Usai Alami Kekalahan 1-2 atas Persib Bandung, Fabio Calonego: Main Bagus Tak Menjamin Kemenangan
JAKARTA - Laga penuh gengsi antara dua raksasa sepak bola Indonesia selalu menjanjikan drama tak terduga di atas lapangan hijau.
Buat kamu pendukung setia Macan Kemayoran, akhir pekan kemarin pastinya menyisakan rasa sesak di dada yang mendalam.
Pasalnya, perjuangan keras skuad Persija Jakarta harus berakhir pahit setelah ditekuk oleh sang rival bebuyutan, Persib Bandung, dengan skor tipis 1-2 di Stadion Segiri pada laga yang berlangsung Minggu (10/5/2026) sore.
Namun, di balik kekalahan tersebut muncul sebuah pertanyaan besar: benarkah Persija bermain lebih buruk dari lawannya?
Ternyata, mendominasi penguasaan bola dan melancarkan serangan bertubi-tubi sepanjang pertandingan pun tidak selalu menjadi jaminan untuk bisa membawa pulang tiga poin penuh.
Pertandingan dengan tensi tinggi ini sebenarnya sempat memihak pada anak asuh Mauricio Souza sejak menit-menit awal.
Persija sukses membuka keran gol terlebih dahulu melalui tendangan terukur Alaaeddine Ajaraie tepat pada menit ke-20.
Gol tersebut sempat membuat gemuruh stadion semakin meriah, memberikan secercah harapan besar bahwa tim ibu kota akan menguasai penuh jalannya pertandingan sarat gengsi ini.
Sayangnya, euforia keunggulan tersebut sama sekali tidak bertahan lama. Lini pertahanan Persija yang tampak sedikit kehilangan fokus langsung dimanfaatkan dengan sangat apik oleh barisan depan Maung Bandung.
Pemain andalan Persib, Adam Alis, secara mengejutkan tampil sebagai pahlawan bagi tim tamu.
Ia sukses menjadi mimpi buruk bagi lini belakang Persija setelah mencetak dua gol balasan secara beruntun dan dramatis pada menit ke-27 dan 38.
Kesalahan transisi tersebut membuat babak pertama harus ditutup dengan keunggulan 1-2 untuk tim tamu.
Memasuki babak kedua, Persija yang tertinggal langsung mengubah strategi dan tampil habis-habisan menekan jantung pertahanan Persib.
Serangan demi serangan terus dilancarkan dari berbagai lini untuk menggempur pertahanan lawan yang mulai menumpuk pemain di area penalti.
Sayangnya, penyelesaian akhir yang kurang maksimal membuat papan skor sama sekali tidak berubah hingga wasit meniupkan peluit panjang.
Hasil minor di kandang lawan ini jelas memukul mental bertanding para pemain, tak terkecuali sang gelandang andalan Persija, Fabio Calonego.
Pemain berusia 28 tahun ini tak bisa menyembunyikan rasa kecewanya saat ditemui oleh awak media seusai laga.
Menariknya, Fabio memiliki pandangan taktik yang sejalan dengan sang pelatih kepala, Mauricio Souza.
Baca juga: Venue Persija Jakarta vs PSIM Pindah ke Bali, Macan Kemayoran Siap Jaga Tren Kemenangan Beruntun
Keduanya sepakat bahwa Persija sejatinya memegang kendali permainan secara statistik dan tampil jauh lebih dominan ketimbang lawannya.
“Dari dalam lapangan saya memiliki pandangan yang sama (dengan pelatih), bahwa kami bermain lebih baik. Namun, itulah sepak bola. Dalam sepak bola, tim yang lebih baik tidak selalu menang,” ungkap Fabio.
Pernyataan jujur ini menjadi cerminan nyata betapa kejamnya realita pertandingan di level elit.
Penguasaan bola mutlak di sektor tengah nyatanya menjadi tidak berarti jika tidak dibarengi dengan tingkat efektivitas yang mematikan di depan gawang lawan.
Faktor penyelesaian akhir atau efektivitas lini depan memang menjadi pekerjaan rumah terbesar bagi skuad kebanggaan warga ibu kota ini.
Fabio Calonego sangat menyoroti dan menyayangkan banyaknya peluang emas yang tercipta di area pertahanan Persib namun gagal dikonversi menjadi gol penyeimbang.
Padahal, jika skuad Persija bisa sedikit lebih tenang dalam melakukan eksekusi akhir, mereka memiliki probabilitas yang sangat tinggi untuk membalikkan keadaan.
“Sekali lagi kami menciptakan banyak peluang, namun kami tidak efektif dalam mencetak gol dan hal itulah yang akhirnya berujung pada kekalahan. Tidak banyak yang bisa dikatakan. Sekarang saatnya tetap mengangkat kepala, bekerja keras, dan melanjutkan perjuangan di kompetisi ini,” tegas gelandang tersebut.
Bagi Persija, meratapi kekalahan tentu tidak akan mengubah hasil klasemen. Kompetisi masih menyisakan banyak pertandingan krusial.
Buat kamu para suporter setia, dukungan moral sangat dibutuhkan agar tim bisa segera bangkit, memperbaiki setiap kelemahan taktik di sesi latihan, dan kembali menunjukkan tajinya sebagai Macan Kemayoran sejati pada laga selanjutnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Persija.id