Demi Keselamatan Penumpang, Dishub DKI Jakarta Terpaksa "Parkirkan" Kapal Cepat ke Kepulauan Seribu Akibat Cuaca Ekstrem
JAKARTA - Bagi warga Jakarta maupun wisatawan yang telah menyusun rencana liburan atau kunjungan kerja ke Kepulauan Seribu pada awal pekan ini, tampaknya harus sedikit bersabar dan menunda niat tersebut.
Alam sedang menunjukkan sisi garangnya. Merespons kondisi cuaca ekstrem yang tidak menentu, Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi DKI Jakarta mengambil langkah tegas demi keamanan bersama, yakni menghentikan sementara seluruh operasional kapal cepat yang melayani rute dari Pelabuhan Muara Angke menuju gugusan Kepulauan Seribu.
Kebijakan ini bukanlah keputusan yang diambil secara mendadak tanpa dasar, melainkan sebuah langkah preventif yang krusial.
Hujan deras yang mengguyur wilayah Jakarta dan sekitarnya, disertai dengan gelombang laut yang tinggi, dinilai sangat berisiko bagi keselamatan pelayaran.
Kepala Unit Pengelola Angkutan Perairan (UPAP) Dishub Provinsi DKI Jakarta, Muhammad Wildan Anwar, menekankan bahwa tidak ada kompromi menyangkut nyawa manusia.
Langkah "memarkirkan" armada kapal cepat ini adalah upaya mitigasi risiko kecelakaan di laut yang bisa terjadi sewaktu-waktu akibat cuaca buruk.
Keputusan ini juga sejalan dengan prosedur keselamatan yang ketat, di mana Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Muara Angke belum menerbitkan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) lantaran kondisi alam yang belum bersahabat.
"Keselamatan penumpang adalah prioritas mutlak di atas segalanya. Kami memantau data dari BMKG dan melihat langsung kondisi di lapangan, perairan saat ini sangat tidak kondusif untuk dilalui kapal cepat," ujar Wildan dalam keterangannya pada Selasa (13/1/2026).
Dampak dari penghentian ini merata ke seluruh rute vital. Wildan merinci ada empat lintasan utama kapal Dishub yang lumpuh sementara.
Rute-rute tersebut meliputi jalur Muara Angke menuju Pulau Untung Jawa yang berlanjut ke Pulau Lancang, Pulau Payung, hingga Pulau Tidung.
Baca juga: Wajah Baru Waduk Batu Licin, Oase Wisata dan Solusi Banjir Andalan Warga Cilangkap
Kemudian, jalur kedua yang melayani rute Muara Angke ke Pulau Pari, Pulau Panggang, dan Pulau Pramuka.
Jalur ketiga menuju Pulau Kelapa, serta jalur keempat yang merupakan rute terjauh menuju Pulau Sabira.
Dishub terus berkoordinasi intensif dengan KSOP Muara Angke menanti "lampu hijau" atau momen di mana cuaca dinyatakan aman untuk kembali berlayar.
Situasi hening di dermaga ternyata sudah berlangsung beberapa hari. Kepala Satuan Pelaksana Pelayanan UPAP Dishub DKI Jakarta, Suparto Napitu, mengungkapkan bahwa seluruh armada kapal cepat milik pemerintah provinsi ini sudah tidak beroperasi sejak hari Minggu (11/1/2026).
"Terhitung sudah tiga hari ini tidak ada kapal Dishub yang membelah ombak. Kami tentu berharap kondisi segera membaik, mudah-mudahan besok, Rabu (14/1/2026), layanan sudah bisa normal kembali," tutur Suparto dengan penuh harap.
Baca juga: Prakiraan Cuaca BMKG 13 Januari 2026: Warga Jakarta Wajib Siap Payung!
Namun, di tengah ketidaknyamanan akibat pembatalan perjalanan ini, Suparto memberikan jaminan yang menenangkan bagi para calon penumpang.
Ia memastikan bahwa hak konsumen tetap terlindungi. Warga yang sudah terlanjur membeli tiket tidak perlu cemas uangnya hangus. Pihak pengelola menjamin pengembalian dana (refund) secara penuh.
"Kami pastikan proses refund berjalan lancar. Uang warga akan dikembalikan utuh melalui mekanisme transfer Bank DKI sesuai prosedur yang berlaku," jelasnya menenangkan kepanikan penumpang.
Suparto juga tak henti-hentinya mengimbau masyarakat, khususnya pengguna setia jasa angkutan laut, untuk selalu waspada.
Ia meminta warga rajin memantau informasi cuaca resmi dan jadwal pelayaran terkini.
"Jangan memaksakan diri berangkat jika alam belum mengizinkan. Lebih baik menunggu daripada bertaruh nyawa di tengah laut," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: