Minggu, 12 JULI 2026 • 12:58 WIB

Menelusuri Jejak Pekojan, Kampung Arab Pertama di Jakarta yang Menyimpan Sejarah Panjang

Author

Masjid Jami Annawier di Pekojan, Jakarta Barat (Cun Cun/Wikipedia)

JAKARTA - Jakarta emang nggak pernah kehabisan cerita buat diulik. Di balik deretan kafe kekinian dan gedung pencakar langit yang menjulang, ibu kota sebenarnya menyimpan banyak jejak sejarah masa lalu yang aesthetic abis.

Salah satunya adalah kawasan Pekojan yang terletak di Jakarta Barat. Mungkin belum banyak dari kamu yang tahu kalau tempat ini memegang predikat sebagai kampung Arab pertama di Jakarta.

Melansir dari unggahan menarik di Instagram @kalceur.id dan TikTok @jakartakotakita, Pekojan bukan cuma kawasan permukiman biasa, tapi jadi pusat akulturasi budaya lintas negara yang sangat kaya.

Penasaran bagaimana ceritanya? Yuk, kita breakdown sejarah keren dari perkampungan legendaris ini!

Asal Usul Nama Pekojan dan Kebijakan Kolonial

Kalau kamu mengira nama Pekojan langsung berkaitan dengan bangsa Arab, ternyata anggapan itu kurang tepat. Secara etimologi, kata Pekojan sebenarnya berasal dari istilah "Koja" atau "Khoja".

Baca juga: Lepas Atlet ke Pekan Olahraga Tradisional DKI 2026, Wali Kota Jakarta Barat Targetkan Gelar Juara

Pada abad ke-17, sebutan ini digunakan oleh masyarakat lokal Batavia untuk memanggil para pedagang Muslim yang berasal dari kawasan Gujarat, India.

Mereka adalah kelompok pelopor yang pertama kali mendiami dan berniaga di area strategis tersebut.

Lalu, bagaimana ceritanya bisa berubah menjadi perkampungan Arab? Transformasi demografi ini tidak lepas dari campur tangan pemerintah kolonial Belanda pada masa penjajahan.

Kala itu, pihak Belanda menerapkan aturan zonasi ketat yang mewajibkan para imigran Arab yang datang dari wilayah Hadramaut, Yaman Selatan, untuk menetap secara eksklusif di sana.

Alhasil, kawasan yang berada di Kecamatan Tambora ini perlahan dipenuhi oleh para saudagar Timur Tengah dan hingga kini diakui sebagai cikal bakal permukiman Arab paling awal di Batavia.

Masjid Bersejarah Bukti Nyata Akulturasi Budaya

Seiring berjalannya waktu, percampuran berbagai etnis di Pekojan menjadikannya bukan cuma kawasan niaga yang sibuk, tapi juga sentra penyebaran agama Islam yang sangat krusial di Jakarta.

Jejak syiar agama ini ditandai oleh berdirinya deretan masjid bersejarah yang bangunannya masih terawat epik sampai sekarang.

Menariknya, masjid di kawasan ini menampilkan desain visual hasil mix and match dari beragam budaya yang pastinya keren banget buat masuk ke feeds media sosialmu.

Berikut adalah tiga masjid peninggalan bersejarah di Pekojan.

1. Masjid Jami Al-Anshor

Dibangun pada tahun 1648, masjid ini menyandang status sebagai salah satu rumah ibadah tertua di Jakarta.

Buat kamu yang suka desain unik, arsitektur masjid ini sama sekali tidak menonjolkan kubah besar khas Timur Tengah.

Alih-alih demikian, bentuk bangunannya justru dirancang sangat menyerupai pendopo tradisional Jawa yang teduh dan klasik.

2. Masjid Jami An-Nawier

Didirikan pada tahun 1760, masjid megah ini dulunya merupakan episentrum pendidikan Islam paling bergengsi di Batavia.

Baca juga: Sebanyak 709 Pelajar Ramaikan Pekan Olahraga Tradisional Jakarta Barat 2026, Siap Rebut Juara Provinsi!

Desain visualnya dijamin bakal bikin kamu takjub karena berhasil memadukan unsur bangunan neoklasik ala Eropa dengan berbagai sentuhan simbol Islam yang sarat akan makna filosofis.

3. Masjid Langgar Tinggi

Berdiri sejak tahun 1829 berkat inisiasi seorang saudagar kaya raya asal Yaman.

Bangunan ini adalah bukti nyata konsep melting pot di Pekojan karena dengan berani memadukan unsur arsitektur Arab, India, dan Tionghoa sekaligus.

Fakta serunya, lantai dasar masjid ini pada zaman dahulu berfungsi layaknya rest area atau tempat istirahat bagi para pedagang yang baru saja merapat melalui perairan Kali Angke.

Menyusuri jalanan Pekojan hari ini ibarat masuk ke dalam lorong waktu yang membawa kita kembali ke era kejayaan Batavia masa lampau.

Buat kamu yang bosan hangout di coffee shop atau mal, merencanakan walking tour seru ke kawasan Tambora ini bisa jadi pilihan refreshing yang beda dari biasanya.

Selain bisa dapat asupan foto estetik bergaya vintage, kamu juga bakal pulang dengan wawasan sejarah yang lebih open minded.

Yuk, mulai eksplor sudut-sudut keren ibu kota kita!

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Instagram @kalceur.id, TikTok @jakartakotakita

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU