Senin, 25 AGUSTUS 2025 • 19:02 WIB

Pemprov DKI Dorong Kesadaran Bencana Lewat Edukasi Sejak Dini

Author

Asisten Pemerintahan Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta, Sigit Wijatmoko saat memberikan sambutan dalam Festival Pendidikan Kesiapsiagaan Bencana (Fesdikgana) 2025 di Jakarta, Senin (25/8/2025). (Lia Wanadriani Santosa)

JAKARTA— Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus menanamkan pentingnya kesadaran terhadap bencana sejak usia dini.

Salah satu langkah nyatanya dilakukan lewat Festival Pendidikan Kesiapsiagaan Bencana (Fesdikgana) 2025, yang menyasar langsung ke kalangan pelajar.

Asisten Pemerintahan Sekretaris Daerah DKI Jakarta, Sigit Wijatmoko, menyampaikan bahwa Pemprov DKI berkomitmen untuk tidak hanya membangun infrastruktur tahan bencana, tetapi juga meningkatkan kesiapan mental dan pengetahuan masyarakat, terutama generasi muda, dalam menghadapi potensi bencana.

"Festival ini merupakan bentuk nyata bagaimana pendidikan kebencanaan bisa ditanamkan sejak dini. Ini sudah ketiga kalinya kami gelar dan terus kami kembangkan," ujar Sigit saat membuka acara Fesdikgana 2025 di Jakarta, Senin (25/8).

Fesdikgana tahun ini mengangkat tema "Generasi Tangguh Lawan Si Jago Merah", dengan fokus utama pada edukasi mengenai risiko kebakaran—bencana yang masih kerap terjadi di Jakarta, kapan pun dan di mana pun.

Kegiatan ini berlangsung sejak 1 Juli hingga 25 Agustus 2025, dan diisi berbagai kompetisi seperti lomba video edukasi, poster kebencanaan, hingga cerdas cermat seputar bencana.

Semuanya diikuti oleh siswa-siswi dari berbagai sekolah di wilayah DKI. Menurut Kepala Pusat Data dan Informasi BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan, edukasi semacam ini penting untuk memperkuat budaya siaga bencana di tengah masyarakat.

Ia mengatakan bahwa pengetahuan seputar mitigasi harus bisa dimiliki oleh semua kalangan.

"Melalui program seperti Fesdikgana, kita harapkan masyarakat—terutama anak muda—mampu merespons ancaman bencana dengan cepat dan tepat," kata Yohan.

Ia juga menyebut bahwa meski ada usulan untuk memperluas kegiatan ke wilayah Jabodetabek, saat ini BPBD DKI masih memfokuskan program pada wilayah administratif Jakarta.

Melalui pendekatan edukatif yang interaktif dan menyenangkan, Pemprov DKI berharap pelajar dapat memahami langkah-langkah penting dalam menghadapi situasi darurat, sekaligus menanamkan nilai kepedulian dan kesiapsiagaan di lingkungan sekitar mereka.

Baca juga: Menkes Temui Gubernur DKI, Bahas Layanan Kesehatan Bergerak untuk Wilayah Terpencil

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU