semakin inklusif dan mudah dijangkau. Tujuannya, agar tidak ada lagi cerita anak Jakarta yang terpaksa putus sekolah.
Ia menegaskan bahwa setiap anak, tanpa memandang latar belakang ekonomi keluarganya, memiliki hak yang sama persis untuk memperoleh pendidikan berkualitas dan mengembangkan potensi diri mereka.
Mencerdaskan warga adalah investasi jangka panjang paling berharga yang harus diprioritaskan oleh sebuah kota berstatus global.
Tidak berhenti pada aspek keamanan dan pendidikan formal, Farah Savira juga menyoroti satu hal yang acap kali terpinggirkan di tengah pesatnya pembangunan komersial, yakni ketersediaan ruang publik yang ramah keluarga.
Ia mengingatkan pemerintah daerah tentang pentingnya memperbanyak ruang bermain yang aman dan nyaman bagi anak-anak.
Baca juga: Rayakan HUT ke-499 Jakarta, PAM JAYA Gelar Khitanan Massal Gratis untuk 2.000 Anak
"Anak-anak juga harus memiliki ruang bermain yang aman dan nyaman untuk tumbuh dan berkembang," tutur Farah.
Bagi kamu yang mungkin sering menghabiskan akhir pekan bersama adik kecil atau keponakan, pasti sangat paham betapa berharganya taman atau ruang terbuka hijau.
Ruang-ruang ini bukan sekadar hiasan kota, melainkan sarana krusial untuk interaksi sosial dan tumbuh kembang fisik anak.
Pembangunan kota metropolitan tidak boleh merampas hak anak-anak untuk bermain di alam terbuka dengan aman.
Keberhasilan Jakarta menancapkan taringnya sebagai kota global harus selalu berjalan beriringan dengan peningkatan taraf hidup warganya secara nyata.
Pembangunan kota yang ideal harus berorientasi penuh pada kesejahteraan masyarakat, bukan sekadar mengejar gengsi semata demi pengakuan internasional.
"Harapan kita, Jakarta menjadi kota yang layak huni sekaligus menjunjung tinggi nilai-nilai sebagai kota global," tandas Farah.
Menjelang momen perayaan HUT ke-499 ini, mari kita kawal bersama visi tersebut. Bagaimana menurut kamu?
Apakah lingkungan tempat tinggalmu di Jakarta saat ini sudah cukup aman dan nyaman, atau justru masih banyak pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan oleh pemerintah kota?
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berita Jakarta