Minggu, 19 JULI 2026 • 18:37 WIB

Warga Metropolitan Wajib Tahu, Ini 6 Suku Terbesar di Jakarta

Author

Monumen Nasional (Monas) (Mahendra Putra/Unsplash)

JAKARTA - Pernahkah kamu menyadari betapa dinamis dan berwarnanya kehidupan masyarakat di ibu kota negara saat ini?

Berdasarkan data demografi terbaru yang dilansir dari berbagai sumber, percampuran budaya dari berbagai daerah di seluruh Nusantara membentuk identitas warga Jakarta.

Harmoni yang sangat unik ini tercipta melalui sejarah panjang urbanisasi dan migrasi yang terjadi sepanjang abad.

Di kota metropolitan satu ini, beragam kelompok etnis hidup berdampingan dan saling melengkapi, mulai dari variasi kuliner hingga gaya bahasa sehari-hari.

Yuk, kita bedah 6 suku dengan persentase terbesar yang membuat Jakarta menjadi begitu hidup.

1. Suku Betawi

Persentase: 62,75%

Sebagai entitas utama yang menjadi identitas asli Jakarta, suku Betawi menempati urutan pertama dengan persentase sebesar 62,75 persen.

Baca juga: 3 Kedai Kopi di Jakarta yang Punya Vibes Classy dan Wajib Dikunjungi Demi Asupan Instastory Kamu!

Secara umum, masyarakat adat di DKI Jakarta ini dikelompokkan menjadi dua bagian besar.

Pertama, ada Betawi Tengah atau pesisir yang cenderung mendapat lebih banyak pengaruh dari budaya asing.

Kedua, Betawi Udik atau pinggiran yang mempertahankan nuansa agraris yang kental dari hasil perpaduan unsur Jawa dan Sunda.

Di tengah gempuran modernitas, keteguhan budaya mereka terbukti nyata lewat kesetiaan dalam menjaga tradisi masa lalu, salah satunya seperti perayaan Lebaran Betawi.

2. Suku Jawa

Persentase: 35,16%

Meskipun suku asli Jakarta adalah Betawi, jumlah pendatang dari suku Jawa tergolong sangat besar hingga mencapai 35,16 persen.

Pengaruh budaya Jawa di ibu kota telah tertanam sejak masa penjajahan Belanda dan terus berkembang lewat urbanisasi besar-besaran di zaman modern.

Jejak kebudayaan ini dapat dengan mudah dijumpai melalui menjamurnya kuliner merakyat seperti angkringan di berbagai sudut jalan.

Selain itu, interaksi sosial juga memicu akulturasi bahasa, di mana banyak istilah bahasa Jawa yang kini diserap dan lazim digunakan dalam percakapan sehari-hari warga Jakarta.

3. Suku Sunda

Persentase: 15,27%

Secara geografis, suku Sunda merupakan tetangga terdekat yang memiliki andil historis besar di Jakarta dengan proporsi populasi mencapai 15,27 persen.

Kedekatan ini dibuktikan oleh banyaknya penamaan wilayah di ibu kota yang toponiminya berakar kuat dari kebudayaan Sunda.

Baca juga: 5 Rumah Makan Padang Paling Legendaris dan Tertua di Jakarta yang Wajib Dicoba, Nomor 3 Pernah Dikunjungi NCT Wish!

Eksistensi mereka sangat dirasakan pada aspek seni pertunjukan daerah, serta kontribusi yang menonjol dari menjamurnya kuliner pedas dan segar khas Parahyangan yang selalu siap memanjakan lidah para pekerja ibu kota untuk melepas penat.

4. Suku Tionghoa

Persentase: 5,53%

Sekitar 5,53 persen dari total populasi Jakarta, suku Tionghoa menjadi elemen penting dalam melengkapi mozaik keberagaman etnis di ibu kota.

Jejak sejarah mereka terpatri kuat di kawasan Glodok dan Petak Sembilan, tempat mereka hidup berdampingan dengan warga lokal selama berabad-abad lamanya.

Warisan kultural mereka pun terserap secara alami ke dalam keseharian masyarakat Jakarta, mulai dari istilah populer seperti kokoh dan cuan, hingga kekayaan kuliner legendaris yang kini telah melekat erat sebagai bagian dari gaya hidup urban.

5. Suku Batak

Persentase: 3,61%

Sejak masa awal kemerdekaan Republik Indonesia, gelombang besar Suku Batak mulai berdatangan ke Jakarta, di mana saat ini mereka mewakili 3,61 persen dari total populasi.

Kehadiran mereka memberikan warna khas bagi dinamika ibu kota, terutama melalui peran menonjol mereka di sektor hukum serta bidang transportasi darat.

Komunitas Batak yang sangat kental dapat kamu temukan apabila berkunjung ke beberapa wilayah seperti Rawamangun.

Di perantauan, jalinan persaudaraan marga mereka terbukti sangat kuat dan solid, seiring dengan komitmen mereka untuk tetap merawat tradisi adat bernama horja.

6. Suku Minangkabau

Persentase: 3,18%

Sejak dahulu kala, masyarakat Minangkabau memegang peran penting dalam menggerakkan roda perekonomian di ibu kota.

Suku Minangkabau dikenal luas di DKI Jakarta sebagai golongan perantau yang gigih dan pantang menyerah.

Pengaruh mereka sangat kuat di sektor bisnis kuliner serta perdagangan tekstil di berbagai pasar besar.

Baca juga: Harga Tiket, Syarat, dan Ketentuan Nonton FIA Rallycross World Cup 2026 di Jakarta

Bukti nyatanya dapat dilihat dari menjamurnya rumah makan Padang di hampir seluruh penjuru kota. 

Fenomena ini memperlihatkan betapa besarnya andil budaya Minang dalam membentuk preferensi kuliner dan gaya hidup harian warga metropolitan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berbagai Sumber

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU