Cegah Kekerasan Anak, Sudin PPAPP Jakarta Selatan Gelar Edukasi Pola Asuh Bebas dari Fatherless!
JAKARTA - Sering dengar istilah fatherless berseliweran di FYP TikTok atau timeline media sosial kamu?
Fenomena anak yang tumbuh tanpa kehadiran atau peran aktif sosok ayah secara psikologis memang lagi jadi sorotan hangat.
Nyatanya, ketidakhadiran figur ayah atau pola asuh yang timpang ini nggak cuma berdampak pada krisis identitas anak, tapi juga berpotensi memicu rantai kekerasan dalam rumah tangga.
Menyadari urgensi awareness soal parenting ini, Suku Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) Jakarta Selatan mengambil langkah proaktif.
Pada Selasa (7/7/2026), Suku Dinas PPAPP Jakarta Selatan resmi menggelar acara sosialisasi pola pengasuhan positif.
Baca juga: Bank Sampah di Pulo Gadung Diresmikan Pemkot Jakarta Timur, Siap Sulap Sampah Jadi Emas!
Kegiatan edukatif yang berlokasi di GOR Kecamatan Kebayoran Baru, Kelurahan Gandaria Utara, Jakarta Selatan ini sukses menggaet antusiasme warga.
Nggak tanggung-tanggung, sebanyak 150 peserta hadir untuk belajar langsung gimana caranya membangun ekosistem keluarga yang sehat.
Kepala Suku Dinas PPAPP Jakarta Selatan, Rizky Hamid, menegaskan bahwa keluarga adalah madrasah sekaligus safe space pertama bagi anak.
Menurut Rizky, pembentukan karakter anak sangat bergantung pada apa yang mereka lihat dan rasakan setiap hari di rumah.
Rizky menyoroti bahwa pola pengasuhan yang baik nggak cuma soal memenuhi kebutuhan finansial, tapi juga soal koneksi emosional.
Fondasi utama untuk menciptakan keluarga yang harmonis dan jauh dari toxic environment adalah kasih sayang, komunikasi yang sehat, serta yang paling penting, yaitu keterlibatan aktif dari ayah dan ibu.
"Melalui pola pengasuhan yang baik, tentunya juga dapat mencegah terjadinya kekerasan terhadap perempuan dan anak," ujar Rizky, dikutip Berita Jakarta.
Di tengah maraknya fenomena fatherless di Indonesia, peran ayah dan ibu dituntut untuk bisa berjalan seiringan.
Anak-anak yang tumbuh dengan pendampingan utuh dari kedua orang tuanya terbukti memiliki resiliensi mental yang lebih kuat.
Dengan begitu, mereka bisa tumbuh di lingkungan yang benar-benar aman, sehat, dan tentunya terhindar dari berbagai bentuk kekerasan, baik secara fisik maupun verbal.
Selain ngomongin soal parenting, sosialisasi ini juga fokus buat membangun keberanian warga sekitar.
Sering kali, kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak bersembunyi di balik tameng "urusan dapur orang lain".
Rizky mengajak seluruh lapisan masyarakat buat lebih peduli terhadap lingkungan sekitarnya.
Baca juga: DPRD DKI Jakarta Dukung Dukung Dishub Tertibkan Parkir Liar Jakarta, Ojol Tetap Butuh Ruang Tunggu!
"Kami mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar serta tidak ragu melaporkan apabila mengetahui, menyaksikan, atau mengalami tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak," terangnya.
Buat kamu atau siapa pun di luar sana yang menjadi korban, keberanian untuk melapor adalah langkah pertama menuju pemulihan.
Nggak perlu bingung mau lapor ke mana. Rizky menjelaskan bahwa warga bisa langsung mengakses layanan UPT Pusat Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Provinsi DKI Jakarta.
Selain itu, sudah tersedia juga pos pengaduan di 10 Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) yang tersebar di wilayah Jakarta Selatan.
"Seluruh layanan tersebut mudah diakses, tidak dipungut biaya, dan siap memberikan pendampingan bagi korban," tambahnya.
Antusiasme warga yang hadir juga patut diacungi jempol. Salah satu peserta, Julia Indrawati, mengaku sangat senang dan bersyukur bisa ikutan sesi sosialisasi ini.
Buat Julia, materi parenting yang disampaikan terasa sangat relate dan gampang buat langsung dipraktikkan.
"Sebagai seorang ibu, saya sangat khawatir dengan perkembangan anak. Apalagi, jika lingkungannya kurang baik. Saya khawatir anak ikut terpengaruh karena masih duduk di sekolah dasar dan mudah mengikuti teman-temannya," tandas Julia, dikutip Berita Jakarta.
Kekhawatiran Julia ini pastinya juga dirasakan oleh banyak orang tua muda masa kini. Arus pergaulan yang makin tak terbatas memang jadi tantangan berat.
Pada akhirnya, mendidik anak di era modern ini memang butuh kolaborasi solid antara ayah dan ibu. Yuk, mulai ciptakan safe space dari rumah tangga kita sendiri!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berita Jakarta