Kamis, 14 MEI 2026 • 16:21 WIB

Kolaborasi Seni Publik Jakarta-Milan, Wagub Rano Karno Mantapkan Langkah Menuju Kota Global!

Author

Wagub Rano Karno Hadiri Leadership Exchange Programme Jakarta-Milan di Italia (Pemprov DKI Jakarta)

JAKARTA - Bayangkan sebuah kota di mana setiap sudut jalannya tidak hanya dipenuhi oleh bangunan beton dan gedung pencakar langit yang kaku, tetapi juga dihiasi oleh berbagai instalasi seni publik yang hidup dan bercerita.

Sebagai warga Jakarta, kamu pasti mendambakan ruang publik yang lebih humanis, interaktif, dan estetik, bukan? Kabar baiknya, impian tersebut kini bukan lagi sekadar angan-angan.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tengah mengambil langkah nyata untuk menyulap Jakarta menjadi kota global sesungguhnya dengan menggandeng salah satu kiblat seni rupa dunia, yakni Kota Milan, Italia.

Kolaborasi bergengsi ini diwujudkan melalui program Leadership Exchange Programme Jakarta–Milan yang difasilitasi langsung oleh organisasi World Cities Culture Forum.

Delegasi Kreatif Jakarta Unjuk Gigi di Milan

Kegiatan pertukaran budaya yang sarat makna ini berlangsung hangat di Museo Delle Culture (MUDEC), Milan, pada 9 hingga 16 Mei 2026 mendatang. 

Dalam lawatan ini, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, hadir memimpin delegasi bersama pilar komunitas seni ibu kota.

Turut mendampingi yaitu Muhammad Aidil Usman dari Komite Seni Rupa Dewan Kesenian Jakarta, Mochammad Shabar Untung selaku Ketua Jakarta Mural Community, serta Lambertus Berto Tukan yang mewakili Tim Kurator Jakarta 500 sekaligus Gudskul.

Sementara itu, pihak tuan rumah dari Pemerintah Kota Milan diwakili oleh Marina Pugliese, yang didampingi oleh Isabella Valentini dari World Cities Culture Forum.

Baca juga: Wagub Rano Karno Sapa Warga Kemayoran, Janji Tuntaskan Masalah Lahan Setneg yang Bikin Pusing!

Seni Publik sebagai Jantung Kota Global

“Program ini menjadi ruang pertukaran pengetahuan dan pengalaman antara Jakarta dan Milan dalam pengembangan kebijakan budaya, seni publik, serta aktivasi ruang kota,” terang Rano Karno pada Rabu (13/5/2026).

Jakarta patut berbangga karena tahun ini terpilih sebagai satu dari 19 kota dunia yang mengikuti program prestisius tersebut dengan mengangkat tema utama “Public Art and Co-Creation”.

Melalui tema inspiratif ini, Jakarta dan Milan sepakat untuk mendorong pengembangan seni publik yang sepenuhnya berbasis komunitas.

Ke depannya, karya seni di ruang terbuka akan lahir dari proses kolaborasi yang intim antara pemerintah daerah, institusi budaya, seniman, dan tentu saja, partisipasi aktif masyarakat.

Di Milan, delegasi Jakarta antusias menyerap praktik terbaik tata kelola museum, aktivasi ruang terbuka, hingga cara cerdas menjadikan budaya sebagai napas keseharian warganya.

Menghapus Stigma Jakarta yang Kaku

Wagub Rano menegaskan bahwa Jakarta ingin belajar banyak dari kota-kota dunia yang telah sukses menempatkan seni sebagai elemen vital peradabannya.

Menurutnya, standar dan parameter sebuah kota berkelas global kini telah jauh bergeser.

"Kota global bukan hanya soal gedung tinggi dan infrastruktur modern, tetapi juga tentang bagaimana kamu dan seluruh masyarakat memiliki ruang yang luas untuk berekspresi, berinteraksi, dan merasa bangga terhadap identitas kotanya,” ungkap Rano.

Pemprov DKI meyakini bahwa kehadiran karya seni di ruang publik dapat membuat lanskap kota terasa lebih hidup, humanis, dan dekat dengan warganya.

Sebagai tindak lanjut yang konkret, program ini membuka peluang besar untuk pengembangan proyek instalasi seni publik besar-besaran di Jakarta.

Proyek ini direncanakan akan melibatkan sinergi erat antara seniman lokal ibu kota dengan praktisi budaya asal Milan.

Baca juga: Wagub Rano Karno Optimistis Jakarta Youth Film Festival 2026 Jadi Role Model Sineas Nasional

Pertukaran Seniman Milan ke Jakarta

Kolaborasi lintas batas ini dipastikan terus berlanjut. Sebagai balasan, praktisi budaya Milan dijadwalkan terbang ke Jakarta pada 18 hingga 24 Juli 2026.

Kehadiran mereka akan diisi dengan ragam lokakarya edukatif, sesi tukar gagasan, hingga perancangan karya instalasi seni publik secara langsung.

Dalam diskusi strategisnya bersama Isabella Valentini, Wagub Rano menyatakan bahwa seni publik memiliki nilai strategis yang melampaui aspek estetika semata.

Seni publik adalah fondasi untuk membangun ruang interaksi sosial, mendongkrak pariwisata urban, serta memacu roda ekonomi kreatif.

Lewat sinergi yang matang bersama jejaring kota dunia ini, Jakarta siap bertransformasi menjadi kota global yang modern, inklusif, namun tetap berakar teguh pada kekayaan budaya lokalnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU